Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
AKSI JUANG AREK SUROBOYO I : NAPAK TILAS GERBONG MAUT YANG TERLUPAKAN
#1

[Image: 6056245874_941f71f124_z.jpg]
Peritiwa tragedi gerbong maut terjadi pada 23 November 1947, dimana para pejuang yang ditawan Belanda dipindahkan dari Bondowoso ke Surabaya menggunakan 3 rangkaian gerbong kereta barang. Ketika sampai di Surabaya setelah didata, di gerbong I No. GR 5769 sebanyak 5 sakit keras, 27 orang sehat tapi kondisi lemas lunglai, Gerbong II No. GR.4416 sebanyak 8 orang meninggal, 6 orang sehat, dan di Gerbong III No. GR. 10152 seluruh tawanan sebanyak 38 orang meninngal semua

Kini ketiga gerbong disimpan terpisah, satu gerbong dijadikan monumen di kota Bondowoso, satu gerbong ada di Museum Brawijaya Malang dan satu lagi ada di KOTA PAHLAWAN...SURABAYA... kondisi Gerbong Maut ini tidak terawat dan nyaris dilupakan keberadaannya

Maka dengan ini RoodeBrug Soerabaia Corner bekerjasama dengan Komunitas Pencinta Kereta Api ( KOMUTER ) dan Komunitas Surabaya Historical Reenactment mengadakan acara AKSI JUANG AREK SUROBOYO I : NAPAK TILAS GERBONG MAUT YANG TERLUPAKAN

Kumpul di RoodeBrug Soerabaia Corner jam 14.00 WIB
lalu berangkat bersama-sama ke Mayjen Sungkono

Acara :
Sabtu 20 Agustus 2011
Napak Tilas Gerbong Maut
Silaturahmi dan Perkenalan antar Komunitas,Instansi, masyarakat dan Media
Buka Puasa Bersama
Ditutup dengan nonton bareng layar tancap film perjuangan "KERETA API TERAKHIR"

Pendukung Acara :
1. Dewan Harian daerah 45
2. PT.KAI DAOPS VIII SB

Turut mengundang Komunitas :
Komunitas Film Jadul
Komunitas Filateli
Sjarikat Poesaka Soerabaia
Surabaya Tempo dulu
Komunitas Reenactor Surabaya dan Malang

juga didukung oleh rekan2 dari media

Acara ini GRATIS, tidak dipungut biaya, namun ada donasi sukarela untuk disumbangkan ke Veteran Cacat RI pada Aksi Juang selanjutnya tanggal 28 Agustus 2011

CP :
083830253008 (Anzhar)
081330047526 (Rizal)
Go Train Go Green
Reply
#2
Liputan Kegiatan oleh suarasurabaya.net
[Image: overstappen.png]
suarasurabaya.net| RoodeBrug Soerabaia Corner, Komunitas Pencinta Kereta Api (KOMUTER) dan Komunitas Surabaya Historical Reenactment mengadakan acara bertema Aksi Juang Arek Suroboyo I : Napak Tilas Gerbong Maut Yang Terlupakan.


[Image: createimage_small.php?d=kk&c=berita&b=20...82&angka=3]

Napak tilas ini diadakan di Gedung Dewan Harian Daerah 45 (DHD 45) Jl Mayjen Sungkono 106 Surabaya, Sabtu (20/8/2011). Acara ini didukung oleh Dewan Harian daerah 45 dan PT.KAI Daops VIII Surabaya

Komunitas yang ikut serta dalam acara tersebut adalah Komunitas Film Jadul, Komunitas Filateli, Sjarikat Poesaka Soerabaia, Surabaya Tempo Dulu dan Komunitas Reenactor Surabaya dan Malang.

Dwi Anggota Reenactor mengatakan, peritiwa tragedi gerbong maut terjadi pada 23 November 1947, dimana para pejuang yang ditawan Belanda dipindahkan dari Bondowoso ke Surabaya menggunakan 3 rangkaian gerbong kereta barang.

Ketika sampai di Surabaya setelah didata, di gerbong I No. GR 5769 sebanyak 5 pejuang sakit keras, 27 orang sehat tapi kondisi lemas lunglai, Gerbong II No. GR.4416 dari 46 orang sebanyak 8 orang meninggal, dan di Gerbong III No. GR. 10152 seluruh tawanan sebanyak 38 orang meninggal semua.

Kini ketiga gerbong disimpan terpisah, satu gerbong dijadikan monumen di kota Bondowoso, satu gerbong ada di Museum Brawijaya Malang dan satu lagi ada di Surabaya.

Gerbong Maut yang di Surabaya berada di komplek DHD 45 Jl. Mayjend Sungkono. Kondisinya tidak terawat dan nyaris dilupakan keberadaannya. Pohon tumbuh menembus beton pengganti gerbong sebenarnya. Bogie dengan empat roda sudah mulai berkarat di berbagai sisi. Tidak ada kanopi yang berfungsi meneduhkan dari cuaca.

Suhardi Djaharuddin Ketua Infokom DHD 45 mengatakan, ia bangga karena masih ada generasi muda yang peduli terhadap peninggalan sejarah. “Ini berarti sejarah bukan hanya milik orang tua. Sekarang generasi muda tertarik mempelajari sejarah” ujar Suhardi.

Sri Winarto Humas PT. KAI Daops VIII Surabaya mengatakan, pihaknya berencana untuk mengkondisikan perawatan gerbong tersebut agar bisa dijadikan monumen layaknya ikon Kota Bondowoso. Ia menambahkan masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan keaslian gerbong tersebut. Namun ia yakin bahwa Bogie yang ada pada gerbong tersebut asli karena ada tahun pembuatan menunjuk tahun 1920.


[Image: createimage_small.php?d=kk&c=berita&b=20...82&angka=2]

Di kesempatan yang sama menurut Anang Purwono Pemerhati Sejarah Kota Surabaya, yang harus dilakukan adalah menggali nilai-nilai melalui diskusi. Ia menambahkan Gerbong Maut tersebut memiliki potensi untuk dijadikan wisata kereta.(pri/ipg)

Foto: Prima suarasuarabaya.net
Go Train Go Green
Reply
#3
dipajang di sekitar tugu pahlawan mungkin bagus juga
INDONESIA dan Soerabaia tidak akan pernah mati didalam hatiku

my pictures at http://www.flickr.com/photos/34328266@N07/


Visit us at LIMA MATA PHOTOGRAPHY
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)