28-11-2008, 05:02 PM
Quote:Balai Kota, Warta Kota
Pelaksanaan mega proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta kembali molor dari jadwal. Pemerintah harus meninjau ulang kelayakan proyek itu, khususnya terkait detail teknis MRT Jakarta tahap I dari Lebakbulus-Dukuh Atas. Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan, peninjauan ulang detail teknis itu akan dilaksanakan akhir tahun ini dan membutuhkan waktu sekitar 15 bulan. Hal itu mengakibatkan pembangunan fisik MRT tahap I dipastikan mundur sekitar 2 tahun dari rencana awal yang sedianya dimulai pertengahan 2009.
Ââ€Sebenarnya studi kelayakannya sudah ada. Tapi, ternyata harus di-review lagi,†ujar Fauzi usai menerima perwakilan pemerintah Jepang untuk pendampingan proyek MRT Jakarta, di Balai Kota DKI, Selasa (25/11).
Peninjauan ulang detail teknis itu antara lain dilakukan untuk mengakomodasi masuknya perubahan lintasan MRT yang menghubungkan wilayah timur dan barat Jakarta. Pasalnya, Pemprov DKI menginginkan lintasan MRT timur-barat itu mampu menggantikan Jalur Biru Monorel yang dibatalkan pembangunannya.
Ââ€Jadi, nanti MRT timur-barat itu akan melalui Dr Satrio (seperti rute Jalur Biru Monorel), dan diperkirakan crossing-nya dengan MRT Lebakbulus-Dukuh Atas ada di Karet, Jalan KH Mas Mansyur,†ujar Fauzi.
Pemprov belum dapat memastikan lintasan MRT timur-barat itu akan melalui rute (titik-titik lokasi) mana saja. Namun, dipastikan rute lintasan MRT timur-barat itu jauh berubah dari rencana awalnya, dari Pulogebang-Duri, Jakarta Barat.
Kemungkinan besar rute itu akan dimulai dari Pulogebang-Kalimalang-Kampungmelayu di wilayah Jakarta Timur. Kemudian, lintasan MRT berlanjut ke Lapangan Ros Tebet-Casablanca-Dr Satrio-Karet-Tanahabang, hingga ke bagian barat Jakarta, Kebonjeruk melewati Tomang.
Ââ€Tapi, itu jangka panjang. Sekarang kita fokus di rute MRT utara-selatan dulu. Tahap pertamanya yang Lebakbulus-Dukuh Atas nanti akan dilanjutkan hingga ke Kota,†ujar Fauzi.
Menurut Fauzi, pekerjaan fisik MRT Lebakbulus-Dukuh Atas akan memakan waktu sekitar 5 tahun dan akan dimulai pada 2011. Pengoperasian kereta massal itu diperkirakan baru bisa dirasakan masyarakat pada 2016.
Proyek MRT Jakarta lintasan utara-selatan mendapat dukungan pinjaman dari Pemerintah Jepang. Tahap I pembangunannya dengan rute Lebakbulus-Dukuh Atas membuat pemerintah Indonesia dan Pemprov DKI berutang sekitar 650 juta dolar AS. Penandatanganan pencairan utang untuk proyek MRT Jakarta dijadwalkan pada Maret 2009.
Asisten Pembangunan DKI Sarwo Handayani mengatakan, pelaksanaan pengkajian ulang detail teknis MRT Jakarta diharapkan dapat dipersingkat dari 15 bulan menjadi 12 bulan. Sehingga, pekerjaan fisik MRT tahap I dapat dimulai lebih awal. (dra)
gimana tuh???




![[Image: ooters.jpg]](http://i872.photobucket.com/albums/ab285/ardianpuput/ooters.jpg)



![[Image: 2euifjl.jpg]](http://i53.tinypic.com/2euifjl.jpg)