Posts: 344
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
2
Mungkin banyak yg ga tahu kl dahulu ada stasiun pakualaman yg terletak di desa kriyan, kulon progo. Stasiun ini terletak di antara stasiun kedundang (non aktif karena double tarck yk-kta dioperasikan) dengan stasiun wates (masih aktif). Dahulu di stasiun ini ada percabangan rel ke tambang mangaan di daerah kliripan yg mana rel ini melewati sebelah timur makam kriyan (di makam ini dimakamkan leluhur saya, ki lurah kriyan sepuh , yg masih keturunan sri sunan amangkurat jawi sultan keraton mataram). Dahulu waktu saya kecil sering main2 di eks stasiun itu, bahkan bapak saya dahulu sering naik ka di stasiun pakualaman untuk memjual kain2 batik ke pasar beringharjo di yogyakarta. Btw adakah teman2 di sini yg punya fotonya? Terus terang aja saya pengin melihat foto stasiun ini. Eks stasiun ini sdh dibongkar waktu pembangunan double track yk-kta n sekarang sama sekali ga ada bekasnya...
Posts: 344
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
2
Stasiun kedundang ada di petak rel yk-kta sedang stasiun ketandan ada di petak rel yk-slo. Kedua stasiun itu sama2 sudah non aktif setelah double track kta-yk-slo dioperasikan, tp bangunan stasiun kedundang n ketandan masih ada...
Posts: 1,158
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
8
Wah
jadi penasaran
stasiun yg anda maksud ini ada di jalur cabangnya apa masih di jlur utama kta-slo om??
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Posts: 958
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
7
daerah kulon progo yah???hmmmm....baru tau juga ini..ntar kalo ada waktu ke YK...dicari ini bekasnya...
Posts: 344
Threads: 0
Joined: May 2012
Reputation:
2
Ternyata menurut thread sebelah percabangan jalur lorinya ga cuma sampai kliripan...tapi sayang bgt bangunan stasiun dan jalur cabang lorinya dah lenyap tak berbekas sama sekali...
Posts: 65
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
0
Salam Kenal mas kuli bangunan...
kampung ibu saya juga di sekitar situ. tepatnya desa kopok kulon kelurahan tawang sari (pasar jombokan ke timur)
menurut penuturan ibu saya... stasiun pakualaman bukan hanya ramai dengan angkutan pertambangan, tetapi juga dengan penglaju baik yang akan berdagang ke Yogyakarta (kata ibu saya, mbah laki-laki saya dahulu berdagang es di jalan malioboro), maupun anak sekolah yang akan menuju ke kecamatan pengasih dan sekitarnya (turun di halte kali menur), sebab dahulu sekolah masih sangat jarang...
Ibu saya juga sering bercerita bahwa untuk menempuh perjalanan yang jaraknya hampir tujuh kilo meter, jama dulu pilihannya hanya dua yaitu bersepeda atau naik kereta... dan setiap naik kereta pasti okupansinya tinggi.... jadi walaupun statusnya halte, tapi aktifitasnya lumayan tinggi...
RF pecintabordes, selalu membeli tiket dari loket.