cuma salut sama masinisnya yang cepat tanggap..
Kalo sampe dia ga nyadar akan kebakaran itu entah apa jadinya pasti bisa cepat sekali merembet apalagi angin yang bertiup kencang...
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
(31-10-2009, 05:10 PM)gogolala Wrote: Lumajang - Gerbong makan KA Mutiara Timur yang terbakar diduga berasal dari konsleting genset. Meski terbakar habis, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Informasi yang berhasil dihimpum detiksurabaya.com di lokasi, Sabtu (31/10/2009), KA jurusan Banyuwangi-Surabaya terbakar sekitar 200 meter sebelum masuk Stasiun Klakah. Beruntung, ada salah seorang petugas yang mengetahu peristiwa itu.
Akhirnya petugas menghentikan laju Kereta Mutiara timur dengan menyalakan lampu merah untuk peringatan.
"Waktu itu asap mengepul, akibat angin bertiup kenjang dan terjadilah kobaran api," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Kusmindar ditemui di lokasi kejadian.
Menurut Kusmindar penumpang yang panik langsung diturunkan dan dievakuasi ke dalam stasiun. Sehingga kebakaran gerbong KA tersebut tidak ada korban jiwa.
"Alhamdulillah korban jiwa tidak ada," kata Kusmindar pada sejumlah wartawan. (bdh/bdh)
sumber : surabaya.detik.com
Kortsluiting pada genset berarti ada kabel dari genset yang terbuka, seperti pada kasus kebakaran BP ABA beberapa waktu yang lalu.
Pertanyaannya:
1. Apakah dipo gerbong SB selalu mengecek kabel-kabel penyalur arus listrik dari genset BP/KMP pada perawatan berkala (PB) maupun PA?
2. Mengapa sepertinya gerbong BP dan KMP dianaktirikan untuk urusan perawatan berkala dan perawatan perkabelan (padahal BP dan KMP adalah bagian vital untuk menyalurkan listrik ke seluruh rangkaian)?
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)