13-01-2013, 11:25 PM
(This post was last modified: 14-01-2013, 01:20 AM by Anugrah Bima.)
(13-01-2013, 11:25 PM)Anugrah Bima Wrote: Tahun 2013 ini dimulai dengan perjalanan yang lumayan jauh, setelah tahun kemarin "cuma" ke yogya, sekarang Saya coba ke Malang.[/spoiler]
Tiket Majapahit untuk pergi
[spoiler]
[/spoiler]
Dari rumah di Bekasi rencananya ingin naik commline dari JNG, tapi setelah liat twitter kalau ada gangguan lintas, maka naik metro 47 ke senen.
Suasana sesaat setelah sampai PSE
[spoiler]
[/spoiler]
Terlihat KA 114 Matarmaja yang masih kena gangguan sinyal
[spoiler]
Jam 14:00 akhirnya announcer PSE mempersilahkan 114 untuk berangkat. Pada saat inilah saya merasakan panggilan alam yang tiba2!

Untung aja wc PSE tergolong bersih dibandingkan Gambir yang sedikit kotor, bayar lagi

Sesaat sebelum Matarmaja berangkat
[spoiler]
[/spoiler]Setelah berangkat terlihatlah rangkaian Bangunkarta
[spoiler]
[/spoiler]Suasana peron jalur 1. Penuh oleh penumpang.......Bangunkarta!
[spoiler]
[/spoiler]Jam 14:45 diumumkan kalau Majapahit sudah berangkat dari JAKK menuju Senen, bersamaan dengan itu, datanglah KA Sawunggalih Pagi, tapi sayang karena hape sedang dicharge dan terhalang oleh rangkaian BK. Jadi ga bisa motret dah

Pada akhirnya pas jam 3. si Majapahit datang di jalur 1 PSE
[spoiler]
[/spoiler]Suasana dalam, tidak begitu banyak penumpang yang naik KA ini
kelihatannya karena harga yang mahal[spoiler]
[/spoiler]Akhirnya jam 15:20 KA Majapahit diberangkatkan, sesaat setelah berangkat, KA Peti Kemas dari Kalimas Melintas
[spoiler]
[/spoiler]KA Majapahit berhenti di sinyal masuk Jatinegara, karena memberi kesempatan Tegal Arum yang dialihkan lewat lintas Gambir
KA berjalan lagi, terlihat CC201 warna merah hidung miring
[spoiler]
[/spoiler]Lintas Jatinegara-Cirebon dilibas dalam waktu 3 jam tepat, rata-rata sekitar 80 km/jam. Tak banyak yang bisa dilihat selain kereta yang berpapasan. Palingan baru sadar kalau di lintas Cikampek-Cirebon ada stasiun Cilegeh yang hanya memiliki 2 jalur, dibandingkan stasiun lain yang rata-rata punya 4.
Pukul 18:00 memasuki Cirebon Prujakan, sayang foto ga bisa diluar karena di pintu pas mau keluar tiba2 udah ada polsuska aj, jadi ga enak mau keluar

[spoiler]
[/spoiler]Kereta berjalan lagi, bersilang di Losari dengan Argo Muria, lalu sekitar jam setengah 8, berhenti di Stasiun Tegal
[spoiler]
[/spoiler]Akhirnya bisa keluar

[spoiler]
[/spoiler]Kereta melanjutkan perjalanan, setelah bersilang di Comal dengan KA yang saya ga bisa identifikasikan, genap jam setengah 9. KA berhenti normal di Pekalongan
[spoiler]
[/spoiler]Penumpang yang akan menaiki Majapahit
[spoiler]
[/spoiler]Announcer Stasiun Pekalongan mengumumkan kalau sebentar lagi KA Tawang Jaya akan masuk di jalur 1 Pekalongan. Para penumpang yang sedari tadi sudah menunggu langsung berseliweran di jalur eh peron jalur 1

[spoiler]
[/spoiler]Tawang Jaya berhenti di Pekalongan. Penumpang sekursi di sebelah malah ngomong. "Kayaknya malah enakan naik ekonomi ya mas"

[spoiler]
[/spoiler]Kereta kembali berjalan setelah Tawang Jaya berangkat. Hujan menemani sepanjang perjalanan ke Semarang. Dan selalu dan selalu KA ini kalah silang

