Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PENGALAMAN NAIK KA. BLORA JAYA SEMARANG PONCOL-WADU . 16-09-10
#1
saat itu saya sedang mudik dari Yogyakarta ke Wadu, biasanya sekeluarga selalu naik kereta api Pramex ke Solo dan dilanjutkan dengan 4 kali ganti bis, tapi tiap lebaran biaya perjalanan selalu membengkak hinggak lebih dari 50.000 1 orang sekali jalan. 2 bulan sebelum lebaran waktu ada kereta Joglosemar, Ibuku kemudian beralih ke kereta itu sampai semarang dan baru berganti kereta ekonomi jurusan Cepu/Bojonegoro, kebetulan saat itu Blora-Jaya juga masih baru dioperasikan, berangkat dari Semarang pukul 5 dan sampai di Wadu pukul 8. kata beliau keretanya bersih dan bau karbol, selain itu selalu diputar musik..pokoknya nyaman katanya.....

tanggal 17-09-10, gw sama adikku yang kebetulan mudik..kerena kereta Joglosemar yang jam 9 udah tidak ada, terpaksa ganti dengan Pramex dan di Solo berganti dengan kereta Pandan wangi, di Solo gw masih bingung jadwal keberangkatan Blora-Jaya dari Semarang (takut nggak keburu kalo naik Pandan Wangi), saat itu buka internet cari info0 no telp stasiun Poncol dan Tawang, namun anehnya 5 nomor yang ada tidak satupun yang bisa dihubungi (tidak nyambung), kemudian saya menuju ruang informasi, dan dicoba ditelpon, namun sama saja tetap tidak nyambung....iseng-iseng menemui petugas PPKA stasiun Balapan, nanya nomor telepon sta Tawang/Poncol...petugasnya bilang nggak tahu dan oleh salah satu petugas akhirnya dikasih nomornya, namun ternyata nomornya sudah kadaluwarsa (nomor telpon lama yang 5 digit), akhirnya dengan modal nekad tetep jalan pake Pandan Wangi....

jam 16.10 sampai juga di stasiun tawang, langsung aja antri ke loket dan nggak sampai 20 menit kereta Blora Jaya datang. begitu masuk bayangan nyaman yang dikatakan ibuku langsung hilang..keretanya kotor, penuh sampah kertas, bungkus makanan dan puntung rokok, petugas kebersihan memang ada, namun sepertinya tidak banyak membantu, selain itu kaca jendela dan bahkan kaca ruang masinis banyak yang pecah/ retak dan ditambal pakai lakban. musiknya memang masih ada, dan sound systemnya termasuk bagus untuk ukuranku.
keberangkatan kereta sedikit terlambat karena padatnya jalur, dari jadwal pukul 17.00, kereta akhirnya jalan pukul 17-40, di sepanjang jalan di dalam kereta ada aja orang yang merokok sembarangan (apalagi kaca jendela ditutup karena hujan, ventilasi jadi kurang lancar), bau gerbong jadi pengap dan tidak ada petugas yang menegur, udah gitu puntungnya juga dibuang di dalam gerbong, bagian langit2 kereta juga penuh sarang laba-laba (ada laba-labanya juga), keliatan kalo nggak pernah dibersihin). di sepanjang jalan saya merasa ada yang aneh.. (kebetulan di gerbong pertama dekat kabin masinis) di ruang masinis yang biasanya cuma diisi 1-3 orang, penuh sesak hingga 5 orang, selain itu muka para masinis kelihatan tegang dan sepanjang jalan kereta selalu mengklakson panjang berkali-kali dan jalannya juga lambat, namun jam 20.47 kereta akhirnya sampai tujuan dengan selamat di Stasiun Wadu (terlambat 40an menit), dan dari situ akhirnya aku tahu masalahnya...ternyata lampu depan (semuanya) mati...(heran juga kereta tetap dijalankan dalam kondisi begitu??)
oo...ya di jalan juga kebetulan ada seorang ibu2 yang sudah tua...dari pasar di semarang kayanya mau pulang ke Cepu...tapi dia nggak beli tiket, langsung dikerubutin sama kondektur, suruh milih bayar 5 kali harga tiket ato diturunin di stasiun terdekat (harga tiket SMC-CP sekitar 30.000)

BERSAMBUNG.

