Poll: Menurut anda, KA tidur itu idealnya:
You do not have permission to vote in this poll.
Barang mewah, simbol pelayanan premium KA.
25.37%
17 25.37%
Ada kelasnya sehingga terjangkau yang kantong menengah agak kebawah.
64.18%
43 64.18%
Ngapain harus ada KA tidur?
10.45%
7 10.45%
Total 67 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Diskusi KA Tidur.
#1
Setelah membaca thread INI, saya kok tiba-tiba tergelitik: kenapa kok KA tidur tidak diadakan lagi di Indonesia?

Kenapa KA tidur harus ditiadakan? Kenapa harus dipandang sebagai barang mahal?

PAdahal adalah hak setiap orang untuk bisa mendapat perjalanan KA yang nyaman, sesuai dengan biaya yang dia bayar.

Apa dengan dibuat KA tidur, terus kapasitas angkut di KA berkurang? Kalau menurut perhitungan saya, satu gerbong KA Argo itu kalau dibuat gerbong tidur yang terdiri dari 7 kamar (mengingat jumlah jendelanya 7) dimana satu kamar 6 tempat tidur, maka satu gerbong sanggup memuat 42 orang.

Alasan kenapa kok saya mengangkat issue ini karena saya kepikiran orang tua saya kalau jalan jauh dari Surabaya ke Bandung biasanya mereka suka naik KA Turangga karena katanya bisa menghemat biaya akomodasi.

Cuman karena mereka sudah lansia, apa ya mereka harus semalam berada dalam posisi duduk seperti itu?

Kawan-kawan mungkin mau memberikan opini anda?
Reply
#2
iya mas, pdhal dulu ane liat cukup banyak yg tiduran melintang di lantai di celah tempat duduknya, sbelum akhirnya skarang dilarang tidur seperti itu di KA2 eksekutif karena menghambat orang lewat,,pdhal senyaman-nyamannya kursi, memang tidur itu idealnya ya berbaring,, ane sih setuju kalo kereta tidur dibuat kelas2,,ane suka dngan konfigurasi kereta tidur yg mas naiki di malaysia, jadi tidak dibuat kamar, tapi cukup sekat2 yg berisi tempat tidur tingkat,, ini juga IMO mengurangi resiko penyalahgunaan "tertentu" yg katanya merupakan salah satu alasan kereta tidur di indonesia dihapus
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#3
saya rasa memang diperlukan adanya penambahan KA untuk tidur atau istirahat tersebut, mengingat jarak dari perjalanan tersebut, dan tingkat lansia sebagai pengguna setia Kereta Api, jadi tak ada salahnya PT.KA merealisasikan kembali KA tidur tersebut CMIIW Big Grin Tersenyuum Salam Semboyan 35
Reply
#4
Saya pernah mengangkat issue ini sewaktu berbicara langsung dengan Dirkom PT. Kereta Api Indonesia (Persero), pak Wimbo. Jawaban belia? Ada 2:
-mau pesan dari INKA mahal.
-mau impor dari luar negeri (Jepang) kegedean.

Solusinya yang paling rebuilt gerbong yang existing. Tapi ya kapan mau dilaksanakan?

Kalau saya ya lebih support konfigurasi kompartemen yang satu kompartemen berisi 6 tempat tidur, jadi satu gerbong 42 tempat tidur. Dan pintunya hanya menggunakan gorden saja.

Itu yang kelas ekonomi atau bisnisnya.

Kalau kelas tidur EXA ya saya rasa kawan-kawan sudah bisa menebak seperti apa.
Reply
#5
(30-12-2011, 12:46 PM)mas_bagus_ajah Wrote: [spoiler]
Saya pernah mengangkat issue ini sewaktu berbicara langsung dengan Dirkom PT. Kereta Api Indonesia (Persero), pak Wimbo. Jawaban belia? Ada 2:
-mau pesan dari INKA mahal.
-mau impor dari luar negeri (Jepang) kegedean.[/spoiler]

Solusinya yang paling rebuilt gerbong Yang existing. Tapi ya kapan mau dilaksanakan?
Kalau saya ya lebih support konfigurasi kompartemen yang satu kompartemen berisi 6 tempat tidur, jadi satu gerbong 42 tempat tidur. Dan pintunya hanya menggunakan gorden saja.

Itu yang kelas ekonomi atau bisnisnya.

Kalau kelas tidur EXA ya saya rasa kawan-kawan sudah bisa menebak seperti apa.

Dari pada Ke dibuat kereta bagasi semua masih bagus untuk Kereta Tidur
Reply
#6
sebenarnya ini wacana yang sangat saya dukung dari dulu, coba saja. tidak mungkin kan ada bus/trevel yang pakai sistem seperti gerbong tidur.? andai saja PT ka mau melakuan untuk gerbong jarak jauh contoh, bima/malabar pasti penumpang nd okupasi akan naik secara cepat, berhubung kenyaman di tambah. tapi untuk keamanan harus di perketat lagi, jangan sampai ada penumpang mendapat pelecehan seksual atau mesum di gerbong tidur..
TUT TUT.. KOBONG..!!




~Presjam~
Reply
#7
klo ada KA tidur mah kaga usah ke hotel lagi pantekin deh tuh kasur di gerbong Ngiler
Reply
#8
(30-12-2011, 02:15 PM)ambarawa Wrote: klo ada KA tidur mah kaga usah ke hotel lagi pantekin deh tuh kasur di gerbong Ngiler

Dan itulah konsep yang dulu diusung KA Bima waktu masih KA tidur. ORang tua saya juga suka naik KA malam karena alasan menghemat biaya akomodiasi.

Walaupun semalaman di tempat duduk itu ya jelas tidak enak yah.
Reply
#9
bagaiamana agar PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dapat mengetahui unek2 ini ya?Mikir Dulu
semoga mereka mau merealisasikan ide ini coz memang bisa menjadi added value bagi KA,,utk meminimalisir resiko terjadinya hal2 yg tidak diinginkan, mngkin KA tidurnya bisa mencontoh KA tidur yg mas bagus naiki di malaysia,,

terus soalan tarifnya kira2 bermain di kisaran berapa ya?
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#10
(30-12-2011, 03:15 PM)Adolph Wrote: bagaiamana agar PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dapat mengetahui unek2 ini ya?Mikir Dulu

Tulis ke 12-15 koran nasional. Biasanya bisa ada kemungkinan untuk kebaca.

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)