Salam railfans,
Sinyal adalah salah satu elemen penting dalam dunia perkeretaapian seperti halnya rel dan sarana gerak. Sinyal termasuk dalam kategori prasarana yang menunjang kelancaran dan keamanan dari perjalanan kereta api. Tanpa adanya sinyal, niscaya kereta api tak akan bisa berjalan dengan lancar sampai ke tujuan. Berikut ini akan saya paparkan sejarah perkembangan persinyalan perkeretaapian
I. Perkembangan Sinyal Di Luar Negeri
[spoiler]
[/spoiler]
II. Perkembangan Sinyal Di Dalam Negeri
[spoiler]
[/spoiler]
Sinyal yang ada saat ini di indonesia tak lepas juga dari perkembangan sistem persinyalan yang ada di luar negeri. Hal ini memungkinkan adanya pengembangan peralatan persinyalan ke arah yang lebih canggih lagi sehingga perjalanan KA semakin aman dan semakin baik. Saat ini di berbagai belahan dunia banyak di kembangkan ataupun diteliti mengenai pembaruan menuju modernisasi sistem persinyalan, utamanya yang dilakukan oleh negara-negara maju produsen peralatan perkeretaapian yang mutakhir seperti di AS, Jepang, Prancis, Jerman, Italia dan Inggris maupun juga Australia.
Variatifnya perkembangan peralatan persinyalan di luar negeri ternyata tak selalu membawa kebaikan bagi kita. Tentunya hal ini berkait dengan besaran dana yang kita miliki dan pengembangan SDM untuk menguasai teknologi tersebut. Sementara itu, negara-negara maju tersebut umumnya juga membantu “meringankan†penderitaan kita dengan mendonorkan teknologi mereka. Namun sayangnya, negara-negara itu “tidak akur†sehingga teknologi yang ada di indonesia menjadi gado-gado campur: tidak bisa menyatu. Banyaknya sistem persinyalan donor yang tak bisa menyatu tersebut mengakibatkan keruwetan tersendiri dalam perawatannya karena beda sistem persinyalan beda pula perlakuan perawatannya. Belum lagi saat terjadi kelangkaan suku cadang sementara pabrikan sistem persinyalan tersebut sudah lama gulung tikar dan teknologi serupa tidak ditemui di sistem persinyalan donor dari negara lain. kalaupun ada, harus menunggu waktu administrasi dan pengimporan yang makan waktu lama sementara kebutuhan sudah sangat mendesak. walhasil, para pegawai PT. Kereta Api (Persero) harus memutar otak dan berkreasi untuk menyiasatinya dan untunglah orang-orang kita di beri berkah ketelatenan, kesabaran dan kreativitas oleh tuhan
Sistem persinyalan yang merupakan prasarana pendukung perkeretaapian saat ini sesuai dengan amanat UU23/2007 adalah milik pemerintah (kekayaan negara) tetapi di berikan kewenangan penguasaan, perawatan dan pengembangannya kepada PT. Kereta Api (Persero) menjadi kekayaan negara yang dipisahkan dengan tetap seizin dan sepengetahuan Dephub sebagai perpanjangan tangan pemerintah.
Tapi apapun itu, sebuah sistem persinyalan telah terbangun di ranah perkeretaapian di negeri ini. Sudah saatnya kita sebagai railfans memahami kondisinya dan turut menjaga aset perkeretaapian agar tetap terawat sembari berharap suatu saat nanti ada putra-putri Indonesia yang sanggup menciptakan sistem persinyalan utuh yang 100% buatan negeri sendiri. Wahai sarjana dan ahli-ahli elektrik, telekomunikasi dan teman-temannya, mari berkaryalah untuk ibu pertiwi.....
wassalam
dikutip dari Diktat-diktat Sintelis PT. Kereta Api (Persero) dan diolah dari berbagai sumber
nb: mumpung momennya tepat, saya mo mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1430 H bagi kawan-kawan yang merayakan, mohon maaf lahir dan bathin
Sinyal adalah salah satu elemen penting dalam dunia perkeretaapian seperti halnya rel dan sarana gerak. Sinyal termasuk dalam kategori prasarana yang menunjang kelancaran dan keamanan dari perjalanan kereta api. Tanpa adanya sinyal, niscaya kereta api tak akan bisa berjalan dengan lancar sampai ke tujuan. Berikut ini akan saya paparkan sejarah perkembangan persinyalan perkeretaapian
I. Perkembangan Sinyal Di Luar Negeri
[spoiler]
[/spoiler]II. Perkembangan Sinyal Di Dalam Negeri
[spoiler]
[/spoiler]Sinyal yang ada saat ini di indonesia tak lepas juga dari perkembangan sistem persinyalan yang ada di luar negeri. Hal ini memungkinkan adanya pengembangan peralatan persinyalan ke arah yang lebih canggih lagi sehingga perjalanan KA semakin aman dan semakin baik. Saat ini di berbagai belahan dunia banyak di kembangkan ataupun diteliti mengenai pembaruan menuju modernisasi sistem persinyalan, utamanya yang dilakukan oleh negara-negara maju produsen peralatan perkeretaapian yang mutakhir seperti di AS, Jepang, Prancis, Jerman, Italia dan Inggris maupun juga Australia.
Variatifnya perkembangan peralatan persinyalan di luar negeri ternyata tak selalu membawa kebaikan bagi kita. Tentunya hal ini berkait dengan besaran dana yang kita miliki dan pengembangan SDM untuk menguasai teknologi tersebut. Sementara itu, negara-negara maju tersebut umumnya juga membantu “meringankan†penderitaan kita dengan mendonorkan teknologi mereka. Namun sayangnya, negara-negara itu “tidak akur†sehingga teknologi yang ada di indonesia menjadi gado-gado campur: tidak bisa menyatu. Banyaknya sistem persinyalan donor yang tak bisa menyatu tersebut mengakibatkan keruwetan tersendiri dalam perawatannya karena beda sistem persinyalan beda pula perlakuan perawatannya. Belum lagi saat terjadi kelangkaan suku cadang sementara pabrikan sistem persinyalan tersebut sudah lama gulung tikar dan teknologi serupa tidak ditemui di sistem persinyalan donor dari negara lain. kalaupun ada, harus menunggu waktu administrasi dan pengimporan yang makan waktu lama sementara kebutuhan sudah sangat mendesak. walhasil, para pegawai PT. Kereta Api (Persero) harus memutar otak dan berkreasi untuk menyiasatinya dan untunglah orang-orang kita di beri berkah ketelatenan, kesabaran dan kreativitas oleh tuhan

Sistem persinyalan yang merupakan prasarana pendukung perkeretaapian saat ini sesuai dengan amanat UU23/2007 adalah milik pemerintah (kekayaan negara) tetapi di berikan kewenangan penguasaan, perawatan dan pengembangannya kepada PT. Kereta Api (Persero) menjadi kekayaan negara yang dipisahkan dengan tetap seizin dan sepengetahuan Dephub sebagai perpanjangan tangan pemerintah.
Tapi apapun itu, sebuah sistem persinyalan telah terbangun di ranah perkeretaapian di negeri ini. Sudah saatnya kita sebagai railfans memahami kondisinya dan turut menjaga aset perkeretaapian agar tetap terawat sembari berharap suatu saat nanti ada putra-putri Indonesia yang sanggup menciptakan sistem persinyalan utuh yang 100% buatan negeri sendiri. Wahai sarjana dan ahli-ahli elektrik, telekomunikasi dan teman-temannya, mari berkaryalah untuk ibu pertiwi.....
wassalam
dikutip dari Diktat-diktat Sintelis PT. Kereta Api (Persero) dan diolah dari berbagai sumber
nb: mumpung momennya tepat, saya mo mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1430 H bagi kawan-kawan yang merayakan, mohon maaf lahir dan bathin



![[Image: iokl8h.jpg]](http://i56.tinypic.com/iokl8h.jpg)

