07-01-2011, 09:25 PM
Secara keseharian warga Jabodetabek pengguna jasa KRL tentu sudah gak asing lagi dengan namanya ketepatan waktu. Yang dari Serpong, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, semua bejubel memadati stasiun keberangkatan di pagi hari enggak peduli meski di atap sudah penuh krn yg di dalem sudah gak tertampung. Secara keseharian sudah pasti yg dari Tangerang dan Serpong enggak bisa menikmati perjalanan ke Gambir karena sulit dijangkau dan yg dari Bogor pun gak bisa ke Ps. Senen krn alasan yg sama, gak efisien jika dilakukan maju - mundur meski si KRL itu jenisnya EMU / electrical multiple unit.
Semakin dekat dengan stasiun di mana kantor kita berada, sekolah kita berada, toko kita berada dan kampus kita berada, maka semakin praktis ketimbang keluar dari stasiun mesti naik angkot, ojek, bus atau pun Mikrolet. Kalau saja rangkaian KA semacam Ciliwung diperbanyak sebetulnya teman2 sudah setuju apa justru perlu dipikir2 lagi? KRL Ciliwung yg beroperasi sudah 3 1/4 tahun ini pun gak berjalan baik. Selalu aku perhatiin yg keluar masuk sangatlah sedikit. Malahan yg di dalem pun saat aku dalam perjalanan bersama pr penumpang yg ada kena karcis suplisi dg berbagai alasan. Alasan transferanlah yang paling nyata salah satunya bagi pengguna KRL rute Tn. Abang - Kota yg karena KD3 Langsam masih lama datengnya oleh pihak stasiun setempat suruh naik Ciliwung aja meski karcis di tgn mrk itu bener2 utk Klas Ekonomi non AC.
Belum lagi dg seringnya gangguan sinyal, wesel, perjalanan KA yg bentrok dg KA - KA jarak menengah dan jauh. Apa pantas kalau KRL Lingkar Jakarta dioperasiin banyak? Dg gitu, yg dari Serpong bisa turun di Ps. Senen, dr Tangerang bisa turun di Gambir dan dari Bekasi pun bisa turun di Duri.
Semakin dekat dengan stasiun di mana kantor kita berada, sekolah kita berada, toko kita berada dan kampus kita berada, maka semakin praktis ketimbang keluar dari stasiun mesti naik angkot, ojek, bus atau pun Mikrolet. Kalau saja rangkaian KA semacam Ciliwung diperbanyak sebetulnya teman2 sudah setuju apa justru perlu dipikir2 lagi? KRL Ciliwung yg beroperasi sudah 3 1/4 tahun ini pun gak berjalan baik. Selalu aku perhatiin yg keluar masuk sangatlah sedikit. Malahan yg di dalem pun saat aku dalam perjalanan bersama pr penumpang yg ada kena karcis suplisi dg berbagai alasan. Alasan transferanlah yang paling nyata salah satunya bagi pengguna KRL rute Tn. Abang - Kota yg karena KD3 Langsam masih lama datengnya oleh pihak stasiun setempat suruh naik Ciliwung aja meski karcis di tgn mrk itu bener2 utk Klas Ekonomi non AC.
Belum lagi dg seringnya gangguan sinyal, wesel, perjalanan KA yg bentrok dg KA - KA jarak menengah dan jauh. Apa pantas kalau KRL Lingkar Jakarta dioperasiin banyak? Dg gitu, yg dari Serpong bisa turun di Ps. Senen, dr Tangerang bisa turun di Gambir dan dari Bekasi pun bisa turun di Duri.



![[Image: 9544964954_75d165f289_z.jpg]](http://farm4.staticflickr.com/3700/9544964954_75d165f289_z.jpg)

![[Image: iokl8h.jpg]](http://i56.tinypic.com/iokl8h.jpg)

![[Image: stasiunkeretaapibogor.jpg]](http://i908.photobucket.com/albums/ac282/andakh/stasiunkeretaapibogor.jpg)