Akhirnya jam 11. Tiba di Semarang Tawang
[spoiler]
[/spoiler]Petugas Skowing dengan siapa ini ya?
[spoiler]
[spoiler]Kereta berangkat kembali, dan tiba-tiba berhenti di Alastua untuk bersilang. Berturut-turut KA Sembrani dan ONS bergantian bersilang. Lalu KA berjalan kembali dan berhenti di Gundih untuk bersilang dengan sesama Majapahit.
Karena mengantuk, saya tertidur dan setelah sadar, ternyata sudah berada di Solo Jebres
[spoiler]
[/spoiler]Ruang PPKA Solo Jebres yang antik
[spoiler]
[/spoiler]Suasana Stasiun yang Sepi
[spoiler]
[/spoiler]Ternyata Majapahit akan disusul KA 34 Bima di sini, kesempatan ini tak saya sia-siakan.
[spoiler]
[/spoiler]Karena baterai hape mau habis. Saya pergi ke Restorasi untuk charge baterai.
[spoiler]
[/spoiler]Jam 3 Kereta ini disusul KA Gajayana (kereta yang saya naiki untuk pulang
) di Paron.Akhirnya kereta tiba di Stasiun Madiun
[spoiler]
[/spoiler][spoiler]Cukup banyak penumpang yang turun
[/spoiler]Kereta berjalan kembali, dan lagi-lagi saya tertidur karena kelelahan. Ketika terbangun, kereta tiba di Kertosono
[spoiler]
[/spoiler]Tak lama kereta ini berhenti di KTS. Sesaat setelah melanjutkan perjalanan, melewati jembatan kali Brantas
[spoiler]
[/spoiler]Tak perlu waktu lama dari Kertosono sebelum akhirnya kereta tiba di Kediri. Banyak sekali yang turun di Stasiun ini.
[spoiler]
[/spoiler]Suasana kereta setelah para penumpang turun di Kediri
[spoiler]
[/spoiler]Kereta berangkat kembali, kali ini kecepatannya jauh lebih lambat, sekitar 60 km/jam. Tak lama setelah berangkat, tiba di Tulungagung
[spoiler]
[/spoiler]Jam antik
[spoiler]
[/spoiler]Ruang PPKA
[spoiler]
[/spoiler]Kereta kembali berangkat. Kali ini menuju Blitar kecepatan kereta tidak sekencang tadi. Layaknya di lintas Cikampek-Bandung.
Kereta lalu tiba di Blitar
[spoiler]
[/spoiler]KA Penataran yang sudah siap berangkat menuju Surabaya. Penumpangnya masih ditahan di depan pintu peron.
[spoiler]
[/spoiler]Kereta kembali berangkat dan bergerak lambat. Penumpang sebelah saya yang (kelihatannya) tidak pernah naik kereta api terus menerus bertanya kapan kereta ini sampai
Dah dia sempat bilang "Bisa aja nie kereta sampai jam 12"
Tiba-tiba bendungan Karangkates telah muncul, menandakan sebentar lagi masuk wilayah Sumberpucung
[spoiler]
[/spoiler]LS di Sumberpucung, tak lama kemudian kereta tiba di Stasiun Kepanjen, melihat situasi stasiun yang ramai, saya jadi malas motret keluar kereta
[spoiler]
[/spoiler]Setelah berangkat dari Kepanjen, KA bersilang dengan KA Malioboro Ekspres di Pakisaji
[spoiler]
![[Image: 8375412267_1077eb93f5_c.jpg]](http://farm9.staticflickr.com/8499/8375412267_1077eb93f5_c.jpg)
[/spoiler]KP KA Malioboro Ekspres. (Ada RF yang kenal ama Mas Eko si KP?
)[spoiler]
[/spoiler]Deretan rumah-rumah mulai terlihat, menandakan kalau Malang sebentar lagi.
LS di Malang Kotalama
[spoiler]
[/spoiler]PJL yang suka dijadiin spot hunting kereta oleh RF Malang (Ada yang tau nama jalan di PJL ini?)
[spoiler]
[/spoiler]Jalan Brantas, dekat Viaduct sebelum masuk Stasiun Malang
[spoiler]
[/spoiler]Plang Stasiun Malang
[spoiler]
[/spoiler]Akhirnya tiba juga di Malang! Setelah 19 jam terjebak di kulkas biru ini

[spoiler]
[/spoiler]Turun di Stasiun, saya tak bisa lama-lama karena jam 13:45 Gajayana yang akan membawa saya pulang, akan berangkat, jadi setelah tiba, saya langsung numpang mandi di toilet Stasiun

Keluar sebentar sekedar buat cari oleh-oleh pesanan mulai dari kripik apel sampai Tiwhul dan Gathot! (Jujur saya baru tau dua makanan ini, mungkin ada yang lebih tau makanan apakah ini sebenarnya?)
Setelah makan rawon+dadar+tempe yang menghabiskan hanya 10 ribu. Saya sempatkan berjalan-jalan untuk mencari dua makanan yang terakhir itu. Ternyata memang ada (maklum anak kota
)Jam 1 saya kembali lagi ke stasiun. Ruang tunggu penuh oleh penumpang KA Penataran
[spoiler]
![[Image: 8375339071_7f0c31d2fa_c.jpg]](http://farm9.staticflickr.com/8474/8375339071_7f0c31d2fa_c.jpg)
[/spoiler]


![[Image: 8376057860_544bdf391c_c.jpg]](http://farm9.staticflickr.com/8368/8376057860_544bdf391c_c.jpg)
[/spoiler]![[Image: 8374989251_39dfd9f5b8_c.jpg]](http://farm9.staticflickr.com/8515/8374989251_39dfd9f5b8_c.jpg)
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]

![[Image: oldpatent_1937525c.jpg]](http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01937/oldpatent_1937525c.jpg)


sampe Malang kesiangan 
. Batiknya kebetulan warna hijau.
