30-12-2011, 12:05 PM
Setelah membaca thread INI, saya kok tiba-tiba tergelitik: kenapa kok KA tidur tidak diadakan lagi di Indonesia?
Kenapa KA tidur harus ditiadakan? Kenapa harus dipandang sebagai barang mahal?
PAdahal adalah hak setiap orang untuk bisa mendapat perjalanan KA yang nyaman, sesuai dengan biaya yang dia bayar.
Apa dengan dibuat KA tidur, terus kapasitas angkut di KA berkurang? Kalau menurut perhitungan saya, satu gerbong KA Argo itu kalau dibuat gerbong tidur yang terdiri dari 7 kamar (mengingat jumlah jendelanya 7) dimana satu kamar 6 tempat tidur, maka satu gerbong sanggup memuat 42 orang.
Alasan kenapa kok saya mengangkat issue ini karena saya kepikiran orang tua saya kalau jalan jauh dari Surabaya ke Bandung biasanya mereka suka naik KA Turangga karena katanya bisa menghemat biaya akomodasi.
Cuman karena mereka sudah lansia, apa ya mereka harus semalam berada dalam posisi duduk seperti itu?
Kawan-kawan mungkin mau memberikan opini anda?
Kenapa KA tidur harus ditiadakan? Kenapa harus dipandang sebagai barang mahal?
PAdahal adalah hak setiap orang untuk bisa mendapat perjalanan KA yang nyaman, sesuai dengan biaya yang dia bayar.
Apa dengan dibuat KA tidur, terus kapasitas angkut di KA berkurang? Kalau menurut perhitungan saya, satu gerbong KA Argo itu kalau dibuat gerbong tidur yang terdiri dari 7 kamar (mengingat jumlah jendelanya 7) dimana satu kamar 6 tempat tidur, maka satu gerbong sanggup memuat 42 orang.
Alasan kenapa kok saya mengangkat issue ini karena saya kepikiran orang tua saya kalau jalan jauh dari Surabaya ke Bandung biasanya mereka suka naik KA Turangga karena katanya bisa menghemat biaya akomodasi.
Cuman karena mereka sudah lansia, apa ya mereka harus semalam berada dalam posisi duduk seperti itu?
Kawan-kawan mungkin mau memberikan opini anda?


Salam Semboyan 35



