Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
BERITA KDKA KUMPULIN DISINI...
#1
Kekerasan dalam Kereta Api (KdKA)


Sejak singkatan baru Kekerasan dalam Rumah Tangga, KdRT, diperdengarkan, muncul banyak kisah duka rumah tangga. Seakan membuka sumbat apa yang selama ini tersembunyi di balik kelambu rumah tangga. Idiom KdRT menjadi populer dan masyarakat serta- merta mengetahui pokok-pokok persoalan yang mengemuka. Lebih dari itu juga mulai ada penanganan. Saya ingin mendompleng dengan mengenalkan istilah Kekerasan dalam Kereta Api, KdKA, dengan harapan agar masyarakat lebih mengenali dan berani melaporkan bahwa banyak tindak kejahatan dalam gerbong kereta api, saat berjalan atau berdiam.

Lebih dari itu, pemerintah dalam hal ini yang mengurusi dan membawahi perkeretaapian seharusnya mengambil langkah strategis dan terencana untuk mengeliminasi. Kejahatan kriminal itu ada dan brutal, dan sesungguhnyalah bisa diatasi. Inilah kisah pilu yang dialami Ardi Rizki Yozho, 17 tahun, siswa kelas dua SMK ini sedang menjalani praktik kerja lapangan di Depo Kereta Api di daerah Tanah Abang. Dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Bekasi, di dalam gerbong kereta barang, dua preman merampas ponsel yang sedang digunakan mendengarkan musik. Perlawanan terjadi, Ardi dilempar ke luar kereta.

Kejadian berlangsung 25 Januari lalu, dan kini Ardi mengalami luka berat. Kehilangan sebagian kakinya, mengalami perdarahan otak, dan keluarganya dibelit ongkos perawatan, juga obat-obatan, serta ketidakpastian masa depan. Ardi adalah laki-laki. Bagaimana nasib penumpang lain yang perempuan? Bagaimana nasib para siswi atau ibu-ibu yang berada dalam posisi yang sama. Kejadian kekerasan berlangsung pukul 16.00, masih sore, masih ramai. Bagaimana pada malam hari? Ardi dilempar keluar begitu saja dan sempat ditolong masyarakat yang peduli.

Bagaimana yang menyerah, yang diam, dan tak melaporkan? Inilah yang harusnya menjadi perhatian dan segera diadakan penanganan. Saya menjadi nyinyir dengan menuliskan masalah-masalah kereta api, beberapa kali dalam rubrik ini. Juga meneriakkan secara khusus dalam salah satu program televisi selama satu jam. Juga bukan satu kali. Dan tak akan berhenti di sini. Karena sesungguhnya nasib buruk yang dialami Ardi tak akan pernah terjadi andai saja selama ini ada jaminan keamanan dalam kereta yang berjalan. Andai apa yang dulu disebut Polisi Khusus KA ada dan menjaga.

Dua preman yang merampas ponsel Ardi, yang kini tak bisa mengingat karena cedera otak, pastilah bukan hanya sekali itu melakukan tindak kejahatan. Juga bukan satu-satunya. Situasi yang rawan dalam gerbong, menyuburkan pemaksaan kehendak. Perampasan, pelecehan, yang akan berujung kepada penyiksaan atau bahkan pembunuhan. Dua preman perampas itu jelas kriminalis kelas abal-abal. Yang logikanya bengkok: apa untungnya membuang korban, kalau keinginannya sebenarnya hanya merampas ponsel, yang juga bukan kelas BB? Dua preman ini sangat mudah dikenali karena tampilannya bau keringat dan matahari, keberadaannya tanpa karcis, bikin ulah ribut.

Yang sebenarnya nyalinya ciut jika kena gertak. Tapi juga menjadi sangat nekad dan ngawur. Ngawur dalam menyasar korban, ngawur dalam menentukan benda yang dirampas, dan ngawur sekali dalam sebab-akibat. Itulah gambaran sadis, seperti merampas anting bayi secara paksa, padahal belum tentu emas, padahal hanya seperkian gram, yang menghiasi jalanan, pasar, atau tempat yang sebenarnya sangat mudah untuk ditangkap. Sehingga satu-satunya tindakan yang pas adalah mengusir atau menjauhkan mereka.

Dalam hal ini mengontrol keberadaan mereka di gerbong barang, atau di mana saja, dan mengusirnya. Kalau membandel, tangkap. Hanya itu idiom yang mereka pahami. Tak bisa dengan imbauan dan atau bahkan pembiaran. Kontrol mendasar lain yang bisa dilakukan adalah apakah mereka membeli karcis atau tidak, dan mengusirnya segera. Hal yang sama kalau diadakan razia, diadakan pemeriksaan mereka yang berada di stasiun, di gerbong yang berhenti di kegelapan, di emperan, di kursi ruang tunggu, di sepanjang rel.

Kereta api harusnya aman dari kekerasan sadis semacam ini. Dan ini semua bisa dilaksanakan tanpa perlu menyusun program khusus, tanpa perlu biaya besar, tanpa menunggu instruksi baru. Pembiaran ketidakamanan dalam kereta api adalah bagian dari kejahatan itu sendiri. Harus begitu kalau ada kehendak memihak masyarakat pengguna kereta api, yang adalah masyarakat kecil, yang tak memunyai akses lain. Harusnya!
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)