Posts: 2,972
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
14
kemarin(minggu 12 okt 08) saya nongkrong di tempat favorit saya di stasiun cipinang jakarta.kebetulan ada seorang pjl dan ppka .menurut mereka kapan ya kesenjangan pendapatan mereka dapat di perhatikan oleh pimpinan perusahaan.karena kata pjl nya.kita sudah kerja mati matian namun tidak terlalu di perhatikan.ini karena kebetulan ada seorang kondektur yang istirahat di mess.kata orang ppka ngapain gue bangunin kondektur yang sedang istirahat padahal dia seharusnya tugas ikut kereta tambahan namun kosong.tapi dia ogah ogahan.akhirnya ppka nya ngomong giliran yang nggak ada uangnya aja nggak jalan.dan lagi pjl urun rembuk katanya gw kesel ama masinis seharusnya aspek hijau (aman) eh malah berhenti sebelum pintu perlintasan nggak taunya si masinis sedang cari muatan untuk naik di dalam kabin(udah janjian kali ya) die kesel karena dia (pjl) kena semprot ama sopir sopir yang ketahan pintu perlintasan.yang seharusnya misal 5 menit bisa bisa 10 menit gara gara ulah si masinis.die (masinis & kondektur) enak gaji utuh lah die tiap tugas dapat tambahan uang siluman, lah kalau gue kata pjl.jadi menurut saya yang bikin waktu tempuh lama ya masinis masinis juga .karena dia dapat menaik/ turunkan orang seenaknya.kasihan orang orang seperti pjl dan ppka stasiun kecil.nggak ada pemasukan tambahan !!! kasihan nasib karyawan kecil seperti mereka.menurut railfaners apa kondisi perkereta apian kita sudah demikian terpuruk / (kurang disiplin)
Posts: 6,463
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
1
hal spt ini bukan hanya terjadi pada rekan PJL di PT. Kereta Api Indonesia (Persero), liat saja guru, ada yg jadi guru honorer sampe bertahun2....
Posts: 841
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
4
memang untuk masalah kesejahteraan khusunya di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) banyak dikeluhkan oleh para "abdi dalemnya"... kebetulan saja kadang ada beberapa "abdi dalem" yang sering curhat mengenai kesejahteraan dan memang rada miris dan sedih juga dengerinnya.
tapi saya tidak dapat berbuat banyak... I'm not GodFather.. saya cuma bisa kasih masukan bahwa SEGALA SESUATU HARUS DISYUKURI , BAIK SENANG MAUPUN SUSAH karena itu berarti GUSTI ALLOH SWT masih sayang dan mengasihi serta dekat dengan kita....
khusus untuk para "raja" serta "patih" di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kiranya lebih arif dan bijaksana serta memahami (dalam hal ini kesejahteraan "abdi dalem") paling tidak usaha untuk berusaha dan terus berusaha untuk dapat menjadikan para "abdi dalem" ini sejahtera.... perbaiki management dan jenjang karir sesuai kemampuan... ada beberapa dan salah satunya adalah "posisi strategis" yang memang harus dikuasi oleh golongan para sarjana tapi tidak semuanya, karena saat ini yang sangat dikhawatirkan adalah masa depan karir yang tidak "jelas" , kemudian masalah aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang sangat "bejibun bin tajir" banget saat ini dibiarkan terlena dengan dikuasai "kurawa" sehingga merepotkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri contoh : kasus lintas JAKK TPK, bebarapa prasarana yang sia-sia (rumah dinas di sekitar sts CKG dan sts PDK), pembangunan beberapa sts yang kurang strategis sehingga mubazir serta masih banyak lagi lainnya.
sekedar pameo saja bahwa kalaw di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk karir dan jabatan itu ada istilah BERDIRI dan DUDUK... BERDIRI itu dkiaskan dengan "mencari muka" meskipun "kemampuan" pas-pasan atau bahkan "nol" akan mendapatkan "kursi lumayan empuk" (belum empuk benar) atau DUDUK yang berarti akan menjadi "abdi dalem" abadi kelas "kawilo alit" meskipun dia mempunyai kemampuan yang lebih diatas rata-rata.
kiranya demikian pendapat saya... mohon maaf kalaw ada kesalahan sekedar karena cinta dan kasih sayang saya saja kepada Kereta Api agar tetap terus ada dan ada sampai kapanpun....
Posts: 929
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
21
Dear All
Kita sebagai railfans seharusnya juga aware dengan kondisi seperti ini. Jangan liat si ular besi kita jadi autis sendiri, liat kereta K1 terus berpikir kapan kita bisa naik, tapi cobalah liat para pjl dan ppka yang hampir luput bahkan bener2 luput dr bidikan kita.
kita ga usah berharap dengan para-para "RAJA-RAJA" lagi duduk manis disana, tapi klo bisa setidaknya kita berikan sumbangsih sedikit. Caranya?? Mungkin ga mesti dalam bentuk materil tapi dengan seringnya kita membahas kisah2 para pjl dan ppka baik yang senang maupun yang sedih di forum ini, setidaknya kita bukan hanya melihat dari sisi kecintaan kita dengan kereta apinya saja tapi kita juga harus aware dengan kehidupan sosial disekitarnya. Nah itu namanya railfans sejati......