Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur lingkar Ciliwung diganti dengan Railbus.
#1
Rekan-rekan semuanya, apakah perlu jika KRLI yg melayani jalur lingkar di Jakarta diganti dengan Railbus? Saya rasa hal itu masuk akal juga,dilihat dari kepraktisan n jarak jalur lingkar ciliwung yg relatif pendek, selain itu okupansi jalur ini tidak seperti komuter lainnya yg ada di Jabotabek. Jadi jika jalur ini dilayani dgn Railbus maka KRLI yg ada bisa diperbantukan utk menambah armada komuter Jabotabek. Maka dari itu sy butuh dukungan,saran maupun pendapat dari rekan2 smuanya yg sy hormati. Terimakasih, salam RF. MAJULAH KERETA APIKU...
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
#2
Mungkin kendala yang paling mendasar adalah kita belum mempunyai Rail Bus yang Siap Operasi btw memang benar , kalau dicermati okupansi KRL Lingkar tidak terlalu padat bahkan bisa dibilang biasa2 saja.
Rangkaian yang siap dan sudah ada ya KRLI yang tinggal ngglundung saja nggak banyak menyita perhatian karena memang diproyeksikan untuk KRL Lingkar. RB ini di desain berbobot lebih ringan ya lebih cocok dioperasikan di jalur yang ada / perintis dengan kondisi R 42 atau mungkin R 33. Tetapi kalau memang ada peluang menggantikan KRLI ya siapa takut...... ?
Reply
#3
usul yang baik mas,
mudah2n bisa cepat terealisasi
meskipun okupansi nya yg biasa aja,
dan berharap dgn adanya RB ini okupansinya bisa lebih bagus lagi
Reply
#4
(21-01-2011, 12:59 PM)kemal reza Wrote: usul yang baik mas,
mudah2n bisa cepat terealisasi
meskipun okupansi nya yg biasa aja,
dan berharap dgn adanya RB ini okupansinya bisa lebih bagus lagi

setuju! Dilihat dari okupansi ciliwung line itu minim,jd sayang KRLI-nya mlompong,jika kita lihat KRL KOMUTER JABOTABEK slalu penuh bhkan overload pd jam sibuk. Jika ciliwung line gunakan railbus pastinya akn lbh efisien,1 set railbus trdiri dari 3 unit n ini pastinya dpt mengakomodasi para calon pengguna Ciliwung line yg sepi2 aja jika dibandingkan dgn KRLI yg terdiri dari 4 unit dlm 1 setnya.
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
#5
Biar aja kalau lagi ada kasus kereta telat parah, penumpang bisa dioper pakai ciliwung. Kalau pakai railbus ya nggak muat
Reply
#6
Saya setuju banget. tp lebih setuju lagi jika busswaydi ganti sama Railbuss. jd pnumpang komuter bs lebih berhemat krn dya bs kluar dr stasiun dan berjalan di jalur bussway yg sblmnya di pasang rel. klo pemda DKI brani pasti jakarta lancar.
Suara lokomotif C201 yg bikin kangenLok Merah Biru
Reply
#7
(21-01-2011, 01:52 PM)m_ilhami Wrote: Biar aja kalau lagi ada kasus kereta telat parah, penumpang bisa dioper pakai ciliwung. Kalau pakai railbus ya nggak muat

justru itu mas,jd railbus itu hnya khusus utk ciliwung line aja n KRLI existingnya dihibahkn buat komuter jabotabek kl ga slh KRLI kan ada 2 set,jd sesuai standar KRL KOMUTER JABOTABEK yg 2 set or 8 gerbong.
[Image: overstappen.png]
(21-01-2011, 02:24 PM)tjcdes2009 Wrote: Saya setuju banget. tp lebih setuju lagi jika busswaydi ganti sama Railbuss. jd pnumpang komuter bs lebih berhemat krn dya bs kluar dr stasiun dan berjalan di jalur bussway yg sblmnya di pasang rel. klo pemda DKI brani pasti jakarta lancar.

ya mas,sy sependapat. Tp realita di lapangan,jgnkn busway dignti railbus,proyek monorail aja smpe skrng ga jelas! Back To Topic...dngn adanya railbus ini sy yakin bs lbh efisien n brmanfaat ketimbang pake KRLI yg slalu kosong,daripada kosong lbh baik digunakan utk mengisi kekosongan armada KRL KOMUTER JABOTABEK.
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
#8
Haha betul ,ada efisiensi dan efektifitasnya (1 set 3 gerbong) juga buat lingkar ciliwung

yang pasti cepat dan pakai pantograph (memanfaatkan LAA yang ada) Big Grin
mau sehat ? minumlah jamu !
[Image: Foto_047__bigger.jpg]
Reply
#9
(21-01-2011, 06:34 PM)Kyoshu Wrote: Haha betul ,ada efisiensi dan efektifitasnya (1 set 3 gerbong) juga buat lingkar ciliwung

yang pasti cepat dan pakai pantograph (memanfaatkan LAA yang ada) Big Grin

that's right,specnya railbus itu kl ga salah KRLDE (KERETA REL LISTRIK DISEL ELEKTRIK) jadi penggerak motor di railbus tsb,slain disel elektrik jg ada listriknya hnya tinggal dipasang pantographnya saja (ralat kalo salah).
[Image: overstappen.png]
(21-01-2011, 12:48 PM)BAMBANG EKO Wrote: Mungkin kendala yang paling mendasar adalah kita belum mempunyai Rail Bus yang Siap Operasi btw memang benar , kalau dicermati okupansi KRL Lingkar tidak terlalu padat bahkan bisa dibilang biasa2 saja.
Rangkaian yang siap dan sudah ada ya KRLI yang tinggal ngglundung saja nggak banyak menyita perhatian karena memang diproyeksikan untuk KRL Lingkar. RB ini di desain berbobot lebih ringan ya lebih cocok dioperasikan di jalur yang ada / perintis dengan kondisi R 42 atau mungkin R 33. Tetapi kalau memang ada peluang menggantikan KRLI ya siapa takut...... ?

ya mas Bambang. Sy hnya menganalisa n melihat dgn kedua mata sy yg masih awam juga dgn logika. Percuma saja 1 set KRLI yg digunakan pd jalur ini kosong kalaupun penuh hnya pd jam trtentu saja! Jika dgn RB mungkin akn lbh efisien dan KRLI yg ada bisa digunakan pd jalur lain yakni komuter jabotabek yg dilematis yg tak prnah lpas dari masalah. Jadi 2 set KRLI tsb bisa digunakan utk mengisi kekosongan di komuter jabotabek dan akan jauh brmanfaat.
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]
Reply
#10
setuju aja, asal, semua KRL dari arah penyangga jakarta (bogor, bekasi, serpong, tanggerang) cukup sampai di manggarai, jatinegara, tanah abang, duri, pasti deh lingkar ciliwung rame Big Grin plus line manggarai-kota tentunya
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)