Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Penipuan - penipuan di Lingkungan Daops I Jakarta
#1
Apakah teman2 menyadari... bagi yang berdomisili di Jabodetabek dan yang luar Jabodetabek, tapi pernah, sering atau pun jarang naik KA di Jabodetabek kalau sepanjang hari PT. KA Daops I bersama PT. KCJ sering melakukan tindakan - tindakan penipuan yang ada....
Bethe
Aku mau sekedar sharing aja nih....
1. Dijanjikan akan terintegrasi dengan KRL AC selanjutnya... namun yang ada pst naik bus umum yg mana krn di depan macet, tarif Rp 2.000 yg dah kita bayar dikembaliin Rp 1.000. Kita disurun naik bus yg belakang. Semisal Mayasari AC, tapi koq yg Mayasari AC dg jurusan yg sama gak kunjung lewat???? Yg ada nunggu hampir 1/2 jam lebih malahan naik Kopaja deh...
Begitu pun di KRL Jabodetabek.... Pernah bahkan sering... salah satunya saat aku dr Ps. Senen mau ke Serpong... Karcis sih KRL AC bertarif Rp 6.000 (kalo gak salah inget). Apa yg ada???? Naik KRL AC, turun di THB, tp dr THB justru KRL Ekonomi duluan yg dtg dr SRP. Mau gak mau drpd nunggu lama yah naik si KRL Eko drpdp ngejar waktu gak keuber... Pas melintas di Palmerah, datanglah si KRL AC dr SPR dr arah berlawanan...
2. Mana nih... pr penumpang atap, tp koq... tiap hari makin banyak aja yg duduk di atap????? Gak tegas dan memang sangat sangat sangat kurang tegas... Apa ini krn permainan Gapeka yg minim yah kalau kita perhatiin utk periode per 5 Desember 2011?
3. Nama - nama stasiun resmi yang tertera banyak yang fiktif belaka.... Ciater, Grogol, Permata Hijau dan Pd. Betung baru sebagian sedert nama2 stasiun yang gak pernah ada di permukaan Bumi ini... Grogol dan Pd. Betungh msh OK lha... pernah ada di permukaan Bumi...
4. Dijanjikan aktif utk bbrp lintas spt Kota - Priok, tp sampai skarang cuma dihumbar janji... Gak terlaksana... Jawabannya cuma "Tunggu dari Dirjen KA" aja...
5. Entah kenapa koq KRL Ekonomi dan AC (dahulu Ekonomi AC) gak ada yang melayani perjalanan ke-dari Tj. Priok?
6. Pelebaran peron2 stasiun yang ada spt Klender dan Kramat, tp sampai skr gak kunjung dilaksanain....

Kalau memang belum bisa dilaksanain, sebaiknya PT. KA harus lebih gentle yah... Mengakui kalau sampai kini belum sanggup... Jangan janji2 yg dinanti2 siap dilaksanain tp gak kunjung terlaksana terus yah....
Ayo apalagi mungkin keluhan dari teman2 sekalian?

#2
^^^^
wah.. jangan terlalu extrem gt mas... nge slow ajah Ngeledek

menurut saya seh, kurang tepat ya.. kalo dari banyak hal yg dituliskan Mas Dhana itu dikategorikan sebagai penipuan..... karena penipuan sendiri artinya kan ada pihak yang dirugikan, setelah melakukan kewajibannya secara utuh .... tapi di banyak hal di atas, tidak ada pihak yang dirugikan....

