Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
L O D A Y A - Malam (KA 76) vs Pagi (KA 73)
#1
Bulan ini, akhirnya saya berkesempatan untuk menjajal jalur kereta api Bandung-Solo, dalam rangka liburan setelah adik saya menyelesaikan Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar. Rasanya, kurang afdol apabila, dalam perjalanan perdana saya ke Jawa dengan kereta api, saya tidak membuat sebuah laporan perjalanan...

Baik, dengan ini saya buka laporan perjalanan saya...

Semuanya dimulai dari kunjungan saudara saya dari Solo pada tanggal 28 April 2012. Mereka datang menggunakan Kereta Api Lodaya Pagi dari Solo. Tinggal selama sekitar 2 minggu, dan berencana kembali pulang pada tanggal 10 Mei 2012. Kebetulan, hari itu adalah hari pertama setelah usainya rangkaian Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar. Akhirnya, tercetuslah ide untuk berlibur ke Solo...

Singkat cerita, langsung saja saya diminta untuk mengecek harga tiket Lodaya keberangkatan 10 Mei 2012 pagi, 11 Mei 2012 malam, dan 13 Mei 2012 pagi untuk perjalanan pulang. Karena budget yang akhirnya terhitung cukup besar untuk sebuah liburan dadakan, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba mencari tiket promo. Perhitungannya, dengan cukup mendapatkan 2 tiket promo per perjalanan, kami dapat menghemat sampai dengan Rp. 820.000,-.

Akhirnya kami berangkat menuju Kantor Reservasi Tiket Stasiun Bandung. Namun, disana kami memperoleh jawaban di luar harapan: tiket promo dari/ke Solo sudah habis, baik Lodaya maupun KA-KA lain via Solo. Seakan tidak puas, kami mencoba ke Customer Service Stasiun Bandung, hanya untuk mendapatkan jawaban yang sama. Namun, niat liburan tetap terlaksana walau memesan tiketnya secara bertahap. Tiket keberangkatan tanggal 10 diperoleh pada H-4 (Minggu, 06 Mei 2012), keberangkatan tanggal 11 diperoleh pada H-3 (Selasa, 08 Mei 2012), dan keberangkatan tanggal 13 diperoleh pada H-4 (Rabu, 09 Mei 2012). Ketika itu, tiket KA 74 tersisa 135 tiket, KA 76 tersisa 48 tiket, dan KA 73 tersisa 57 tiket, semuanya jumlah total dari kelas Eksekutif dan Bisnis, bukan per kelas.

Singkat cerita, tanggal 10 adik dan ibu saya, beserta saudara saya berangkat mendahului saya dan ayah saya menggunakan KA 74 Lodaya Pagi. Mereka mendapatkan tempat duduk di Eksekutif 2, dengan nomor kereta K1 0 64 12 (ex. K1-64513) BD, di kursi baris 5 dan 6, sisi C dan D. Dilaporkan bahwa kereta dipenuhi oleh turis lokal maupun mancanegara. Berikut laporan perjalanan yang saya peroleh dari adik saya:

08:00 Bandung
11:41-11:45 Banjar
12:39-12:49 Kawunganten, X KA 73 SLO-BD
13:31-13:39 Kroya
14:09-14:12 Gombong
14:52-14:55 Kutoarjo
15:20-15:22 Wates
15:43-15:48 Yogyakarta
16:10-16:11 Klaten
16:32 Solobalapan

Perjalanan memang sempat mengalami keterlambatan, tapi pada akhirnya justru KA 74, yang dugaan saya digeret lokomotif bernomor lambung CC 203 01 (95 01) YK, bisa tiba di Solobalapan lebih cepat 2 menit dari jadwal pada pukul 16:32. Keluhan dari ibu saya hanyalah AC yang kurang dingin, sisanya memuaskan.

Malam pun berlalu dan matahari kembali terbit pada pagi Jumat, 13 Mei 2012. Hari itu bakal menjadi kali pertama saya menikmati perjalanan kereta api ke timur Bandung. Paginya, saya menjalani kuliah seperti biasa. Pulang kuliah, saya diberi amanat untuk membeli camilan. Sorenya, sekitar pukul 17:00 kami bersiap untuk meninggalkan rumah ketika hampir saja terjadi sebuah mimpi buruk...

