Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Apakah Rel KA yang Nyetrum dapat Menyehatkan atau Membahayakan???
#1
Kalau diperhatikan kadang-kadang di track KA khususnya di track KA terelektrifikasi (disini yang saya maksud track Duri - Tangerang) suka ada warga sekitar yang sambil pegang2 atau berdiri di dua batang rel ada juga yang rebahan di rel. Kata mereka sih "biar badan sehat, peredaran darah & syaraf jadi lancar & gratis lagi".

Ini fotonya di sepur 1&2 di dekat stasiun Rawa Buaya

[Image: 170340_1243114813460_3900061_o.jpg?dl=1]


[Image: 169880_1243113933438_954587_o.jpg?dl=1]


[Image: 172062_1273136683988_7726646_o.jpg?dl=1]

Ditempat yang sama By: KF KOMPAS

[Image: MV8xMi5KUEc%3D.jpg]

Iseng-iseng saya coba ngikutin, ehh iya juga kalo megangin dua batang rel di sana serasa di terapi listrik, cttuk..cttuk..cttuk.. berasa banget gelombang listriknya di otot, wah badan jadi segar deh kalau sudah nyoba...

Yang juga bikin saya bingung dari mana ya gelombang listrik tadi, apa dari alat sensor KA atau arus bocor/induksi dari LAA? Bingung

Tapi Kawan saya pernah bilang: "kalo sering2 megangin rel yang nyetrum itu gak bagus soalnya karat besi dari rel bisa masuk ke pori2 kulit terus masuk ke peredaran darah, bisa kena kangker lho..!!!. Lagian kalo lo udah keasyikan gimana kalo ada kereta lewat?"

Dapat dari yutube


Bagaimana menurut para Agan2 RF sekalian...
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Reply
#2
Arus listrik tegangan kecil memang baik untuk kesehatan karena bisa mencegah beberapa penyakit. Tetapi, perlu diperhatikan bahwa tegangan di rel KA tidak selamanya stabil, yang perlu diwaspadai adalah jika tegangan mendadak naik, bisa membuat jantung menjadi shock dan berhenti berdetak.
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#3
memangnya ada listrik yg sengaja di kontakkan ke rel?
dimana?
Keep Fighting Never Give
Reply
#4
Mungkin dari axle counter ya? Kan ada tuh deket stasiun/pjl yg relnya suka ditempelin kabel... Tapi kalo bahaya, masa iya sih pt ka sembarangan ngalirin listrik/arus kuat ke rel, mungkin itu emang dari kabel2 sensor yg ada di rel..Bingung
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
#5
aduh aduh kok tidak ditempat yang semestinya.
Kalau anda percaya dengan terapi listrik, silakan bikin sendiri pake aki atau beli adaptor.
Jangan di rel dong, bahaya
Reply
#6
mungkin sudah tidak ada jalan lain kali....!!!

tapi itu skalian melihat KA lwat...
Reply
#7
(21-12-2010, 01:45 PM)m_ilhami Wrote: aduh aduh kok tidak ditempat yang semestinya.
Kalau anda percaya dengan terapi listrik, silakan bikin sendiri pake aki atau beli adaptor.
Jangan di rel dong, bahaya

Wah mas Ilhami saya sendiri sih lebih seneng ke tempat terapi listrik di dekat rumah saya walau pun rada mahal tapi aman dan terjamin khasiatnya dari pada di rel KA. lagian kegiatan kayak gitu kan melanggar Undang-Undang No. 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian pasal 181 (sok elit mode: ON Xie Xie )

mungkin para warga yang saya maksud Maaf...golongan menengah kebawah. jadi memanfaatkan rel KA buat terapi pengobatan gratisan Sakit
Yah sukur2 bisa ketularan virus RF kayak saya...
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Reply
#8
Aneh juga.... Tapi ini akibatnya jika sandal refleksi dihargai mahal sekali (sandal Ko**i yang sering diiklankan di TV harganya 700 ribu!).
Reply
#9
saya juga mau tanya neh, listrik di rel itu alirannya darimana kemana dan untuk apa? cz kadang jg sedikit membahayakan bagi yang gak tau terus tiba2 kena... bisa kaget
BANGGANYA JADI RAILFANS DAOP 8
Facebook: baim007@gmail.com
twitter: @kentangSPJ48
wanna be my friend? hunting? gathering? joyride? 085648542017
visit my blogs at www.daop8sgu.blogspot.comPlayboy
Reply
#10
arusnya lemah, lumayan buat terapi..... Big Grin
tp Rel di deket rumah ane gak ada listriknya, padahal sepulau jawa relnya kan nyambung semua..... Sad
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)