mungkin lebih tepatnya adalah, ketidak-mauan operator dalam memberikan info secara jelas.... dan untuk statemen saya kali ini, saya sedikit sepakat dengan yg dialami Mas pas transit di Tanah Abang, termasuk mulai menjurus ke penipuan.... tapi saya juga bingung dgn kekuatan statement tersebut...
Nah kasus lain lagi, kalo misal kita di tasiun kita tanya apa yg lewat duluan : pasti jawabannya CL.. padahal ada ekonomi mo masuk dan CL nya masi 1/4 jam lagi ... itu bisa dikatakan upaya menipu gak ???? trus mekanisme transit yg ga jelas.... ketika penumpang berkarcis CL transit, dan ga ada CL.. sehingga harus nyambung evan, operator ga mau tahu penumpang yg dirugikan haknya (seharusnya mendapat KRL AC setelah transit, tapi kenyataannya cuman dapat Evan)... tapi di sisi lain, kalo penumpang evan transit terus ga ada evan dan terpaksa nyambung CL walo bentaran doank.... pasti di pintu keluar tasiun udah diperlakukan kek "penjahat" aja ama PKD (beberapa kisah bisa dilihat di pesbuknya KRL mania).... itu dikategorikan gimana????
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
#3
beginilah realita PT KA di lapangan

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
#4
Wah... kalo soal mana yang lewat dulu, mungkin bakal dijawab "CL" atau pun "AC". Tapi kalau pas lihat di kertas kecil laminatingan di kaca loket tertulis semisal "KRL Ekonomi Bekasi 08.30" (misalnya aja lho...) berarti sudah jelas... Meski arloji menunjukkan pukul. 08.00 akan duluan yang masuk itu KRL Ekonomi. Meski kita tetepo nekad mau ke Bekasi naik CL yang semisalnya aja baru dateng pkl. 09.00 nantinya alias 1 jam lagi, tapi kita bilang "mbak Bekasi CL yah..." tetap saja si mbak ngasihnya karcis si CL.

Ketidak sinkronan terjadi sepanjang tahun.... Tidak cuma pas perubahan rute CL kyk skr ini... Memang jurusan Tj. Priok minim yang minat, tp tetap janji yah janji... Penamaan stasiun - stasiun yang ternyata masih fiktif (Ciater, Pd. Betung, dll) pasti sangat amat membuat para turis dan semua pendatang yg gak biasa naik KRL Jabodetabek akan amat sangat kebingungan. Semisal mau ke Plaza Bintaro, mau turunnya di mana? Untung mrk pasti berbekal nanya dulu minimal ke penumpang sebelah yang menjawab di Pd. Ranji.
Kalau perosalan dioper ke KRL yang notabene bukan kelasnya yah itu wujud ketidak beresan dalam mengatur jadwal.

#5
^^^
waahh... Mas Dhana masih percaya ama jadwal ya mas... Ngakak
di lintas selatan.. loket evan dan CL dipisah mas... dan di loket evan tidak pernah dipampang tulisan yg seperti mas Dhana posting... evan jam berapa, boro-boro evan... jam2 CL aja ga ditulis... cuman ada loket evan dan loket CL ... trus di loket CL cuman tulisan harga tiket n tulisan sanksi2 nagi penumpang yang melanggar ... tapi tidak pernah ada keterangan, adanya kompensasi bagi konsumen yg dilanggar haknya Ngakak

trus jadwal itu cuman buat yg hafal aja mas.... di lintas selatan ngaco semua kalo pagi.. antara jam 6-7 cuman ada 5 CL dan ga ada satu pun yg dari depok (jaman express ada 10 KRL non-evan di jam2 sibuk itu) .. spt yg ane tulis di trid sebelah, di jadwal seh tulisannya doank banyak... tapi kenyataannya...Ngakak

hmmmm... kalo melihat sudut pandang tulisan, keknya kita sedikit berbeda mas.... ane melihat dari sudut pandang KRL sebagai media bagi penglaju, sementara mas Dhana menggunakan sudut pandang KRL sebagai media railfanning dan bagi wisata... mangkanya beberapa hal ga ketemu
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
#6
Maaf mas Dana dan rekan member...,

Untuk sementara thread ini saya lock...
Ada baiknya sebelum mempost sesuatu yang berhubungan dengan nama baik suatu instansi dan (asumsi) tuduhan alangkah baiknya disertakan bukti, dasar yang relevan, hasil investigasi dan statistik lapangan serta statement yang relevan sebelum mengambil keputusan apakah suatu tindakan dikategorikan sebagai sesuatu yang dituduhkan atau ingin dikomentari.

Dan baiknya lebih berhati-hati dikemudian hari,.

Terima kasih.

[Image: spammingsj0.gif]


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)