ps: untuk foto..maaf saya g bisa kasih karena rencana mudiknya mendadak dan nggak sempat bawa kamera...HP juga masih jadul...
RF Java Jongen, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#2
wah kok sampe kayak gitu sih kondisi nya? mungkin tingkat pemeliharaannya kurang yah? trs juga dipaksa jalan dalam kondisi lampu mati. lebih baik dilaporkan ke DAOP yg menaungi blora jaya agar segera diperbaiki
Reply
#3
Apa bener katanya perawatan di daop IV ga maksimal? Beda dg daop VI n VII, ane liat gerbong kretanya relatif lebih terawat
Reply
#4
Emang daop iv terkenal gerbong/krd nya yg gak terawat, cm lokomotif aja yg perawatannya bagus.
Kasus kayak gini juga terjadi di kaligung sm banyubiru.
Kalo dibandingin sama daop lain pasti lebih kotor, buluk, apek, dll. Luar dalem !

Saya juga sempet kecewa pas krdi pertama di Indonesia di kasih ke daop iv, dugaan kalo krdi ini gak bkl kerawat akhirnya kesampaian jg...
:-(
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#5
enrico Wrote:24-Sep-2010, 08:39 AMEmang daop iv terkenal gerbong/krd nya yg gak terawat, cm lokomotif aja yg perawatannya bagus.
Kasus kayak gini juga terjadi di kaligung sm banyubiru.
Kalo dibandingin sama daop lain pasti lebih kotor, buluk, apek, dll. Luar dalem !
Saya juga sempet kecewa pas krdi pertama di Indonesia di kasih ke daop iv, dugaan kalo krdi ini gak bkl kerawat akhirnya kesampaian jg...
:-(

Betul Mas dan satu lagi terkenal taripnya mahal dan tinggi beda dengan Daop lain
Reply
#6
Lah, tgl 6 sebelum lebaran, saya naik KA ini ga ada sampah sama sekali dan cukup nyaman walau memang bagian jendela agak kotor dan banyak jendela yg kacanya pecah, apa lagi lupa dibersihin?Bethe
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
#7
tergantung manusianya juga,kalo misalnya petugas dan para penumpang ga mau njaga kebersihan ya sama aja...
CC20411 oh C20411Patah Hati
Reply
#8
LANJUTAN.

tanggal 17-09-10
Hari Jumat...setelah berlibur 1 hari di rumah nenek di Wadu, akhirnya harus kembali ke Yogyakarta. pilihan perjalanan diputuskan untuk menggunakan KA Blora Jaya pukul 13.30. di stasiun Wadu, penumpang sudah berjubel sejak pukul 12.30, kebanyakan akan ke Jakarta dengan menggunakan KA Feeder Tawang Jaya yang berangkat dari stasiun Cepu sekitar pukul 14.30. pukul 13.00 loket akhirnya dibuka, dan saya memesan tiket Wadu-Ngrombo seharga 15.000 (2 orang jadi 30.000). setelah menunggu, akhirnya kereta datang pukul 13.40 terlambat 10 menit dari jadwal, begitu saya naik, ternyata kursi sudah penuh terisi sejak dari stasiun Cepu, akhirnya tepaksa berdiri. di sepajang perjalanan sambil ditemani musiknya Sheila on 7 di dalam kereta tepat di belakang tempat saya berdiri seorang kondektur terlibat bersitegang dengan seorang pnumpang...masalahnya adalah, penumpang itu naik KA Blora Jaya namun tiket yang dia pegang adalah tiket KA Feeder Tawang Jaya (padahal lewat pengeras sudah dikasih tahu kalo kereta yang datang adalah Blora Jaya, bukan tawang jaya), karena beda kelas, sang kondektur meminta uang kelebihan tiket pada penumpang tersebut (kurang jelas berapa, tetapi penumpang itu memberi 50.000, dan setelah mengambil, kondektur itu langsung pergi ke ruang masinis, sambil si penumpang teriak-teriak dalam bahasa jawa.."Pak kembaliannya mana??" dan dijawab "sebentar" dengan nada marah). mendekati stasiun gambringan, di tepi rel sayas empat melihat beberapa anak berjejer nggak jelas apa yang mereka lakukan, namun beberapa saat kemudian beberapa botol air mineral yang diisi air selokan melayang mengenai jendela, sebuah berhasil masuk gerbong dan mengenai kepala seorang penumpang wanita yang sedang tiduran (jadi ngerti kenapa jendelanya pada pecah).

