Posts: 165
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
5
kalo menurut aku sih ada beberapa:
1. mungkin karena pengaruh gaya tarik lokomotif yang nggak stabil
2. relnya 'keriting'
3. tanahnya labil
4. kurang ballast
5. antara bantalan dengan rel longgar
6. jenis bogie
(kalo untuk K-3, pake bogie K8 lebih 'anteng' daripada pake bogie K5)
CMIIW
yang mau nambahin silakan....
Posts: 451
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
1
Sebagai tambahan, mungkin selisih lebar gebong penumpang dgn lebar rel (1.067 mm) yg sangat jauh. Kalau pake lebar (gauge) rel 1435 mm, perjalanannya bisa lebih stabil. Tetapi kalo mengganti lebar semua rel yg ada sekarang ini tidak mungkin (terlalu mahal).
Pengalaman saya, gerbong pake bogie K9 dan bahkan K8 lebih "anteng" ketimbang yg pake K5. K5 lebih sensitif terhadap kondisi rel.
Posts: 1,376
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
12
Perlu diketahui bahwa roda tidak mencengkam kuat pada rel tp masih ada toleransi space untuk roda bergerak kekanan kiri, hal ini dikarenakan untuk mencegah keausan roda.
Bogie jg brpengaruh, pemakaian bogie yg kaku dapat menyebabkan guncangan yg berlebih dan dapat menyebabkan kerusakan komponen2 gerbong/kereta.
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri
Posts: 3,295
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
23
naik turun karena tracknya ga rata
kanan kiri karena tracknya ga lurus
penyebab track ga rata krn ballastnya kurang padat.
Keep Fighting Never Give
Posts: 4,227
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
83
Tapi terkadang kalau KA berjalan cukup kencang suka tiba-tiba "berdansa" ke kiri dan ke kanan? Itu kenapa ya?
Hal ini saya rasakan baik ketika menggunakan KA di Indonesia (metre gauge 1.067 mm) dan juga di Rumania (standard gauge 1.435 mm). Jadi, apa selain faktor boogie dan gauge (saya ga tau boogie yang mirip K berapa di Indonesia yang dipakai di Rumania), ada kemungkinan guncangan tersebut disebabkan juga oleh kecepatan kereta?
Posts: 702
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
3
guncangan sangat terasa masuk petak kya-bjr pas naik turangga.. Np pula K8 ga dipake lg?? Khususnya buat exa...
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Posts: 535
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
11
kayanya faktor bantalan dan ukuran rel jg berpengaruh ya..sepengalamanku track solo-jogja dan cirebon-cikampek paling halus goncangannya...
yg ekstrim emang gundih-brumbung..soalnya bnyk yg msh pake besi bantalannya (menurut cerita seorang teman yg naek ABA waktu diputer lewat jalur tsb-karena banjir di daerah grobogan-goncangannya tetep berasa banget katanya)..maybe faktor utama tetap rel/bantalan/ballast ya..CMIIW
entah untuk jalur prupuk-tegal apakah lebih ekstrim?
SAVE HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE)