15-08-2010, 09:40 PM
Korsel danai KA lingkar dalam
Land transportation 12/08/2010
Pemerintah Korea Selatan bersemangat mendanai proyek pengembangan kereta api (API) jalur lingkar dalam kota Jakarta sepanjang 29,7 km dengan estimasi dana sekitar Rp 7,2 triliun.
Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan pada tahap awal Korea akan memberikan hibah (grand) untuk membiayai studi akhir pengembangan KA jalur lingkar sebesar US$ 2 juta (setara Rp 17,8 miliar).
"Korsel sudah memberikan lampu hijau untuk memberikan grand guna studi jalur lingkar Jakarta," katanya.
Saat ini, menurut dia, proses pemberian hibah masih diproses di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan target ditandatangani pada September tahun ini.
Tundjung menargetkan proses studi akhir KA jalur lingkar bisa selesai dalam waktu 6 bulan pascamasa penandatanganan hibah antara Pemerintah Indonesia dan Korsel.
Target 6 bulan studi, lanjut dia, dipatok setelah Saman Engineering Consultant, BUMN Korsel, telah merampungkan studi kelayakan (feasibility study/FS) proyek pengembangan KS lingkar dalam kota pada 2005.
Setelah studi akhir selesai, Tundjung memaparkan pihaknya akan menawarkan proyek itu kepada investor untuk mendukung KA Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mengangkut 3 juta penumpang per hari.
Selama ini, ucap dia, KA Jabodetabek hanya mampu mengangkut penumpang sebanyak 450.000 penumpang per hari karena keterbatasan prasarana dan sarana perkeretaapian.
"Salah satu yang tertarik menjadi investor proyek KA lingkar adalah Saman Korsel itu. Nanti kami akan tenderkan dengan aturan pemrakarsa proyek akan diberikan preferensi 10% dalam tender," tegas dia.
Artinya, ucap dia, apabila pemrakarsa ikut tender proyek tersebut, selama harga pemenang tender itu hanya lebih rendah 10% dari harga pemrakarsa proyek, pemrakarsa proyek otomatis dinyatakan sebagai pemenang.
Tundjung melanjutkan kebijakan membuka keterlibatan pemodal baik dalam negeri maupun luar negeri bertujuan membantu pemerintah pengembangan angkutan massal di Ibu Kota.
"Yang penting Korsel nanti harus melibatkan Pemprov DKI Jakarta dalam proyek KA lingkar," tegas Tundjung.
Land transportation 12/08/2010
Pemerintah Korea Selatan bersemangat mendanai proyek pengembangan kereta api (API) jalur lingkar dalam kota Jakarta sepanjang 29,7 km dengan estimasi dana sekitar Rp 7,2 triliun.
Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan pada tahap awal Korea akan memberikan hibah (grand) untuk membiayai studi akhir pengembangan KA jalur lingkar sebesar US$ 2 juta (setara Rp 17,8 miliar).
"Korsel sudah memberikan lampu hijau untuk memberikan grand guna studi jalur lingkar Jakarta," katanya.
Saat ini, menurut dia, proses pemberian hibah masih diproses di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan target ditandatangani pada September tahun ini.
Tundjung menargetkan proses studi akhir KA jalur lingkar bisa selesai dalam waktu 6 bulan pascamasa penandatanganan hibah antara Pemerintah Indonesia dan Korsel.
Target 6 bulan studi, lanjut dia, dipatok setelah Saman Engineering Consultant, BUMN Korsel, telah merampungkan studi kelayakan (feasibility study/FS) proyek pengembangan KS lingkar dalam kota pada 2005.
Setelah studi akhir selesai, Tundjung memaparkan pihaknya akan menawarkan proyek itu kepada investor untuk mendukung KA Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mengangkut 3 juta penumpang per hari.
Selama ini, ucap dia, KA Jabodetabek hanya mampu mengangkut penumpang sebanyak 450.000 penumpang per hari karena keterbatasan prasarana dan sarana perkeretaapian.
"Salah satu yang tertarik menjadi investor proyek KA lingkar adalah Saman Korsel itu. Nanti kami akan tenderkan dengan aturan pemrakarsa proyek akan diberikan preferensi 10% dalam tender," tegas dia.
Artinya, ucap dia, apabila pemrakarsa ikut tender proyek tersebut, selama harga pemenang tender itu hanya lebih rendah 10% dari harga pemrakarsa proyek, pemrakarsa proyek otomatis dinyatakan sebagai pemenang.
Tundjung melanjutkan kebijakan membuka keterlibatan pemodal baik dalam negeri maupun luar negeri bertujuan membantu pemerintah pengembangan angkutan massal di Ibu Kota.
"Yang penting Korsel nanti harus melibatkan Pemprov DKI Jakarta dalam proyek KA lingkar," tegas Tundjung.











.