Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Duh......
#1
Quote:Jumat, 10/10/2008 17:19 WIB
Memaklumi Kenyamanan dan Kebersihan KA Mutiara Timur
Ria Soraya - suaraPembaca



Jakarta - Sabtu, 4 Oktober 2008 lalu merupakan kali kedua saya menggunakan jasa Kereta Api Mutiara Timur jurusan Surabaya - Banyuwangi sambungan ke Denpasar. Dan, kedua kali itu pula saya merasa kecewa atas pelayanan yang diberikan oleh PT Kereta Api.

Saat itu saya dan suami berangkat dari Stasiun Kalisat (Jember) menuju Denpasar dengan tiket Eksekutif (yang notabene harganya lebih mahal dibandingkan tiket Bisnis). Walaupun harga tiket yang kami bayar untuk kelas eksekutif ini lebih mahal tapi kami sama sekali tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari pihak Kereta Api. Malahan kalau boleh dibilang pelayanan PT Kereta Api benar-benar di bawah standar kelayakan.

Kalau masalah kenyamanan dan kebersihan di atas Kereta Api Mutiara Timur (Kelas Eksekutif) yang kurang layak untuk disebut Kelas Eksekutif kami sudah tahu dan masih dapat memaklumi. Tapi, cobalah Management Kereta Api yang mengelola dan bertanggung jawab terhadap Daerah Operasi ini agar dapat belajar dan mencontoh Daerah Operasi yang lain. Sebagai contoh Kereta Api Parahyangan jurusan Jakarta - Bandung untuk Kelas Eksekutif jauh lebih nyaman dan bersih.

Kekecewaan yang kami rasakan di atas Kereta belum seberapa. Ternyata begitu sampai di Stasiun Banyuwangi hanya tersedia satu mini bus untuk mengangkut begitu banyak penumpang ke Denpasar.

Terpaksalah minibus ini harus tiga kali bolak-bolik dari Stasiun Banyuwangi ke Pelabuhan Ketapang untuk mengangkut para penumpang (saya sendiri terangkut pada giliran kedua). Setelah sampai Pelabuhan Ketapang pun kami tidak langsung bisa naik ke atas Kapal karena pihak Kereta Api masih sibuk mengatur urusan tiket kapal.

Saat di Stasiun Ketapang suami saya dan beberapa penumpang yang lain sudah sempat bertanya kepada pihak Kereta Api tentang ketersediaan bis yang akan mengangkut kami. Tapi, pihak Kereta Api berkata dengan nada keras bahwa kami sebagai penumpang tidak perlu khawatir karena semua pasti terangkut.

Loh loh loh, kok malah pihak Kereta Api sebagai penyelenggara angkutan yang bernada keras. Bukankah seharusnya kami sebagai pengguna jasa yang membayar ongkos yang seharusnya berhak menuntut pelayanan yang memadai dari penyelenggara angkutan (dalam hal ini tentu saja pihak Kereta Api). Aneh memang di Indonesia ini. Pihak yang bersalah justru adalah pihak yang selalu bernada lebih keras.

Ternyata kekhawatiran saya dan suami terbukti begitu kami sampai di Pelabuhan
Gilimanuk. Di sana hanya tersedia satu buah Bis Damri dan satu buah mini bus yang dibawa dari Banyuwangi untuk mengangkut seluruh penumpang menuju Denpasar.

Hasilnya adalah beberapa orang penumpang tidak bisa terangkut dengan bis ini dan harus naik bis umum dari Pelabuhan Gilimanuk ke Denpasar. Saya dan Suami pun hampir tidak terangkut kalau saja saat itu saya tidak marah-marah dan menuntut hak saya kepada petugas Kereta Api yang ikut serta dalam perjalanan kami.

Aneh yah PT Kereta Api ini. Kalau tidak sanggup menyelenggarakan angkutan dari Surabaya (Jawa Timur) terusan ke Denpasar yah seharusnya tidak usah menyelenggarakan. Karena kredibilitas PT Kereta Api yang menjadi taruhan.

