Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Trip Report Malioboro Ekspress ML-YK PP (7019 & 7020)
#1
Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
TR ayas kali ini mencoba KA Malioboro Ekspress PP dari ML-YK (7019) dan YK-ML (7020) pada hari kedua pemberangkatan yaitu pada hari Sabtu tanggal 22 September 2012... Sebelumnya ayas mohon maaf bila TR ini sangat sederhana, dan Foto-fotonya juga ala kadarnya dan tidak begitu lengkap fotonya karena ayas hanya mengambil foto saat berhenti atau kebetulan sempat mengabadikan dan seringkali panik saat mengetahui ada momen2 penting yang ayas alami sehingga foto seringkali tidak sempurna (atau bahasa latinnya "Nge-Blur" Hehehehehe)... Apalagi TR ayas ini mayoritas menceritakan perjalanan ayas saat berangkat ke YK dibandingkan perjalanan saat pulang menuju ML karena untuk mengambil foto dan mendeskripsikan perjalanan tidak mampu ayas lakukan pada malam hari yaitu pada saat perjalanan pulang ke ML... Di perjalanan ini ayas ternyata tidak sendirian karena ada rekan RF +444 juga yang berangkat bersama ayas bernama Ferdy, namun dia naik dari ML sedangkan ayas dari KPN (Kepanjen) dan kita berdua baru saja bertemu alias kopi darat karena selama ini hanya menggunakan FB sebagai penyambung tali silaturrahmi...

Oke tanpa menunggu lama, kita mulai saja TR ini dimulai dengan pemesanan Tiket PP Moleks yang ayas beli pada hari Jumat tanggal 21 September 2012 atau tepat 4 Jam setelah pemberangkatan perdana Moleks... Untuk bisa merasakan dan membedakan kenyamanan di kereta Moleks ini, ayas sengaja membeli tiket PP dengan kelas yang berbeda... Saat berangkat ke YK, ayas membeli tiket Eksa dengan harga Rp. 132.000,- (tarif reduksi TNI/POLRI) dengan nomor tempat duduk Eksa-2/6D sedangkan pada saat kembali ke ML ayas membeli tiket Ekonomi AC dan kebetulan ayas mendapatkan tiket Promo seharga Rp. 50.000,- dengan nomor tempat duduk Eko-1/12B...

Tiket PP
[spoiler]
Dari KPN ke YK

[Image: 2012-09-21123805-1.jpg]

Dari YK ke KPN

[Image: 0Tiket1drYKkeML.jpg]
[/spoiler]

Maaf, ayas bukan bermaksud untuk menyombongkan diri dengan menunjukkan Tiket Eksa bertarif reduksi kepada rekan2... Ayas menggunakan fasilitas itu karena harga tiket Eksa yang begitu mahal sehingga terpaksa ayas gunakan fasilitas yang ayas miliki... Tidak ada maksud lain selain itu dan ayas pun tidak pernah menggunakan fasilitas ini sebelumnya setiap naik kereta... Jadi, Learning Point yang dapat ayas share disini adalah jangan pernah semata-mata hanya karena memiliki fasilitas lebih seperti ini sehingga kita dengan sesuka hati memanfaatkannya tanpa adanya pertimbangan...
Okelah kita lanjut...

Singkat cerita, setelah KA Moleks tiba di Stasiun Kepanjen pada Pukul 09.14 Wib ayas pun masuk kedalam Kereta Eksa-2 sesuai dengan tiket yang ayas pegang... Suasana dalam Rangkaian Kereta Eksa Moleks ini tergolong sangat longgar... Dari Kereta Eksa ini dapat dilihat bahwa okupansi masih sangat minim mungkin karena mepetnya waktu promosi atau sebab lain ayas juga tidak begitu paham... Karena tidak ada orang, ayas pun beralih ke Eksa 3... Menurut rekan-rekan RF yang ayas ketahui dari FB maupun Forum ini bahwa Rangkaian Kereta Eksa ini adalah Ex-Taksaka...

Suasana dalam Kereta Eksa-3 yang cukup ekslusif
[spoiler]
Nomor tempat duduk ayas

[Image: 1Berangkat.jpg]

Interior Eksa 3 dari sisi belakang (searah dengan kereta)

[Image: 2Berangkat.jpg]

Interior Eksa 3 dari sisi depan (berlawanan dengan arah kereta)

[Image: 3Berangkat.jpg]

Sarung kursi dari Daop 6 YK

[Image: 4Berangkat.jpg]
[/spoiler]

Pada saat pukul 09.56 wib, tiba-tiba ayas dikagetkan dengan berhentinya kereta Moleks di Stasiun Kesamben. Awalnya ayas mengira sesuai dengan Gapeka 2011 yang tercantum di Malka No. 54 (Malka Tambahan) bahwa Moleks ini (KA 7019) tidak berhenti di Stasiun Kesamben kecuali Moleks KA 7020 yang sesuai Gapeka berhenti di Stasiun ini. Padahal saat itu tidak ada silangan dengan KA Penataran 364. Sedangkan persilangan dengan KA Penataran 364 terjadi saat Moleks berangkat dari Kepanjen masuk jalur 1 dan Penataran masuk jalur 2.

Moleks Berhenti di Kesamben.
[spoiler]

[Image: 5StasiunKesamben.jpg]
[/spoiler]

Tiga menit kemudian tepatnya pukul 09.59 wib Moleks kembali melanjutkan perjalanan ke Stasiun berikutnya. Kemudian di Stasiun Talun, Kereta ini LS.

Berjalan Langsung di Stasiun Talun
[spoiler]

[Image: 6StasiunTalun.jpg]
[/spoiler]

Pada pukul 10.28 wib Kereta ini tiba di Stasiun Garum dimana di Stasiun ini Moleks berhenti resmi. Disamping itu juga bersilang dengan KA Penataran 366.

Di Stasiun Garum
[spoiler]
Memasuki Stasiun Garum

[Image: 8GarumSilang.jpg]

Bersilang dengan KA Penataran 366 (foto diambil dari dalam kereta)

[Image: 9GarumSilang.jpg]
[/spoiler]

Pukul 10.32 wib, PPKA Stasiun Garum memberangkatkan Kereta ini untuk melanjutkan perjalanan ke Stasiun Blitar.

PPKA Stasiun Garum memberangkatkan Moleks
[spoiler]
Aksi PPKA

[Image: 10PPKAGarum.jpg]

Moleks berjalan meninggalkan Stasiun Garum

[Image: 11ByeGarum.jpg]
[/spoiler]

Pukul 10.42 wib Moleks tiba di Stasiun Blitar.

Stasiun Blitar
[spoiler]
Platname Stasiun Blitar

[Image: 12StasiunBlitar.jpg]

Suasana dalam Peron Stasiun Blitar

[Image: 13StasiunBlitar.jpg]
[/spoiler]

Di stasiun ini, ayas mencoba untuk berjalan menuju K3 AC untuk menemui teman ayas yang bernama Ferdy. Kemudian menyempatkan diri untuk mengambil foto interior K3 AC. Sayangnya, di dalam K3 AC urutan kedua dari depan ini tidak terlihat adanya penumpang lain selain teman ayas. Sangat sepi.

Suasana di dalam K3 AC Moleks
[spoiler]
Tempat duduk longgar

[Image: 15CariTemandiK3AC.jpg]

Ferdy terlhat sedang "mBordes"

[Image: 14CariTemandiK3AC.jpg]
[/spoiler]

Tiba-tiba ayas merasa lapar dan berpikiran untuk memberi makanan. Kebetulan Ferdy mengatakan bahwa di Stasiun ini Nasi Pecelnya enak. Ayas kemudian menghampiri Ferdy, mengajaknya membeli Nasi Pecel yang kebetulan ada di mulut pintu K3 AC tempat Ferdy berdiri "mBordes". Agak mahal untuk ukuran nasi pecel seharga Rp. 5.000,- tapi ayas tidak terlalu berpikir mahal/murah yang penting perut terisi dulu. Hehehehehehehe... Selanjutnya ayas pun makan Nasi Pecel itu dengan lahap ditemani Ferdy (tentunya di K3 AC). Rupanya Ferdy tidak bersedia makan karena masih kenyang. Ya sudah, ayas lanjutkan makan saja... Nyam...Nyam...Nyam...

Makan dengan Lahap
[spoiler]

[Image: 16NakamLecepBlitardiK3AC.jpg]
[/spoiler]

Sedikit menambahkan cerita sebelum di Stasiun ini ada kejadian dimana Ferdy menghampiri ayas ke tempat duduk ayas di Eksa 2. KP Moleks mengetahui bahwa Ferdy bukan penumpang Eksa. Akhirnya Sang KP Moleks-pun mempersilahkan Ferdy untuk meninggalkan Eksa dan kembali ke K3 AC. KP Moleks juga mengatakan kepada kami bahwa apabila ingin menemui teman, sebaiknya ayas yang menemui Ferdy karena tiket ayas Eksa, artinya ayas bebas mau duduk dimana saja baik di Eksa maupun di K3 AC. Pada saat ayas makan Nasi Pecel di K3 AC itulah, KP kemudian melakukan PS bersama dengan Polsuska dan Crew Moleks lainnya. Kemudian memeriksa tiket kami berdua dan tidak ada masalah. Yah, kami berdua juga diam saja karena memang salah sejak dari awal. Jadi, kami akhirnya juga meminta maaf kepada KP dan Polsuska atas kejadian tersebut.

Lanjut lagi ya...
Pukul 10.50 wib Moleks kembali melanjutkan perjalanan meninggalkan Stasiun Bitar. Dari Stasiun ini ayas kemudian kembali ke tempat duduk ayas di Eksa 2. Kemudian ayas teringat dengan aplikasi Handphone Android ayas yang bernama "Ulysse Speedometer". Tentunya rekan2 semua tahu kegunaan aplikasi ini yaitu untuk mengukur kecepatan kendaraan yang kita naiki termasuk juga Kereta Api. Ya meskipun masih selisih sekitar 2 s/d 3 Km per jam dengan GPS Speedometer di Kabin Lokomotif (menurut teman ayas di Depo Lokomotif ML), tapi setidaknya kita bisa tahu berapa kira-kira kecepatan kendaraan yang kita naiki. Langsung saja ayas buka aplikasinya itu dan mencatatnya dengan foto.

Taspat yang ditunjukkan oleh aplikasi setelah Moleks berjalan meninggalkan Stasiun Blitar menuju Stasiun berikutnya yaitu Tulungagung.
[spoiler]

[Image: 17TaspatlepasBlitar.jpg]
[/spoiler]

Pukul 11.27 wib, Moleks tiba di Stasiun Tulungagung.

Stasiun Tulungagung.
[spoiler]

[Image: 18StasiunTulungagung.jpg]
[/spoiler]

Di Stasiun Tulungagung ini ayas hunting foto. Kemudian bertemu dengan "Sang Argo Pecok" di sisi kiri kereta Moleks.

Argo Pecok
[spoiler]

[Image: 19KetemuArgoPecok.jpg]
[/spoiler]

Setelah hunting sebentar, ayas menuju Reska untuk memesan Kopi Hitam seharga Rp. 8.000,-. Lumayan lah buat mengusir kantuk yang sudah menyerang. Kalo ayas ngantuk, kemudian tidur, ayas jadi nggak bisa bikin Trip Report nantinya. Hehehehehe... Playboy

Kopi Hitam ala Reska Moleks
[spoiler]

[Image: 20BeliKopidiReska.jpg]
[/spoiler]

Pukul 11.29 wib, Moleks kembali melanjutkan perjalanan menuju stasiun berikutnya yaitu Stasiun Kediri. Pukul 12.06 wib akhirnya sampai juga di Stasiun Kediri. Di Stasiun ini ayas kembali hunting foto lagi. Kemudian mengabadikan rangkaian KA Brantas.

Rangkaian KA Brantas di Stasiun Kediri
[spoiler]
KA Brantas K3

[Image: 22KetemuRangkaianBrantasACSplit.jpg]

Platname KA Brantas

[Image: 23PlatnameBrantas.jpg]
[/spoiler]

Ternyata Hoki memang tidak kemana. Ayas mendengar dari pengeras suara PPKA bahwa Moleks akan diberangkatkan setelah KA Kelud Ekspress masuk Jalur 3. Karena nggak pengen ketinggalan momen, akhirnya ayas pun keluar dari kereta lewat pintu sebelah kanan. Sambil menunggu KA Kelud Ekspress masuk, ayas sempatkan "Nyumet Argo Sedot" juga. Karena ayas ngempet. Kan di dalam kereta tidak boleh merokok. Tapi jangan ditiru ya. Kalo ketahuan PKD bisa dimarahin ntar.

KA Kelud Ekspress
[spoiler]

[Image: 25KeludEkspress.jpg]


[Image: 26KeludEkspress.jpg]
[/spoiler]

Setelah KA Kelud Ekspress masuk, Pukul 12.12 wib Moleks kembali melanjutkan perjalanan. Taspat pada aplikasi menunjukkan angka 72 Km/Jam.

Taspat selepas Stasiun Kediri
[spoiler]

[Image: 27TaspatlepasKediri.jpg]
[/spoiler]

Pukul 12.44 wib Moleks tiba di Stasiun Kertosono. Stasiun persilangan 24 Jam yang juga Stasiun tempat parkirnya rangkaian Bangunkarta. (CMIIW) Ayo Hunting Foto lagi....

Stasiun Kertosono
[spoiler]
Platname Stasiun Kertosono

[Image: 29StasiunKTS.jpg]

Suasana Emplasemen Stasiun Kertosono

[Image: 29StasiunKTS.jpg]

Platname PUK Stasiun Kertosono

[Image: 30PUKKTS.jpg]
[/spoiler]

Foto lain di Stasiun Kertosono
[spoiler]
Emplasemen Stasiun Kertosono

[Image: 31EmplasemenKTS.jpg]

Apakah ini Rangkaian KA Bangunkarta??? CMIIW...

[Image: 32RangkaianBangunkartadiKTS.jpg]
[/spoiler]

Kemudian ayas mendengar bahwa Moleks akan segera diberangkatkan. Posisi ayas masih dipintu masuk Kereta Eksa Moleks. Mengabadikan foto PPKA yang memberangkatkan dan lain-lain. Pukul 12.47 wib, Moleks pun bergerak perlahan dan kemudian semakin cepat meninggalkan Stasiun Kertosono.

Moleks Meninggalkan Stasiun Kertosono
[spoiler]
PPKA Memberangkatkan Moleks

[Image: 33PPKAKTS.jpg]

Platname Stasiun Kertosono disisi barat saat kereta berjalan

[Image: 34ByeKTS.jpg]

Tampak dari jauh Emplasemen Stasiun Kertosono

[Image: 35ByeKTS.jpg]
[/spoiler]

Setelah meninggalkan Stasiun Kertosono, Moleks semakin melaju tanpa hambatan. Stasiun Baron, Sukomoro, Nganjuk, Bagor, Wilangan, Saradan dan Caruban pun dilewati dengan cepat. Taspat di lintas ini sebagaimana ditunjukkan aplikasi tercatat 86 Km/Jam.

Perkiraan Taspat di lintas Kertosono-Madiun
[spoiler]

[Image: 36TaspatlepasKTS.jpg]
[/spoiler]

Ayas juga menyempatkan mengambil foto dari tempat duduk saat kereta berada di petak Wilangan-Saradan. Tepatnya di JPL Hutan Awar-awar.

JPL di Hutan Awar-awar
[spoiler]
Dari Jauh

[Image: 37JPLHutanAwar-awar.jpg]

Dari dekat

[Image: 38JPLHutanAwar-awar.jpg]
[/spoiler]

Pukul 13.45 wib, Moleks tiba di Stasiun Madiun. Berharap bisa memotret rangkaian Lokomotif BB 301 25 Kuning Hijau. Ternyata benar. Sesampainya di Stasiun Madiun ayas melihat di Dipo Lokomotif ada BB 301 25 sedang beristirahat didampingi dengan rangkaian KRDI (CMIIW, ayas tidak tahu rangkaian KA apa namanya karena tidak pernah melihat sebelumnya). Ya langsung aja ayas ambil fotonya.

Stasiun Madiun
[spoiler]
Peron Stasiun Madiun

[Image: 39MasukStasiunMN.jpg]

Rangkaian KRDI bersanding dengan Simbah BB 301 25 Kuning Hijau. Old and New.

[Image: 40DepoKeretaMN.jpg]

Rangkaian KRDI

[Image: 41DepoKeretaMN.jpg]

[/spoiler]

Kemudian Pukul 13.52 Moleks kembali melanjutkan perjalanan. Cukup lama memang Moleks berhenti di Stasiun Madiun ini. Padahal tidak ada persilangan dengan KA apapun. Saat meninggalkan Stasiun Madiun, ayas masih berdiri di pintu Kereta untuk mengabadikan foto KRDI dari dekat karena ayas masih penasaran dengan rangkaian itu. Mungkin rekan-rekan ada yang mengetahui???

Rangkaian KRDI dan Platname Stasiun Madiun
[spoiler]

[Image: 42DepoKeretaMNdanMadiunJaya.jpg]
[/spoiler]

Perjalanan setelah meninggalkan Stasiun Madiun membuat Moleks berjalan dengan taspat lebih cepat. Saat ayas memantau dengan aplikasi Android, tercatat mencapai kecepatan 109 Km/Jam. Tanpa berlama-lama, Moleks pun sampai di Stasiun Paron pada pukul 14.11 wib. Hanya membutuhkan waktu 19 menit untuk tiba di Stasiun Paron setelah berangkat dari Stasiun Madiun.

Taspat dan Stasiun Paron
[spoiler]
Perkiraan Taspat pada petak Madiun-Paron

[Image: 43TaspatlepasMN.jpg]

Stasiun Paron

[Image: 44MasukStasiunParon.jpg]
[/spoiler]

Cukup 3 menit saja Moleks berhenti di Stasiun Paron karena Sinyal keluar telah dibuka oleh PPKA Stasiun Paron pada pukul 14.14 wib.

Sinyal keluar Stasiun Paron
[spoiler]

[Image: 45SinyalterbukaParon.jpg]
[/spoiler]

Selepas dari Stasiun Paron, Taspat moleks agak menurun sebanyak 4 Km/Jam tepatnya 105 Km/Jam dan stabil berada di kecepatan itu. Menurut Gapeka, Stasiun pemberhentian berikutnya adalah Stasiun Masaran.

Perkiraan Taspat selepas Stasiun Paron
[spoiler]

[Image: 46TaspatlepasParon.jpg]
[/spoiler]

Pukul 14.41 wib, Tibalah di Stasiun Masaran yang membuat ayas kaget. Bagaimana tidak, awalnya ayas mengira Masinis KA Moleks terlalu bersemangat membawa Moleks melaju dengan taspat yang cukup tinggi karena saat rangkaian kereta berhenti kereta Bagasi yang berada diurutan paling belakang melewati peron Stasiun Masaran. Setelah ayas turun untuk mengecek, ternyata memang emplasemen Stasiun Masaran yang letak sinyal keluarnya berada di ujung barat jauh. Sedangkan posisi Stasiun Masaran berdekatan dengan JPL. Sehingga panjang rangkaian kereta tidak memungkinkan untuk berada pas ditengah stasiun seperti distasiun-stasiun lain yang ayas ketahui. Ayas pun berjalan ke Kereta Eksa paling belakang sendiri kemudian membuka pintu kereta untuk mengambil foto Stasiun Masaran.

Stasiun Masaran
[spoiler]
Stasiun Masaran dari jauh (maaf terhalang tiang listrik)

[Image: 47StasiunMasaran.jpg]

Emplasemen Stasiun Masaran yang sangat berdekatan dengan JPL (foto diambil dari Kereta Eksa paling belakang)

[Image: 48EmplasemenStasiunMasaran.jpg]
[/spoiler]

Setelah lama menunggu di Stasiun Masaran kurang lebih 15 menit, terdengar suara dari PPKA melalui pengeras suara yang menyampaikan bahwa di Jalur 2 akan berjalan langsung KA 6 Argo Wilis. Kontan saja hal itu membuat ayas berbalik pandangan ke arah barat dan menunggu momen silangan dengan KA 6 Argo Wilis yang belum pernah ayas lihat secara langsung.

Silang dengan KA 6 Argo Wilis
[spoiler]
KA Argo Wilis mulai terlihat dari kejauhan

[Image: 49SilangKAArgoWilisdiMSR.jpg]

KA Argo Wilis tampak dari dekat berjalan langsung. Wuuussszzzz....!

[Image: 50ArgoWIlis.jpg]
[/spoiler]

Setelah KA 6 Argo Wilis melewati Stasiun Masaran, Moleks melanjutkan perjalanannya pada pukul 15.12 wib. Cukup lama di Stasiun Masaran mungkin membuat Masinis KA Moleks ini menggeber Lokomotif CC 204 11 06 habis-habisan. Tercatat di aplikasi Android, taspat mencapai 119 Km/Jam...!!! Wuah... Serem, Seru, dan sekaligus hebat Performa Si CC 204 11 06 ini... Top Banget

Perkiraan Taspat selepas Stasiun Masaran
[spoiler]

[Image: 51TaspatlepasMasaran.jpg]
[/spoiler]

Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Moleks untuk mencapai Stasiun Solo Balapan. Hanya 14 Menit atau tepatnya pukul 15.26 wib, Moleks yang sudah mulai mengurangi kecepatannya pun perlahan mulai memasuki Emplasemen Stasiun yang juga menjadi judul lagu Om Didi Kempot ini.

Masuk Stasiun Solo Balapan
[spoiler]
Platname Stasiun Solo Balapan

[Image: 52MasukSoloBalapan.jpg]

Disambut oleh Lokomotif CC 201 41 di Stasiun Solo Balapan

[Image: 53DisambutCC20141.jpg]
[/spoiler]

Setelah kereta berhenti, ayas pun tidak sia-siakan waktu untuk hunting di sekitaran Emplasemen Stasiun Solo Balapan. Sayangnya, di Stasiun ini tidak ada Kereta lain atau momen silang dengan kereta lainnya. Ya cukuplah untuk mengambil foto di dalam Stasiun Solo Balapan yang cukup bersih dan asri.

Stasiun Solo Balapan
[spoiler]
Emplasemen Stasiun Solo Balapan

[Image: 55EmplasemenSoloBalapan.jpg]

Cukup bersih dan asri

[Image: 54SoloBalapanCukupBersih.jpg]

Platname di pintu masuk Stasiun Solo Balapan

[Image: 57PintuMasukSoloBalapan.jpg]

Pintu Keluar Stasiun Solo Balapan dan Pos Kemanan

[Image: 56PintuKeluarSoloBalapan.jpg]
[/spoiler]

8 Menit waktu yang dibutuhkan KA Moleks singgah di Stasiun Solo Balapan. Pukul 15.34 wib KA Moleks meninggalkan Stasiun Solo Balapan menuju Stasiun terakhir yaitu Stasiun Tugu Yogyakarta. Saat kereta berjalan, pandangan mata ayas terpusat pada sisi kanan kereta. Disitu ada rangkaian Kereta entah KRDI atau KRDE berwarna ungu. Karena belum mengenal rangkaian kereta itu, ayas mencoba mengambil fotonya dari dalam kaca kereta. Mungkin ada rekan-rekan yang bisa membantu rasa penasaran ayas? Apakah nama rangkaian kereta itu?

Kereta Ungu
[spoiler]

[Image: 58KetemudgnKRD.jpg]
[/spoiler]

Taspat di petak Solo Balapan-Yogyakarta ini ternyata tidak secepat pada petak Masaran-Solo. Tercatat taspat berkisar antara 85 sampai dengan 90 Km/Jam.

Perkiraan taspat di petak Solo Balapan-Yogyakarta
[spoiler]

[Image: 59TaspatlepasSoloBalapan.jpg]
[/spoiler]

Ditengah perjalanan antara petak Solo Balapan - Yogyakarta ada sekitar 3 kali bersilang dengan Kereta dari arah Barat. Kecepatan kereta itu juga relatif sama dengan laju Kereta Moleks. Sayangnya ayas tidak sempat mengambil foto kereta-kereta itu dan hanya bisa melihat dari tempat duduk dengan perasaan terkejut sekaligus terhibur.

Selain itu, ada momen yang ayas tunggu-tunggu. Yaitu di Stasiun Maguwo yang seperti kita semua tahu Stasiun Maguwo ini berdekatan dengan Bandara Adi Sucipto (Seperti nama Kadaop X ya??? hehehehehehe). Ayas pun bergegas mengambil tas ransel dan kemudian berjalan menuju ke K3 AC sekaligus menemui teman ayas Ferdy. Ayas kemudian mengajak Ferdy untuk "mBordes" lagi dan mencoba mengambil foto suasana di Bandara Adi Sucipto. Memang terasa cukup aneh bagi ayas untuk mengambil foto saat kereta berjalan dengan kecepatan yang relatif cukup tinggi. Selain itu kamera pocket yang ayas bawa juga tidak begitu bagus. Kamera pocket ayas Casio seri EX-ZS5 yang hanya 4.0 MP. Jadi semua foto2 yang ayas tampilkan disini menggunakan kamera pocket itu. Yah, tidak ada masalah. Tidak ada salahnya mencoba meski spek kamera sangat minim. Yang penting rekan2 RF semua bisa mengetahui dan menikmati laporan perjalanan yang ayas buat ini.

Bandara Adi Sucipto
[spoiler]
Viaduct menjelang Bandara Adi Sucipto

[Image: 60ViaductMaguwo.jpg]

Rumah Sinyal, eh salah, maaf maksud ayas Ruangan pengendali/kontrol lalu lintas udara Bandara Adi Sucipto.

[Image: 61BandaraAdiSucipto.jpg]

Emplasemen, eh salah, maaf salah sebut lagi. Ini landasan pacu dan penunjuk arah angin di Bandara Adi Sucipto

[Image: 62PenunjukArahAngin.jpg]
[/spoiler]

Masih tetap di Bordes, ayas dan ferdy dikejutkan kembali dengan peristiwa berhentinya Moleks di Stasiun Brambanan secara mendadak karena Sinyal keluar Stasiun Brambanan yang saat ayas lihat belum terbuka. Ternyata memang tahan sinyal. Kemudian hanya 2 menit saja KA Moleks diijinkan berjalan kembali dan sinyal keluar pun terbuka.

Berhenti di Stasiun Brambanan
[spoiler]
Platname Stasiun Brambanan

[Image: 63StasiunBrambananTahanSinyal.jpg]

Moleks berjalan meninggalkan Stasiun Brambanan

[Image: 64LepasBrambanan.jpg]
[/spoiler]

Karena KA Moleks sudah kembali berjalan, ayas pun ngobrol dengan Ferdy. Sekaligus bertanya-tanya tanda rasa penasaran ayas "Kenapa tadi di Stasiun Brambanan ditahan sinyal?" Rasa penasaran ayas pun mulai hilang sejak KA Moleks masuk di Stasiun Lempuyangan. Rupanya, saat Moleks ditahan sinyal di Stasiun Brambanan tadi, masih menunggu KA Progo sedang dilangsir di Stasiun Lempuyangan (CMIIW). Karena saat Moleks masuk Stasiun Lempuyangan dan berjalan langsung, ayas melihat dari pintu kereta sebelah kanan bahwa rangkaian KA Progo berjalan mundur. Mungkin memang waktunya untuk langsira KA Progo mengingat KA Progo berangkat dari Stasiun Lempuyangan sekitar pukul 16.45 wib (CMIIW)

Rangkaian KA Progo di Stasiun Lempuyangan
[spoiler]

[Image: 65BersilangKAProgodiLPN.jpg]
[/spoiler]

Perasaan senang meliputi hati ayas saat KA Moleks melewati Viaduct/Jembatan menjelang Stasiun Yogyakarta. Kemudian melintasi JPL Stasiun Yogyakarta dengan suara sirine dan model palang pintu yang khas mengiringi Kereta masuk kedalam emplasemen Stasiun.

Menjelang Stasiun Yogyakarta
[spoiler]
Viaduct/Jembatan

[Image: 67SudahMulaiMasukYK.jpg]

JPL Stasiun Yogyakarta

[Image: 68JPLYK.jpg]

Emplasemen di ujung timur Stasiun Yogyakarta

[Image: 69EmplasemenYK.jpg]
[/spoiler]

Pukul 16.24 wib atau terlambat sekitar 4 menit dari Gapeka yaitu 16.19 wib KA Moleks tiba di Stasiun Yogyakarta, Stasiun megah dan luas di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedatangan Moleks ini disambut oleh KA Prameks berwarna kuning. ayas kemudian mencoba hunting sebentar di Stasiun ini. Selamat Datang di Yogyakarta Daop VI.

Di dalam Stasiun Yogyakarta
[spoiler]
KA Prameks

[Image: 70KetemuPramex.jpg]

Kereta Khusus Wanita di KA Prameks

[Image: 71KeretaKhususWanitaPramex.jpg]

Dipo Lokomotif Yogyakarta tampak dari kejauhan

[Image: 72EmplasemenYK.jpg]
[/spoiler]

Dimulailah petualangan ayas di Yogyakarta. Sesuai dengan rencana awal, jalan-jalan menuju JL. Malioboro pun disetujui. Bersama dengan Ferdy, menyusuri JL. Malioboro cukup membuat ayas puas mengingat di Yogyakarta masih relatif sore yang artinya masih ada waktu sekitar kurang lebih 4-5 jam berjalan-jalan atau blusukan di Maliboro. Meski tujuan utama ayas hanya mencoba Kereta Moleks PP untuk bisa merasakan kenyamanan di KA Moleks dan sekaligus menyalurkan hobi, tapi anggap saja sedang rekreasi harapannya bisa sejenak melupakan aktifitas rutin sehari-hari dan melepas penat. Kali ini ayas akan mengajak rekan2 menikmati keindahan Kota Yogyakarta khususnya di JL. Malioboro. Selamat menikmati.

Jalan-Jalan di Yogyakarta
[spoiler]
Monumen Kereta Api di Pintu Masuk Parkiran Stasiun Yogyakarta

[Image: 74MonumenKAYK.jpg]

Sedikit Narsis

[Image: 75Poseduludonk.jpg]

Suasana di Jalan yang dekat dengan PJL Stasiun Yogyakarta

[Image: 76KeluarStasiunYK.jpg]

Suasana JL. Malioboro dari kejauhan

[Image: 77MasukJalanMalioboro.jpg]

Platname JL. Malioboro

[Image: 78PlatnameJalanMalioboro.jpg]

Narsis dibawah Platname JL. Malioboro dengan Ferdy

[Image: 81PoseBerdua.jpg]
[/spoiler]

Lanjutan Jalan-Jalan di Malioboro
[spoiler]
Berkunjung di Toko Batik Mirota. Terlihat ada seorang wanita tua yang sedang membatik.

[Image: 82MasukMirotaBatik.jpg]

Senja di Eks Istana Kepresidenan

[Image: 83SenjadiEksIstanaKepresidenan.jpg]

Suasana malam di Yogyakarta

[Image: 84SuasanaMalamYK.jpg]

"...Musisi jalanan mulai beraksi...." (nyontek lirik lagunya Kla Project-Yogyakarta)

[Image: 85SuasanaMalamYK.jpg]

Pose di Tugu Batik

[Image: 86PosediTuguBatik.jpg]
[/spoiler]

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.15 wib. Waktu jalan-jalan terasa amat singkat mengingat waktu keberangkatan KA Moleks pada pukul 21.00 wib. Akhirnya ayas memutuskan untuk segera kembali ke Stasiun Yogyakarta dengan jalan kaki. Bisa saja sebenarnya ayas naik kendaraan (becak, andong atau lainnya) ke Stasiun Yogyakarta. Tapi pastinya akan berjalan memutar mengingat JL. Malioboro berjalan satu arah sehingga ayas tidak bisa memprediksi waktu tiba di Stasiun Yogyakarta.

Pintu Masuk Stasiun Yogyakarta yang ayas masuki berbeda dengan saat ayas keluar tadi. Ayas baru tau kalo di Yogyakarta juga terdapat terowongan sebagai akses masuk ke dalam Stasiun. Kembali ide narsis ayas muncul.

Terowongan Pintu masuk Stasiun Yogyakarta
[spoiler]

[Image: 87PosediTerowonganmasukYK.jpg]
[/spoiler]

Tak lama kemudian, ayas pun menuju ke ruang tunggu yang berada di ujung barat Stasiun Yogyakarta. Ayas tertarik dengan desain ruang tunggu itu yang elegan dan cukup antik bagi ayas karena terbuat dari kayu ukiran serta memiliki lampu2 khas layaknya miniatur Keraton Yogyakarta.

Ruang Tunggu
[spoiler]
Ruang tunggu dilihat dari luar

[Image: 89SuasanadiYK.jpg]
[/spoiler]

Sekitar pukul 20.30 wib rangkaian KA Moleks pun dilangsir menuju Jalur 2. Rupanya pemberangkatan KA Moleks dari Stasiun Yogyakarta cukup lumayan ada peningkatan okupansi.

Moleks Langsir
[spoiler]
Langsiran Moleks di Jalur 2

[Image: 90MoleksmasukJalur2Langsir.jpg]

Platname Moleks setelah dilangsir

[Image: 91PlatnameMoleks.jpg]
[/spoiler]

10 Menit kemudian, PPKA Stasiun Yogyakarta memberitahukan kedatangan KA Argo Dwipangga dari arah timur di Jalur 5. Langsung saja ayas lari untuk mengambil fotonya. Nama Argo Dwi Pangga memang tidak asing bagi ayas, namun sekalipun tidak asing, ayas belum pernah sekalipun melihatnya secara langsung. Maklum di Daop X (Malang) tidak pernah dilewati KA ini apalagi KA yang diawali dengan kata "Argo" meski KA Gajayana adalah KA Eksekutif yang populer dan menjadi primadona di Malang serta memiliki fasilitas / pelayanan yang setingkat dengan Argo tanpa menyandang gelar "Argo" dari sisi nama.

