Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Tengah Berjalan, Sambungan KA Turangga Bermasalah
#1
31 Juli 2010 | 13:45 wib | Daerah
Tengah Berjalan, Sambungan KA Turangga Bermasalah


Bandung, CyberNews. Sambungan antara lokomotif dan gerbong KA Turangga jurusan Surabaya-Bandung mengalami masalah saat menapaki trek menanjak dan berkelok di antara petak jalan rel Stasiun Leles-Stasiun Lebak Jero, Kabupaten Garut pada Sabtu sekitar pukul 06.12 WIB, Sabtu (31/7).

Laju rangkaian KA yang membawa sebelas gerbong itu menjadi goyang, dan seperti tersentak-sentak. Awak KA kemudian menghentikan rangkaian itu di Stasiun Lebak Jero. Mereka mendapati alat perangkai antargerbong, yang sekilas mirip tangan terkepal itu, mengalami masalah.

Satu gerbong yang tepat berada di belakang lokomoti kemudian dilepas dan ditinggalkan di Lebak Jero. Rangkaian utama kemudian kembali melanjutkan perjalanan ke Bandung dalam proses penanganan yang berlangsung sekitar setengah jam itu.

Akibat gangguan rangkaian, jadwal kedatangan Turangga mengalami keterlambatan sekitar dua jam dari jadwal seharusnya pada pukul 06.14 WIB.

Jubir PT KA Daop II Bandung, Bambang S Prayitno membenarkan terjadinya peristiwa itu. Dia menjelaskan bahwa antara lokomotif dan gerbong yang ditarik tidak sampai copot gara-gara kejadian tersebut. "Ada gangguan di alat perangkai kereta. Tapi itu tidak sampai membuat lepas," katanya saat dihubungi dari Bandung.

Peristiwa tersebut menambah daftar kejadian tak mengenakan yang menimpa perjalanan KA dalam pekan ini. Sebelumnya berturut-turut, KA Argo Bromo Anggrek mengalami anjlok di Krenseng, Batang dan Manggarai, Jakarta pada Kamis (29/7) dan Jumat (30/7) lalu.

Bambang tidak menampik kondisi tersebut, terlebih operator kereta api plat merah itu akan menghadapi masa angkutan puncak Lebaran 2010. Dengan kejadian itu, pihaknya akan semakin melakukan optimalisasi pengawasan di daerah operasinya, termasuk kesiapan sarana.

"Kami mempunyai check item di Stasiun Cipendeuy, untuk lintas timur Bandung-Kroya. Semua kereta berhenti di stasiun tersebut untuk pengecekan keandalan sarana. Di luar itu, kami mengawasi jalur rawan seperti pergerakan tanah. Jelas ini menjadi perhatian kami," jelasnya.

( Setiady Dwi /CN12 )

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/rea...Bermasalah
.
Reply
#2
Alhamdulillah gak copot, kasihan para penumpangnya yang mesti dikumpulkan dalam satu kereta
Reply
#3
kalau masih ada kursi kosong tidak masalah, kalau penuh harus ada yang berdiri nih, tapi bersyukur tidak sampai lepas.
.
Reply
#4
biasanya turangga yg blkg gerbong barang warna hijau,,,apa pas ga ada muatan ya di lepas/

HANYA KERETA API YANG MEMBUATKU HAPPY



[Image: 2117305260.jpg]






Reply
#5
wah, ane pernah ngalamin yang hampir sama kayak gini nih , ya sama-sama pas naik KA 37 TURANGGA juga..
waktu itu gw di Exe-1 atau kereta no.3 dari belakang sebelum BP dan B. pas gw naik di MN, ada masalah di coupler / sambungan antar exe-2 dan exe-1 yaitu pin penahan coupler exe-1 patah sehingga coupler tidak bisa bekerja atau tidak mau nggandeng. Rangkaian kemudian di pisah dan dicoba gandeng namun gagal,sehingga akhirnya diakalin yaitu pin yang patah dimasukan dan ditahan pake kawat. dan setelah itu rangkaian dijalankan kembali setelah tertahan 1 jam di MN...
Tapi karena gw tahu bener apa yang rusak di coupler itu, sepanjang perjalan gw berdoa Malaikat dan waspada karena jika kawat lepas dan pin terjatuh maka 3 gerbong belakang bisa terlepas dari rangkaian dan bakal berakibat fatal jika itu terjadi di daerah tanjakan lintas TSM-CB!!! Sedih
untunglah tidak terjadi apa-apa selama perjalanan dan KA 37 selamat sampai BD....

[Image: banner.jpg]
Reply
#6
(03-08-2010, 12:47 PM)Logawa_exp Wrote: [spoiler]
wah, ane pernah ngalamin yang hampir sama kayak gini nih , ya sama-sama pas naik KA 37 TURANGGA juga..
waktu itu gw di Exe-1 atau kereta no.3 dari belakang sebelum BP dan B. pas gw naik di MN, ada masalah di coupler / sambungan antar exe-2 dan exe-1 yaitu pin penahan coupler exe-1 patah sehingga coupler tidak bisa bekerja atau tidak mau nggandeng. Rangkaian kemudian di pisah dan dicoba gandeng namun gagal,sehingga akhirnya diakalin yaitu pin yang patah dimasukan dan ditahan pake kawat. dan setelah itu rangkaian dijalankan kembali setelah tertahan 1 jam di MN...
Tapi karena gw tahu bener apa yang rusak di coupler itu, sepanjang perjalan gw berdoa Malaikat dan waspada karena jika kawat lepas dan pin terjatuh maka 3 gerbong belakang bisa terlepas dari rangkaian dan bakal berakibat fatal jika itu terjadi di daerah tanjakan lintas TSM-CB!!! Sedih
untunglah tidak terjadi apa-apa selama perjalanan dan KA 37 selamat sampai BD....[/spoiler]

senam jantung ya...Ngikik
kl saya jadi sampeyan, mendingan waktu itu pindah ke KM saja...Big Grin

Reply
#7
loh, kata RF yg lain gerbong terakhir dicopot karena CC 204 13 ga kuat nanjak setelah berenti di LBJ... Bingung
Reply
#8
berarti foto ini adalah kejadian itu


[Image: 39031_124127054299481_100001065611386_13...0277_n.jpg]
Keep Fighting Never Give
Reply
#9
kalau gerbong ditinggal begitu, apa nggak mengganggu jalur? nanti kalau silangan jadi nggak bisa karena jalurnya terpakai.
Reply
#10
(03-08-2010, 03:51 PM)m_ilhami Wrote: kalau gerbong ditinggal begitu, apa nggak mengganggu jalur? nanti kalau silangan jadi nggak bisa karena jalurnya terpakai.

Kalo stasiun LBJ jarang dipake silang kecuali terpaksa cmiiw

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)