PT Kereta Api mengecewakan para penumpang padahal penumpang dituntut untuk membayar harga tiket yang lebih mahal. Apalagi di musim mudik Lebaran. Tapi, tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan. Bahkan membiarkan para penumpang terlantar di pelabuhan mulai dari Ketapang sampai Gilimanuk.

Pengalaman ini benar-benar menjadi pelajaran bagi saya. Sekaligus membuat saya kapok untuk menggunakan jasa Kereta Api.

Ria Soraya
Jl Tanjung Raya BS V/25
Kranggan Permai Bekasi
<!-- e --><a href="mailto:ria_soraya82@yahoo.com">ria_soraya82@yahoo.com</a><!-- e -->
021 99502693

(msh/msh)
http://suarapembaca.detik.com/read/2008/...iara-timur
Reply
#2
customer servicenya diganti yg sama lebih sabar....

udah gak berlaku lagi sistem "mau begini gak mau ya udah"....

Reply
#3
Gmn lagi ya, emang SDMnya kaya gini ^^a
mgkn harus dikasi pelatihan kali ya SDM KAnya Big Grin
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#4
ini yang bikin serem:

Quote:Pengalaman ini benar-benar menjadi pelajaran bagi saya. Sekaligus membuat saya kapok untuk menggunakan jasa Kereta Api.

dia tinggal di bekasi, takutnya cerita ini menurunkan kepercayaan para pengguna kereta api....

tapi yang gua bingung dia sempet bilang kalo pelayanan di parahiangan memuaskan.....
Reply
#5
gw juga pernah pengalaman yang sam dengan mbak ria .........

waktu masih jadi lone ranger sampe lombok.

kejadian nya mirip tapi gw gak bisa bilag apapa, lah wong gw naik spur nya ajh gratis (mutiara timur) :gembira:
koleksi jepretan ane
http://www.flickr.com/photos/jhon_ipenk/


[Image: meshoostggyt-1.jpg]
me whit ss-2v5 PInDAD
Reply
#6
big bro Wrote:ini yang bikin serem:



dia tinggal di bekasi, takutnya cerita ini menurunkan kepercayaan para pengguna kereta api....

tapi yang gua bingung dia sempet bilang kalo pelayanan di parahiangan memuaskan.....
Wah tu orang ga konsisten. mgkn karena ga puas aja ma kondisi kereta dan pelayanannya
tapi paling ga dia masi muji DAOP lain.
^o^
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#7
yg dia lakukan wajar sbg customer...
namanya customer dimanapun gak bakalan mau disalahkan....
saya bisa bilang spt ini krn saya pernah support Dept customer service dikantor.....

harusnya ini dijadikan sbg cambuk untuk PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memperbaiki layanan disemua DAOP & DIVRE untuk di standarisasi

Reply
#8
big bro Wrote:ini yang bikin serem:

Quote:Pengalaman ini benar-benar menjadi pelajaran bagi saya. Sekaligus membuat saya kapok untuk menggunakan jasa Kereta Api.

dia tinggal di bekasi, takutnya cerita ini menurunkan kepercayaan para pengguna kereta api....

tapi yang gua bingung dia sempet bilang kalo pelayanan di parahiangan memuaskan.....

selama belum ada moda transportasi lain yang bisa menyaingi sepur sih keknya masih no problem
[Image: osKCExLwq41208.gif]

bekasi-surabaya naek bis.. ya silahkan aja..
[Image: osKCExLwq41208.gif]

tapi klo dah ada pesaing lain, ya siap2 aja Kereta Api babak belur...
[Image: smilyepunchel7.gif]

[Image: saveourearth_01.png]
Reply
#9
saya sependapat dengan mas CC201_106... apakah pihak penyelenggara (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) sudah mengantisipasi hal ini untuk kedepannya ?.....

seperti yang pernah saya utarakan.. perhatikan dan perbaiki sumber daya manusianya dan lakukan audit tehnis dan non tehnis baru kemudian "pembenahan".

demikian opini saya.
Reply
#10
kalo kata mas Totok sih, basmi dulu tikus di dalam PT KA baru deh hal lain bisa dilakukan...

[Image: saveourearth_01.png]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)