06-03-2010, 05:29 PM
Yang penting antar divre bisa 'nyambung' jalur relnya. Biar KA bisa melewati berbagai daerah, antar divre misalnya.
Loco Project Designer for better Indonesian Railways 


|
06-03-2010, 05:29 PM
Yang penting antar divre bisa 'nyambung' jalur relnya. Biar KA bisa melewati berbagai daerah, antar divre misalnya.
Loco Project Designer for better Indonesian Railways
![]()
01-10-2011, 05:18 AM
Ma'af soalnya thread yg baru ada ttg KA wisata atau pun Railbus Sumatera Barat, jadi takut OOT
:Jalur Kereta Sumbar-Riau Akan Difungsikan Kembali Nasional / Rabu, 28 September 2011 20:20 WIB Metrotvnews.com, Padang: PT Kereta Api Indonesia akan memfungsikan kembali jalur kereta Sumatra Barat-Riau yang masuk dalam rangkaian pembangunan jalur KA Trans-Sumatra. Jalur ini dibangun pada masa zaman penjajahan Belanda. "Lintasannya sudah ada, tetapi karena sudah lama tidak dioperasikan, sekarang sudah tertimbun tanah yang tidak diketahui ketebalannya," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatra Barat, Syafrial Romeo di Padang, Sumbar, Rabu (28/9). Romeo menjelaskan, lintasan rel kereta api tersebut dibangun sepanjang 177 kilometer pada 1891. Jalur itu melewati Muaro Sijunjung-Silukah Muaro-Lubuk Ambacang-Logas-Logas Tangko-Sungai Batang-Pekanbaru. "Rencananya, desain akan dirancang oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan," kata Romeo. Ia mengatakan, saat ini kereta api di Sumatra Barat yang beroperasi adalah kereta penumpang baik reguler maupun wisata jurusan Padang-Pariaman dengan stasiun di Simpang Haru dan Tabing, serta Padangpanjang-Sawahlunto. "Sedangkan kereta barang diaktifkan untuk mengangkut produksi PT Semen Padang dari Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan menuju Pelabuhan Teluk Bayur," katanya. Selain itu, ia menambahkan angkutan wisata loko uap Kota Sawahlunto-Stasiun Muara Kalaban dan angkutan wisata Kota Padangpanjang-Sawahlunto. Kereta rute Padang-Padangpanjang yang melewati Lembah Anai juga belum bisa beroperasi. Ada kerusakan di jembatan Kayu Tanam akibat hantaman banjir bandang pada 2010. "Diperkirakan kereta itu bisa beroperasi pada November 2011 karena perbaikannya sudah selesai," kata Romeo. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatra Barat memiliki 21 gerbong, masing-masing lima gerbong di KA Sibinuang dan 16 gerbong di KA Dang Tuanku. "Kita juga memiliki 23 lokomotif yang semua masih beroperasi baik untuk penumpang maupun barang," kata Romeo.(Ant/BEY) http://www.metrotvnews.com/metromain/new...an-Kembali ----------- Yang jadi pertanyaan2 aku pribadi : 1. Semua KA ini akan milik Divre II Padang atau Riau bakal punya Divre sendiri yah? Termasuk lok - loknya juga. 2. Riau kalo gak salah kaya dg hasil batubara dan minyak. Khusus utk minyak, koq nampaknya Divre II gak punya dan entah knapa jg gak punya rencana ngadain KA ketelan yah? 3. Rute Riau ini termasuk juga dari dan ke Jambi yg sudah direncanakan atau terpisah yah? