Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Oknum TNI Diduga Aniaya Kepala Stasiun Lempuyangan
#1
Oknum TNI Diduga Aniaya Kepala Stasiun Lempuyangan
Sutarmi | Glori K. Wadrianto | Senin, 11 Juni 2012 | 15:34 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Stasiun Besar Lempuyangan Daerah Istimewa Yogyakarta R.Zaini dianiaya oleh dua orang yang diduga oknum TNI saat ia melakukan pemeriksaan tiket Kereta Api Ekonomi Progo jurusan Stasiun Lempunyangan - Pasar Senen, Minggu (10/6/2012) kemarin. Zaini dipukul di bagian kepala belakang dan stafnya di bahu kanan. "Saat kami melakukan pemeriksaan tiket kereta api, ada dua orang yang tidak mau menunjukkan kartu identitas tapi menunjukkan tiket. Saat kami stop untuk tidak masuk ke kereta, yang bersangkutan malah menantang,"kata Zaini, di kantor PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops VI Yogyakarta, Senin (11/6/2012).

Zaini menjelaskan, sesuai program PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bahwa per tanggal 1 Juni 2012 nama dalam tiket harus sesuai identitas. Petugas melakukan pemeriksaan dan sosialisasi sejak Mei. Dalam periksaan ini semua penumpang harus menunjukan kartu identitas, tanpa kecuali anggota TNI. "Anggota TNI harus legowo saat diperiksa petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Kalau tiket reduksi atau potongan biaya tiket kereta harus menunjukkan KTA. Jangan sampai menjelekkan intitusinya sendiri,"kata Zaini.

Hal yang sama disampaikan advicer PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops 6 Yogyakarta M. Mucharom, pemeriksaan tiket kereta api juga sudah sesuai dengan Surat Telegram Panglima TNI Nomor 60 Tahun 2011 tentang aturan masalah reduksi bawah TNI harus tunduk dan patuh pata PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam pemeriksaan tiket. Selain itu, TNI diminta mendukung, menjaga keamanan dan ketertiban dan koordinasi dengan Polri. Surat Telegram Nomor 485 Tahun 2011 pada 25 Mei 2011 bahwa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) diperbolehkan memberikan sanksi terhadap anggota TNI yang melakukan pelanggaran terhadap nota kesepahaman antara TNI dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terkait pemberian tarif reduksi atau potongan tarif tiket PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Bahkan dalam Surat Telegram pada 12 Februari 2012 bahwa diintruksikan oleh KSAL, KSAU dan Komandan Garnesum, untuk dengan sungguh-sungguh mengawasi pelaksanakan nota kesepahaman. "PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak hanya semaunya sendiri, tapi melaksanakan surat telegram. Kalau ada anggota TNI yang melanggar jangan komplain ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tapi ke Panglima TNI,"tegas Mucharom.

Sumber :
http://regional.kompas.com/read/2012/06/...empuyangan


Heran Cape deh....Sakit
Baiknya masuk forum utk Lintas Selatan apa gabung ama thread yg pemberitaan menyangkut KA nih om momod? Bingung

Reply
#2
Ya begitulah anggota TNI kita.... mentang2 tentara jadi semena-mena. Tapi ini mendingan punya tiket, biasanya ga punya tiket *ups
[Image: onion54.gif]
Reply
#3
Beritanya ga imbang, ga ada penjelasan dari pihak TNI.
Reply
#4
Yg nonjok ketauan beli di calo,klo doi kasi unjug KTa pasti disuruh turun & rugi,mending diantem ae lah.wkakakakaka.

udahlah pak tentara,kan sudah disuruh CARI TRANSPORTASI LAIN kok masi ngotot naik k3 sih,mending yg waras ngalah deh,timbangane "sakit jiwa" & brujung melakukan tindak kriminal.qiqiqiqi
Reply
#5
(12-06-2012, 07:54 AM)megaloblast Wrote: Beritanya ga imbang, ga ada penjelasan dari pihak TNI.

Hahaha masak mau debat sama PT. KAI...
[Image: sadomaso.gif]
Reply
#6
Saya mau berbagi pengalaman saya sekitar tahun 2007 di Stasiun Tegal, ada oknum anggota yang marah marah mengamuk kepada PPKA Stasiun Tegal, untung berhasil di lerai oleh Anggota Provost yang kebetulan bertugas jaga di Stasiun Tegal. kisahnya adalah ketika saya sedang hendak pulang ke Jakarta menunggu Senja Utama Semarang di Stasiun Tegal sekitar jam 20.00, Lalu dari Timur masuk rangkaian kereta Kaligung Jurusan Semarang Tegal. yang berakhir di Stasiun Tegal, lalu satu persatu penumpang Kaligung turun dari KA hingga kereta hampir sama sekali kosong. di dalam KA masih ada beberapa penumpang termasuk perempuan yg kelihatannya suaminya terlambat menjemput dan dia tidak berani turun dari KA, lalu PPKA setelah mendapat info dari kondektur memberi signal aman ke masinis KA Kaligung untuk kembali ke Depo. dan KA pun bergerak menuju Depo KA Tegal.

Rupanya didalam kereta masih ada anggota TNI yang mencari istrinya dari ujung kereta, begitu istrinya ketemu, si masinis sudah menjalankan KA ke Dipo sehingga terbawalah mereka. sekitar 15 menit kemudian terjadi keributan di Peron Stasiun Tegal, Oknum Anggota marah marah kepada crew yg bertugas sampai suaranya yg besar terdengar kemanamana (mungkin sampai Pusdiklat Balai Yasa Tegal bisa denger) dan mengancam2, katanya kenapa masih ada orang di kereta tapi sudah jalan ke Dipo, tapi masinis bilang dia sudah dapat signal hijau dari PPKA, lalu PPKA berkilah kalau kondektur sudah bilang penumpang sudah habis dan kondektur pun berkilah, bahwa memang biasanya setiap malam, ada penumpang yang ikut sampai Dipo karena lebih dekat kerumah daripada mbecak. untungnya malam itu ada Anggota Provost n Anggota TNI AL yg bertugas jaga Stasiun sehingga amanlah crew crew kereta dari tonjokan si Oknum...

Duh... gara gara istri takut turun dari KA n tetep nunggu suami di atas KA.. akhirnya orang ga salah jadi dimarahi..
RF fajarwe, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Nov 2010.
Reply
#7
wkwkwkwkwk...............harap maklum aja gan
Reply
#8
(12-06-2012, 02:29 PM)sepurman Wrote: wkwkwkwkwk...............harap maklum aja gan

maksuud lo ...
maklum gundulmu :nohope:
Reply
#9
(12-06-2012, 01:55 PM)fajarwe Wrote: Saya mau berbagi pengalaman saya sekitar tahun 2007 di Stasiun Tegal, ada oknum anggota yang marah marah mengamuk kepada PPKA Stasiun Tegal, untung berhasil di lerai oleh Anggota Provost yang kebetulan bertugas jaga di Stasiun Tegal. kisahnya adalah ketika saya sedang hendak pulang ke Jakarta menunggu Senja Utama Semarang di Stasiun Tegal sekitar jam 20.00, Lalu dari Timur masuk rangkaian kereta Kaligung Jurusan Semarang Tegal. yang berakhir di Stasiun Tegal, lalu satu persatu penumpang Kaligung turun dari KA hingga kereta hampir sama sekali kosong. di dalam KA masih ada beberapa penumpang termasuk perempuan yg kelihatannya suaminya terlambat menjemput dan dia tidak berani turun dari KA, lalu PPKA setelah mendapat info dari kondektur memberi signal aman ke masinis KA Kaligung untuk kembali ke Depo. dan KA pun bergerak menuju Depo KA Tegal.

Rupanya didalam kereta masih ada anggota TNI yang mencari istrinya dari ujung kereta, begitu istrinya ketemu, si masinis sudah menjalankan KA ke Dipo sehingga terbawalah mereka. sekitar 15 menit kemudian terjadi keributan di Peron Stasiun Tegal, Oknum Anggota marah marah kepada crew yg bertugas sampai suaranya yg besar terdengar kemanamana (mungkin sampai Pusdiklat Balai Yasa Tegal bisa denger) dan mengancam2, katanya kenapa masih ada orang di kereta tapi sudah jalan ke Dipo, tapi masinis bilang dia sudah dapat signal hijau dari PPKA, lalu PPKA berkilah kalau kondektur sudah bilang penumpang sudah habis dan kondektur pun berkilah, bahwa memang biasanya setiap malam, ada penumpang yang ikut sampai Dipo karena lebih dekat kerumah daripada mbecak. untungnya malam itu ada Anggota Provost n Anggota TNI AL yg bertugas jaga Stasiun sehingga amanlah crew crew kereta dari tonjokan si Oknum...

Duh... gara gara istri takut turun dari KA n tetep nunggu suami di atas KA.. akhirnya orang ga salah jadi dimarahi..

kalo untuk masalah ini, mungkin bisa diambil hikmahnya, mengingat kalo setau saya kan tidak sembarangan orang masuk dipo.
kalo selama ini yang kita lihat di Indonesia, bahkan masih di spoor cuci pun terkadang penumpang sudah ada yang masuk.

[Image: 30dl4ie.jpg]
Reply
#10
hrusnya mereka sadar diri. Mentang2 jdi tentara pegang senjata, masinis sma PPKA malah pegang nyawa -_-"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)