Mau tahu kelanjutannya? Tetap stay tune ya...
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#2
Kayaknya seru neh.....
Cepet dilanjut ya om....Xie Xie

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#3
Jangan lupa kelanjutannya, saya liat di Trit TR Argo Parahyangan punya sampeyan akhir ceritanya tidak dijelaskan
Reply
#4
Mimpi buruk-nya apa tuh...(Maaf kalau saya "KEPO" Big Grin)
BTW, Lanjutin cerita-nya ya... Big Grin
Proud to be a Railfans!
Reply
#5
@ all: OK, akan segera saya lanjutkan. Draft TR-nya udah siap, tinggal pasang fotonya... Big Grin

@ Maulana Malik: yg tgl 6 bulan 6 ya? Iya nih, kepotong gara-gara videonya blm ter-upload semua, maaf ya jadi gak dilanjut, soalnya udah kelamaan...

Tapi tenang aja, yg ini akan saya selesaikan sampai tamat... Big Grin
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#6
Mimpi Buruk Apa?? Mikir Dulu Dan Nunggu Kelanjutan TRnya Mas Lavie (L O D A Y A - Malam (KA 76) vs Pagi (KA 73) )
Make yourself usefull to other.
Reply
#7
(21-05-2012, 03:22 PM)fajar_muhammadBJS Wrote: Mimpi buruk-nya apa tuh...(Maaf kalau saya "KEPO")
BTW, Lanjutin cerita-nya ya...

(21-05-2012, 03:49 PM)Alifiardi Aditya M Wrote: Mimpi Buruk Apa?? Dan Nunggu Kelanjutan TRnya Mas Lavie (L O D A Y A - Malam (KA 76) vs Pagi (KA 73) )

Hmm, apa ya mimpi buruknya? Mari kita lanjutkan laporan perjalanannya...

Menjelang keberangkatan, seperti yang saya katakan sebelumnya, hampir terjadi sebuah mimpi buruk. Ketika kami melakukan pengecekan terakhir sebelum berangkat, semua perlengkapan sudah komplit, kecuali TIKET. Ya, tiket KA 76 Lodaya Malam yang menjadi benda vital dalam perjalanan ini, lupa disimpan dimana. Cek sana-sini, tidak ada. Saya ingat betul, saya simpan di salah satu buku ayah saya yang dibawanya dalam salah satu tas bawaan kami, tapi tetap tidak ada. 20 menit berlalu, barulah akhirnya tiket tersebut ditemukan terselip di antara kertas-kertas di dalam tas ayah saya.

Sebenernya, andaikan tiket bener-bener hilang dan kondekturnya mau memahami kondisi saya, saya bisa berangkat dengan mengandalkan foto berikut, yang tersimpan di dalam kamera saya:

[spoiler=tiket]

[Image: 7240903476_8b39b46ea2_c.jpg]

IMG_2345 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Tapi ayah saya tidak bisa, karena foto tiketnya tidak ada. Ya beruntunglah, tiketnya bisa ditemukan tepat pada waktunya...

Setelah memastikan tiketnya benar dan bukan tiket bekas, kami pun mulai berangkat dari rumah pada pukul 17:30. Cari ojek, tidak ada. Kami pun berjalan sejauh kurang lebih 500 meter sampai 1 kilometer menuju pangkalan ojek berikutnya, dimana tersedia 2 pengemudi ojek untuk 3 pelanggan. Untunglah, salah satu calon pengguna mengerti keadaan kami yang sedang mengejar kereta, sehingga kami bisa menggunakan 2 ojek yang tersisa tadi menuju pangkalan angkot. Di pangkalan pun tidak terlihat adanya angkot. Aduh, sudah taksi diorder sejam gak dateng, ojek harus jalan sekilo dulu, sekarang angkot tujuan stasiun tidak ada. Butuh waktu 15 menit barulah ada angkot yang datang, menjemput kurang lebih 6 penumpang yang telah menunggu. Di perjalanan, cukup dua kali angkut dan angkot kami sudah penuh hingga ada bocah yang bergelantung di pintu saking penuhnya minibus �unyu� itu.

Di pertigaan Gunung Batu-IPTN, terjadi kemacetan luar biasa akibat arus yang tersendat di pertigaan tersebut. Jam sudah menunjukkan pukul 18:00 dan kami masih terjebak di sini. Beruntung, dari balik Terowongan Cibogo, muncul sesosok sedan dengan lampu di atapnya. Langsung saja kami turun dari angkot dan menyambar pintu taksi tersebut. Dan baiknya pula, si supir taksi mau mengambil jalan potong lewat komplek IPTN. Singkat cerita, kami pun tiba di stasiun pada pukul 18:45.

Tiba di stasiun, kami mendatangi gerai restoran cepat saji masakan Jepang, Hoka-Hoka Bento. Saya berharap, orderan dapat segera diperoleh sehingga saya bisa memotret rangkaian Kereta Api Ekspres Malam Turangga yang telah siap berangkat dari jalur 1. Tapi ternyata, menu yang diinginkan lagi habis, dan harus dibuat dulu. Alhasil, KA 38 keburu berangkat sebelum saya masuk ke areal peron.