Rangkaian Argo Dwipangga di Jalur 5
[spoiler]
Kereta Makan Argo Dwipangga dengan motif batik

[Image: 92ArgoDwipanggaPersiapan.jpg]

Platname Argo Dwipangga di Kereta Makan dengan motif batik

[Image: 93ArgoDwipangga.jpg]
[/spoiler]

Pukul 20.50 wib, tanpa sengaja ayas bertemu dengan Pak Lani. Beliau adalah mantan Wasisar di Daop VIII (CMIIW). Kemudian ayas menyapa beliau yang sedang berjalan ke arah barat bersama dengan rekannya. Beliau sempat kaget saat melihat ayas berada di Stasiun Yogyakarta. Namun perasaan kaget beliau berubah menjadi senyum saat melihat baju RF yang ayas pakai. Kemudian ayas ditanya oleh beliau naik kereta apa. Ayas menjawab bahwa ayas naik KA Moleks ini PP. Dengan nada panik, beliau kemudian menyuruh ayas untuk segera naik ke KA Moleks karena sebentar lagi akan diberangkatkan tepat pukul 21.00 wib. Yah, hanya pertemuan singkat saja, namun ayas menjadi mengerti bahwa saat ini beliau berdinas di Stasiun Yogyakarta. Entah beliau menjabat sebagai apa karena ayas juga tidak sempat menanyakan kepada beliau dan tidak sempat mengabadikan momen pertemuan singkat itu. Sambil mengantar ayas ke Jalur 2, beliau tak lupa menyampaikan kepada ayas agar berhati-hati selama perjalanan mengingat ini perjalanan malam.

Oya, kali ini teman ayas Ferdy tidak ikut kembali ke Malang. Ferdy kembali ke Malang keesokan malam harinya karena dia ingin bermalam di tempat kost yang dihuni teman dan saudaranya di Yogyakarta. Ayas pun masuk ke dalam KA Moleks di K3 AC-1/12 B. Rupanya banyaknya penumpang yang tadi ayas lihat tidak semuanya berada di K3 AC. Mayoritas dari penumpang itu menempati di Kereta Eksa dan K3 AC kereta 2 dan 3. Di K3 AC kereta 1 ini ayas juga sendirian. Yah, nikmati perjalanan ini saja. Toh juga tinggal capeknya. Ayas memang berencana istirahat dengan tidur di kereta pada saat kembali menuju Malang. Setelah masuk di kereta, ayas mendengar bahwa KA Gajayana (KA 7023) dari Malang tujuan Jakarta akan segera masuk Jalur 3 atau tepat disamping KA Moleks. Ingin rasanya mengambil foto KA Gajayana di Stasiun ini. Namun ayas lebih memilih duduk didalam dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan pulang kembali ke Malang.

Suasana di dalam K3 AC Moleks (7020)
[spoiler]
Tempat duduk kosong

[Image: 94MasukK3ACMoleks.jpg]

Nomor tempat duduk ayas

[Image: 95Tempatduduk-1.jpg]
[/spoiler]

Pukul 21.06 atau sekitar 2 menit setelah KA Gajayana (KA 7023) tiba di Stasiun Yogyakarta (terlambat sekitar 6 menit dari jadwal) KA Moleks akhirnya berangkat meninggalkan Stasiun Yogyakarta. Kemudian ayas memesan minuman Cappucino di Reska dengan harga Rp. 8.000,- (sama dengan harga Kopi Hitam yang ayas beli di Reska saat berangkat menuju Yogyakarta).

Cappucino
[spoiler]

[Image: 97PesenCappucino-1.jpg]
[/spoiler]

Hanya mampu bertahan 1 hingga 2 jam ayas melek. Sebelumnya ada seorang crew KA Moleks yang lewat dan menemani ayas ngobrol tapi bukan prami lho ya. Hehehehehe. Melihat ayas mengantuk, kemudian crew KA Moleks yang bernama Mas Andre ini mempersilahkan ayas istirahat. Dengan bantal Jaket yang ayas bawa, akhirnya ayas tidur di Kereta yang kosong itu. Tak lupa, sebagai dokumentasi ayas berpose tidur dikursi. (Narsis kumat lagi menjelang tidur... Hehehehehe...)

Tidur di K3 AC
[spoiler]

[Image: 98Tidur.jpg]
[/spoiler]

Rupanya ayas tertidur sangat pulas. Tanpa terasa KA Moleks pun telah mencapai petak Kepanjen-Malang dan telah melewati Stasiun Kepanjen. Astaga...!!! Berarti ayas kebablasen iki rek...!!! Ayas pun tidak bisa berbuat apa-apa selain duduk berdiam saja. Memang di tiket ayas tertulis tujuan Malang tapi ayas kan tetap turun di Stasiun Kepanjen. Rasa kecewa, malu, bercampur bingung menjadi satu dipikiran ayas. Apalagi perasaan orang setelah bangun tidur tentu kondisinya masih labil. Dalam pikiran ayas yang panik hanya satu yang terpikirkan. "Nanti ayas balik ke Kepanjen naik apa jam segini? Mana ada kendaraan?" Alhasil, pukul 03.47 wib KA Moleks tiba di Stasiun Malang Kota Baru (lebih cepat sekitar 6 menit dari Gapeka yaitu 03.53 wib).

Tiba di Stasiun Malang Kota Baru
[spoiler]

[Image: 99KebablasenkeML.jpg]
[/spoiler]

Seperti ayam yang kehilangan induknya di "rumah sendiri", ayas pun toleh kanan dan kiri. Berharap ada kawan atau rekan pegawai Stasiun Malang Kota Baru yang kenal dengan ayas bisa dimintai tolong untuk mencarikan atau mengantar ayas kembali ke Kepanjen. Memang ayas sering sekali ke Stasiun Malang Kota Baru terutama di Warung Dipo. Karena memang disinilah tempat nongkrong seluruh RF di Malang Raya. Tapi kalo jam segini apa ada temen2 RF???

Tak lama kemudian, ayas bertemu dengan Pak Tommy (Security). Ayas menceritakan kalo ayas kebablasen ke Malang naik KA Moleks karena tertidur padahal ayas bertujuan turun di Stasiun Kepanjen. Mendengar cerita ayas tersebut, Pak Tommy langsung tertawa terbahak-bahak. Menertawakan keteledoran ayas. Ayas hanya bisa senyum tanda malu saja. Ah, tidak masalah yang penting ayas sudah bercerita dan kemudian ayas minta saran kepada Pak Tommy untuk kembali ke Kepanjen dengan kendaraan apa kira-kira. Pak Tommy menyarankan untuk segera membeli tiket KA Penataran 359 tujuan Blitar di loket. Langsung saja ayas lari ke loket untuk membeli tiketnya.

