Poll: bayah?
You do not have permission to vote in this poll.
1
59.09%
13 59.09%
2
40.91%
9 40.91%
Total 22 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur Mati Saketi - Bayah si eksotik yang berumur pendeng
#11
Wah nais info nih,, salut buat yang udah kesana
Reply
#12
gara2 asyik membahas tret sebelah tentang jalur misteri banjar-cijulang, saya jadi teringat kalo jawa bagian barat masih ada jalur yang tak kalah penuh misterinya, saketi-bayah.

saya jadi teringat beberapa waktu yang lalu (agak lama sih 1 bulan yang lalu kalo gak lupa) ada acara tv di salah satu stasiun tv (saya lupa acaranya), jam 11.30 malam. membahas tentang daerah banten selatan.

saya langsung harap2 semoga jalur ka nya juga ikut2 di bahas. e, ternyata benar. semua bekas fosil rel, bangunan, stasiun, diliput. nah, yang bikin saya tambah penasaran, waktu kru tv menuju ke pulo manuk.

saya ingat kalo TS di atas menyatakan rel nya masih terus ke pulo manuk dan ada terowongan disana konon kabarnya. ternyata di pulo manuk adalah semacam gua jepang, yang disinyalir sebagai benteng pertahanan.

sayang liputannya masih kurang jelas dan misteri pulo manuk masih belum terungkap, benarkah di sana itu sumber tambang batubara nya? apa urgensinya jepang membangun pertahanan disana?

ini masih menjadi sebuah misteri....
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#13
(20-02-2010, 07:03 PM)ady_mcady Wrote: [spoiler]
gara2 asyik membahas tret sebelah tentang jalur misteri banjar-cijulang, saya jadi teringat kalo jawa bagian barat masih ada jalur yang tak kalah penuh misterinya, saketi-bayah.

saya jadi teringat beberapa waktu yang lalu (agak lama sih 1 bulan yang lalu kalo gak lupa) ada acara tv di salah satu stasiun tv (saya lupa acaranya), jam 11.30 malam. membahas tentang daerah banten selatan.

saya langsung harap2 semoga jalur ka nya juga ikut2 di bahas. e, ternyata benar. semua bekas fosil rel, bangunan, stasiun, diliput. nah, yang bikin saya tambah penasaran, waktu kru tv menuju ke pulo manuk.

saya ingat kalo TS di atas menyatakan rel nya masih terus ke pulo manuk dan ada terowongan disana konon kabarnya. ternyata di pulo manuk adalah semacam gua jepang, yang disinyalir sebagai benteng pertahanan.

sayang liputannya masih kurang jelas dan misteri pulo manuk masih belum terungkap, benarkah di sana itu sumber tambang batubara nya? apa urgensinya jepang membangun pertahanan disana? [/spoiler]

ini masih menjadi sebuah misteri....

Betul kang saya pernah kesana beberapa tahun yang lalu (sayang gak bawa kamera) masih banyak penambangan Batubara yang dikerjakan oleh masyarakat setempat. Diangkut dengan mobil truk dikumpulin di pinggir jalan antara Malingping - Bayah.
[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#14
Jalur mati ini berat di ongkos nih kalau mau di revitalisasi kelihatane.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#15
Oh my rail heavy on the cost Sedih
[Image: 165399_4826310862985_805213596_n.jpg]
Reply
#16
Mantap laporannya mas top markotop
Reply
#17
. good job mas . dulu pernah baca di MKA , di jalur itu , susah nemuin bekas2 nya lhoo ...
[Image: 79HOP8.jpg]
Hasil karya saya covering lagu di SOUNDCLOUD, like ya
Reply
#18
Kebetulan saya memiliki kakek yang masa kecilnya sering dihabiskan dengan berpetulang mendaki gunung dan berkunjung ke daerah-daerah terpencil. Dan dimasa-masa kemerdekaan, kakek saya beserta keluarganya[kecuali ibu dan saudara perempuan] berniat menembus hutan belantara dari daerah Cicurug hingga Bayah. Menurut kakek saya, perjalanan didalam hutan menghabiskan waktu hampir 1 minggu. Dan akhirnya, setelah menembus hutan belantara dengan waktu yang sangat lama, kakek saya sampai juga di daerah bayah. Dan tujuan utama kakek saya dan keluarganya saat di daerah Bayah adalah pergi ke STASIUN BAYAH...! Saat itu masih tahun 1945.., kakek saya tentulah masih sangat kecil saat itu. Mungkin seumuran kelas 2 atau 3 SD. Namun ingatannya saat ini mengenang masa-masa saat itu masihlah tajam. Kakek saya menceritakan kepada saya, bahwa dia sempat melihat sebuah lokomotif uap seri C stabling dalam kondisi hidup di jalur 2 stasiun Bayah. Stasiun Bayah tidaklah besar. Hanya ada [mungkin]3 jalur KA di emplasemen stasiun Bayah. Waktu yang dihabiskan kakek saya di Bayah tidaklah lama. Haya satu hari saja. Namun waktu tersebut cukup untuk mencari informasi lebih dalam mengenai daerah ini. Namun yang diceritakan kepada saya hanyalah tentang jalur KA tentunya. Beliau menceritakan bahwa sebelum kemerdekaan, stasiun Bayah bukanlah stasiun akhir. Masih ada jalur terusan menuju Pulo Manuk. Saat itu Kakek saya masih melihat sisa-sisa jalur kereta api menuju Pulo Manuk ini. Pulo Manuk adalah pusat penambangan Batu Bara di daerah Bayah ini. Sehingga, untuk mempermudah pengangkutan Batu Bara, Jepang membangun jaringan kereta api hingga daerah Pulo Manuk ini. Untuk menghubungkan antara Pulo Manuk dengan Bayah dengan jaringan rel Kereta api, Jepang harus membangun sebuah jembatan KA panjang. Jembatan yang dibangun adalah jembatan berangka besi yang populer saat itu. Namun, usaha Jepang untuk membangun jaringan KA menuju tempat penambangan Batu Bara tercium oleh sekutu. Jembatan yang saat itu baru selesai dibuat langsung di Bom oleh sekutu. Sebelum selesai diperbaiki, Jepang telah lebih dulu kalah dalam perang dunia ke2. Hingga akhirnya jembatan itu tak diperbaiki lagi. Dan sampai akhirnya, entah karena alasan apa, jalur tersebut tidak dipergunakan lagi. Dan konon katanya, dari Bayah hingga Saketi yang jaraknya lumayan jauh tersebut hanya ada sedikit stasiun. Mungkin hanya ada sekitar 2 stasiun saya. Itu pun hanya diperuntukan untuk persilangan saja.

Sekian cerita dari saya.
walaupun KRL baru selalu dinanti,
tetapi rheostatik selalu dihati dan jangan diganti....,
[Image: 20090717141252_DSCI2463ajjx_4a6024745d264-t.jpg]
Reply
#19
baru tau ternyata jalurnya cukup eksotis kayak jalur banjar - cijulang. tapi sayang kenapa jalurnya harus dihancurkan. padahal jalur itu dibangun dengan tumbal romusha yang sangat banyak. btw , bekas rel saketi bayah tu pake rel tanjungsari - jatinangor & dayeuhkolot - majalaya ?
Reply
#20
very nice info Bro,,
ask: dari kesekian foto,,ada ngga yg masih kliatan sisa2 rel nya?
[Image: show.php?photo=20100117011202_kaossaveou...272616.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)