Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Perbedaan KRL pesan ke Jepang dengan KRL eks-Jepang
#1
KRL di Indonesia kan ada 4 jenis :
1. KRL buatan INKA entah itu berapa persen komponen lokalnya (KRL-I)
2. KRL Buatan luar negeri dengan bodi INKA (Holec, Hitachi, Hyundai)
3. KRL Eks Jepang (seri 6000, 5000, 1000, 8000, 8500, 103).
4. KRL Pesanan Indonesia ke Jepang dengan desain Indonesia sendiri (Rheostatik)

Perbedaan yang paling mendasar dari KRL jenis ke 3 dan jenis ke 4, adalah terletak pada posisi meja layanan masinis. KRL eks Jepang sudah pasti mejanya berada di kiri karena di Jepang KA berjalan di kiri, sedangkan KRL pesan ke Jepang tapi dengan desain kita sendiri pasti meja kendalinya di kanan karena KRL berjalan di kanan. Selain itu juga KRL eks Jepang walaupun lebih tua dari KRL Rheostatik tapi sudah ber-AC karena standar pada tahun segitu di Jepang sudah pakai AC. Sedangkan Rheostatik kan desain kita, jadi tahun 76 memang standarnya belum ber-AC.

Kalau ada yang mau menambahkan, monggo.. tak enteni..
Download konten BVE Indonesia di
http://gm-marka.web.id

Balai Yasa BVE GM-MarKA
Migrasi ke website baru...

[Image: 8807060_orig.jpg]
Reply
#2
KRL spesifikasi Indonesia baik KRLI dan rheo itu lebih kuat. Dengan kondisi rel yang buruk pun masih bisa berjalan tanpa hambatan berarti. Coba dah bandingkan dengan JR 103 series atau Toei seri 6000, pasti mpot-mpotan kalo ngebut.

Selain itu, rata-rata KRLI dan rheo itu 3 pintu, kalau KRL eks Jepang biasanya 4 pintu, kecuali kalau Tokyu 1000/7000 atau JR 113 jadi ke Indonesia.

KRLI dan rheo itu tidak 8 gerbong, tapi 4 gerbong, dirangkai maka jadilah 8 gerbong. Sedang sebagian besar KRL eks Jepang itu 8 gerbong (kecuali 6000 seri espass yg 6 gerbong dan JR 103 yang 4 gerbong).
[Image: NQma0.jpg]
Reply
#3
Shin Muhammad Wrote:. Sedang sebagian besar KRL eks Jepang itu 8 gerbong (kecuali 6000 seri espass yg 6 gerbong dan JR 103 yang 4 gerbong).

bukannya ex Jepang itu aslinya 1 rangkaian itu 10 set, cuma di sini di jalankan hanya 8 set .... , yang dua sebagai cadangan, lagi pula peron di sini yang hanya mampu 8 set ... tapi gak tahu apakah semua seri atau tidak, setahu saya yang seri 1000 itu py 10 set aslinya ...
Reply
#4
Kalau seri 1000/5000 memang begitu. Cuman untuk seri 8000, sebagian 8500, dan seri 6000 itu konfigurasi awalnya memang 8 gerbong.

Sebagian stasiun di Jakarta sebenernya support konfigurasi 10 gerbong. Tinggal masalah sebagain stasiun yang peronnya pendek dan soal kelistrikan saja yang menghambat.
[Image: NQma0.jpg]
Reply
#5
konsumsi listirknya brp untuk masing² jenis KRL yg ada skrg ?
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#6
untuk daya listrik.. saya belum pernah menemukan data teknisnya... karena sangat sedikit dokumentasi mengenai KRL rheostatik di Indonesia..

Untuk KRL eks Jepang anda bisa mengecek entri Wikipedia untuk jenisnya masing-masing.

Dan, untuk konfigurasi rangkaian bisa dicek di http://www2.ocn.ne.jp/~jbtbk/railtrain.html
[Image: NQma0.jpg]
Reply
#7
KRL Toyo Rapid seri 1000, Tokyo Metro seri 5000 & Tokyu 8500 tadinya 10 gerbong, tapi 2 lagi dijadikan serep karena kapasitas peron stasiun yang tak memungkinkan... sedangkan Tokyu 8000 memang aslinya 8 gerbong...

Data gerbong yang dilepas ---
Toyo Rapid 1000 : Gerbong ke-8 & 9
Tokyo Metro 5000: idem dito
Tokyu 8500 : Gerbong ke-6 & 7

Perbedaannya juga terletak di posisi panel kontrol rangkaian... kalau rangkaian yang dipesan ke Jepang itu panelnya sebelah kanan, tapi yang impor ex Jepang itu panelnya di kiri. Selain itu, teknologi kelistrikan yang diusung mereka juga berbeda...
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#8
Reply
#9
^^

lihat aja bentuknya
Reply
#10
[Image: NQma0.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)