03-11-2009, 04:14 PM
(03-11-2009, 11:10 AM)Charles Wrote:(26-10-2009, 11:57 PM)Aldio Yudha Trisandy Wrote: Akhir-akhir ini, setelah ditambahi kereta toraja sebagai kelas premium, KA Argo Dwipangga kini lebih sering ditarik loko CC 204, padahal loko tipe tersebut kebanyakan milik dipo lokomotif Bandung dan lebih sering menarik KA Parahyangan dan Argo Gede. Mungkin karena kebutuhan loko CC 204 di Bandung sudah tercukupi, muncul gagasan peminjaman lokomotif ke dipo lain, seperti Dipo lokomotif Solo Balapan, Sidotopo, Jatinegara atau bahkan Purwokerto. Terbukti karena KA Argo Lawu dan Dwipangga sering ditarik loko CC 204. Kalau ada ralat silahkan bisa dibetulkan, pendapat anda bagaimanapun akan saya terima dengan senang hati, terima kasih.
CC 204nya yang lebih sering digandengkan dengan Dwipangga apa yang batch I (rebuilt CC 201) atau batch II (hidung miring mirip CC 203)?
Berapakah jumlah maksimum gerbong dalam satu rangkaian Dwipangga yang ditarik CC 204?
Apakah CC 204 yang sekarang ini di YK (jika ada) juga ikut menarik Dwipangga?
tentunya yang batch 1 karena yang dihibahkan memang yang seri2 awal.......
maksimumnya 12 dan itu untuk semua KA penumpang, sebab rata2 panjang emplasemen di stasiun2 hanya mampu menampung 12 kereta saja.
dengan tambahan 2 CC204 dari dipo JNG, pasti dwipangga juga ikut kecipratan ditarik lok ini
![[Image: bannersaveourearth.png]](http://img188.imageshack.us/img188/5319/bannersaveourearth.png)
My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks
My videos on www.youtube.com/user/cc20409







![[Image: 29x9hll.jpg]](http://i53.tinypic.com/29x9hll.jpg)

buset,kereta tahun 50an masih dipake dwipangga,ngga salah tuh