Tiket KA Penataran 359
[spoiler]

[Image: 100BelitiketPenataranshubuh.jpg]
[/spoiler]

Setelah mendapat tiket ayas kemudian menuju Jalur 3 dimana Rangkaian KA Penataran 359 ini diparkir. Disebelah KA Penataran 359 ini juga terdapat KA Penataran 360 tujuan Surabaya yang tidak berselang lama diberangkatkan oleh PPKA. Setelah KA Penataran 360 berangkat dari Jalur 4, giliran KA Penataran 359 diberangkatkan oleh PPKA. Ayas masuk bersama dengan Pak Tommy yang ternyata juga berdinas di dalam KA ini.

KA Penataran 359
[spoiler]
Dari pintu Kereta

[Image: 101NaikPenataranbalikKPN.jpg]

Duduk di Kereta Makan dengan Pak Tommy dan crew KA Penataran

[Image: 102DitemaniPakTommyPKDML.jpg]
[/spoiler]

Tepat pukul 04.25 wib, Kereta bergerak ke Selatan menuju Kepanjen. 35 menit kemudian selepas dari Stasiun Malang Kota Baru tepatnya pukul 05.00 wib akhirnya tibalah di Stasiun tujuan ayas yaitu Stasiun Kepanjen.


Stasiun Kepanjen

[spoiler]

[Image: 103NyampediKPN.jpg]
[/spoiler]

Turun dari Kereta, ayas langsung menuju ke ruangan PPKA. Disitu kebetulan yang sedang berdinas PPKA adalah Mas Sapril. Ngobrol-ngobrol sebentar kemudian ayas berpamitan pulang ke rumah. Rupanya seharian di Perjalanan membuat ayas kangen dengan Istri dirumah. Hehehehehehe...

Inilah cerita Laporan Perjalanan ayas menggunakan KA Malioboro Ekspress PP pada hari kedua pengoperasian KA ini. Semoga rekan-rekan dapat menikmati catatan yang ayas buat ini belajar dari pengalaman ayas. Mohon koreksi apabila ada tulisan ayas yang keliru atau salah dan mohon maaf apabila ada tulisan ayas yang membuat rekan-rekan tidak berkenan.

Terima kasih atas perhatiannya.
Salam 4S, Sopan Santun Seneng Sepur.
Masbodhonk.
Facebook : Mas Bodhonk Spoorwegen Maatschapij

Biasakan Ijin kpd Pihak PT. KAI (bila akan melakukan kegiatan dlm bentuk apapun di area PT. KAI) meskipun kita adalah RF. Kedepankan 4S Xie Xie
Reply
#2
Benar2 trip report yang sungguh mengharukan ketika kebablasan setelah KPN ke ML NgakakPisss ahhh...
Untuk ceritanya Top Banget . Aaakk,jadi kepengen naik Moleks, yang jualan tiket malah belum naik Ngikik
Official twitter RF Malang @malangkereta .
Salam Satu Rel. Informasi Jadwal Kereta di Malang Raya,menerima pemesanan tiket KA ekonomi jarak jauh,bisnis,eksekutif. CP 085855768686 atau 081217469444 atau pin bb 229DC2C0. Supported by RF +444 Malang.
Lok Merah Biru
Reply
#3
sepertinya penumpangnya masih sepi, sekitar lebaran ini PT. KAI banyak ngeluarin kreta baru tapi semua masalahnya sama, promosi-nya kurang banget, semoga besokannya lebih rame, tapi tarifnya itu mahal betul :p


sedikit njawab pertanyaannya, KRDI yang ada di madiun itu madiun jaya non-AC jurusan madiun-yogyakarta (kalo yang AC warnanya biru, silaken temuken tritnya di kommuter Big Grin )


kalo KRD ungu yang di solo balapan tu prambanan ekspress edisi jadul tapi sampe sekarang masih beroperasi jogja-solo, kalo yang kuning kan jam tertentu sampe kutoarjo
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .



[Image: new2copy.jpg]
Reply
#4
trip repot singkat tapi meneyenangkan... Top Banget

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
#5
lanjut....~
Make yourself usefull to other.
Reply
#6
Trip reportnya mangstab bro!Top Banget (≖᷆︵︣≖), rapi, ada info kecepatan segala. Pake acara bablas pula Ngakak

5 jempol bravo!
Reply
#7
Mantap!!!
Ditunggu TR selanjutnya....

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#8
Mantap, ga basa basi TR langsung Finish...Top Banget
Fotonya juga banyak serasa ada di Moleks....Xie Xie

Oh ya om, saya agak sedikit bingung, ternyata memang ada alur cerita yang salah, seharusnya petak kalo dari arah timur, stasiunnya adalah Brambanan dulu baru kemudian Maguwo, jadi dari Brambanan-Maguwo-Lempuyangan om...
sekian koreksi dari saya...Xie Xie

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#9
Wah, TR-nya siip banget. Cuma yang ane bingung kenapa, kecepatan KA di petak Madiun - Solo dan Solo - YK beda ya, apa mungkin di petak Solo - YK sudah dipasang alat deteksi kecepatan mungkin.
Reply
#10
Tiketnya kok ga distempel 'sesuai identitas' ya? apa jangan2 malah ga di cek di stasiun lagi?
(28-09-2012, 10:57 AM)bramoy Wrote: Wah, TR-nya siip banget. Cuma yang ane bingung kenapa, kecepatan KA di petak Madiun - Solo dan Solo - YK beda ya, apa mungkin di petak Solo - YK sudah dipasang alat deteksi kecepatan mungkin.

Kondisi trek & relnya jauh berbeda, jaid taspatnya beda.
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)