Melihat rangkaian Kereta Api Ekspres Malam Lodaya telah mulai dinaiki penumpang, kami pun memutuskan untuk ikut naik juga. Ternyata, kami mendapatkan tempat di kereta bernomor seri K1 0 67 04, yang terdapat di ujung depan rangkaian sebagai Eksekutif 1 KA 76...

[spoiler=K1 0 67 04]

[Image: 7240904750_8ef412952b_c.jpg]

IMG_2346 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Di tiap kursi telah tersedia bantal bersarung warna hijau ditemani selimut berwarna hijau pula, yang dibungkus dalam plastik...

[spoiler=bantal dan selimut]

[Image: 7240906984_3efee3fc3b_c.jpg]

IMG_2347 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Tapi, alangkah kagetnya, ketika kami naik hawa di dalam kereta terasa sangat amat panas dan pengap. Padahal, biasanya, 1 jam sebelum keberangkatan AC sudah dinyalakan. Ketika kami bertanya kepada salah satu petugas on-train cleaning (OTC), kami menerima jawaban bahwa AC baru dinyalakan kembali sehingga masih terasa panas. Pantas saja...

Setelah mengatur barang bawaan, sambil menunggu AC mendingin kami stand-by di bordes yang lebih sejuk. Saya menjenguk ke Eksekutif 2, nomor seri K1 0 66 06, yang kondisi AC-nya tidak jauh berbeda. Saya coba foto interior kereta berlivery Argo tersebut, yang dalamnya tidak berbeda dengan kereta berlivery Eksekutif-Bisnis...

[spoiler=K1 0 66 06 BD]

[Image: 7240908940_90d76ffbe6_c.jpg]

IMG_2348 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Tidak berapa lama, pada pukul 19:20 diumumkan bahwa di jalur 5 segera masuk Kereta Api Ekspres Argo Parahyangan dari Gambir. Saya segera turun ke peron untuk memotret kereta bernomor perjalanan 26 yang digeret lokomotif bernomor lambung CC 201 99 milik Dipo Induk Lokomotif Bandung...

[spoiler=KA 26 ft. CC 201 99 BD]

[Image: 7240910754_58018504e1_c.jpg]

IMG_2349 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Mau tahu kelanjutannya? Kami segera kembali setelah pariwara berikut ini... Big Grin
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#8
Kami kembali...

Setelah Argo Parahyangan tiba dengan keterlambatan hampir 20 menit, saya kembali ke rangkaian Lodaya. Saya foto dulu bagian luarnya...

[spoiler=Eksterior K1 0 67 04 BD]

[Image: 7241193642_51d7005286_c.jpg]

IMG_2350 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Dan ini dalamnya. Terlihat para penumpang sudah mulai naik, dan saat itu AC-nya sudah mendingan...

[spoiler=Interior K1 0 67 04 BD]

[Image: 7241196584_ec9f57a7ef_c.jpg]

IMG_2351 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Hampir 10 menit sejak KA 26 tiba, terdengar pengumuman bahwa dari arah timur segera masuk di jalur 1 rangkaian Kereta Api Ekspres Argo Wilis dari Surabaya. Terlihat sorot lampu lokomotif berhidung miring datang dari arah timur, berbelok masuk ke jalur paling pinggir sisi selatan. Dan ketika mendekati sisi samping rangkaian Lodaya, jepret! Si CC 203 04 Dipo Induk Lokomotif Bandung pun tertangkap jepretan kamera saya...

[spoiler=KA 5 ft. CC 203 04 BD]

[Image: 7241198826_a51b797732_c.jpg]

IMG_2352 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr

Suasana sesaat setelah rangkaian KA 5 berhenti, penumpang mulai turun dari kereta...


[Image: 7241201270_fe205aa6fe_c.jpg]

IMG_2353 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

M1 0 98 01 dengan nameplate yang memiliki kesalahan ketik, seharusnya ARGO WILIS malah menjadi ARGO WILLIS, serasa merk mobil Amerika saja...

[spoiler=ARGO WILLIS]

[Image: 7241203924_84dfd7b993_c.jpg]

IMG_2355 copy oleh sM!Le_221193, di Flickr
[/spoiler]

Segera kembali setelah yang satu ini... Big Grin
Visit my new blog at https://idrailnews.wordpress.com/

Visit also:
YouTube Channel
Twitter
Reply
#9
Iklan-nya dicepetin dong... Big Grin
Proud to be a Railfans!
Reply
#10
Wah dapat nomor 11A om?
Itu mah dulu nomor yang dipromoin buat lodaya malam....Ngakak

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)