jam 15.30, kereta sampai di stasiun ngrombo..dan melanjutkan perjalanan ke Solo dengan menggunakan bis. harga tiketnya 10.000 lebih mahal 1000 jika dibandingkan dengan naik kereta api Banyubiru yang hanya 9000 dari ngrombo-solo

bersambung.....
akan saya lanjutkan dengan pengalaman naik KA Pramex. di thread ini
RF Java Jongen, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#9
wah membaca TR nya kok mengerikan dilempari ma org2 di sekitar rel trus penumpang yg sakkarepe dewe sayang deh
Reply
#10
Quote:
(24-09-2010, 05:30 PM)sonyazis Wrote: Lah, tgl 6 sebelum lebaran, saya naik KA ini ga ada sampah sama sekali dan cukup nyaman walau memang bagian jendela agak kotor dan banyak jendela yg kacanya pecah, apa lagi lupa dibersihin?Bethe
(25-09-2010, 11:36 AM)alastuwa Wrote: tergantung manusianya juga,kalo misalnya petugas dan para penumpang ga mau njaga kebersihan ya sama aja...
memang gak pernah dibersihin koq jendelanya, pengalaman saya waktu naek banyubiru dan kaligung pagi dari dipo aja kacanyanya masih kotor koq...Ngeledek
(25-09-2010, 12:01 PM)Java Jongen Wrote: LANJUTAN.

tanggal 17-09-10
Hari Jumat...setelah berlibur 1 hari di rumah nenek di Wadu, akhirnya harus kembali ke Yogyakarta. pilihan perjalanan diputuskan untuk menggunakan KA Blora Jaya pukul 13.30. di stasiun Wadu, penumpang sudah berjubel sejak pukul 12.30, kebanyakan akan ke Jakarta dengan menggunakan KA Feeder Tawang Jaya yang berangkat dari stasiun Cepu sekitar pukul 14.30. pukul 13.00 loket akhirnya dibuka, dan saya memesan tiket Wadu-Ngrombo seharga 15.000 (2 orang jadi 30.000). setelah menunggu, akhirnya kereta datang pukul 13.40 terlambat 10 menit dari jadwal, begitu saya naik, ternyata kursi sudah penuh terisi sejak dari stasiun Cepu, akhirnya tepaksa berdiri. di sepajang perjalanan sambil ditemani musiknya Sheila on 7 di dalam kereta tepat di belakang tempat saya berdiri seorang kondektur terlibat bersitegang dengan seorang pnumpang...masalahnya adalah, penumpang itu naik KA Blora Jaya namun tiket yang dia pegang adalah tiket KA Feeder Tawang Jaya (padahal lewat pengeras sudah dikasih tahu kalo kereta yang datang adalah Blora Jaya, bukan tawang jaya), karena beda kelas, sang kondektur meminta uang kelebihan tiket pada penumpang tersebut (kurang jelas berapa, tetapi penumpang itu memberi 50.000, dan setelah mengambil, kondektur itu langsung pergi ke ruang masinis, sambil si penumpang teriak-teriak dalam bahasa jawa.."Pak kembaliannya mana??" dan dijawab "sebentar" dengan nada marah). mendekati stasiun gambringan, di tepi rel sayas empat melihat beberapa anak berjejer nggak jelas apa yang mereka lakukan, namun beberapa saat kemudian beberapa botol air mineral yang diisi air selokan melayang mengenai jendela, sebuah berhasil masuk gerbong dan mengenai kepala seorang penumpang wanita yang sedang tiduran (jadi ngerti kenapa jendelanya pada pecah).

jam 15.30, kereta sampai di stasiun ngrombo..dan melanjutkan perjalanan ke Solo dengan menggunakan bis. harga tiketnya 10.000 lebih mahal 1000 jika dibandingkan dengan naik kereta api Banyubiru yang hanya 9000 dari ngrombo-solo

bersambung.....
akan saya lanjutkan dengan pengalaman naik KA Pramex. di thread ini

daerah situ emang rawan pelemparan kang, selain petak pekalongan-pemalang dan brebes cirebon
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)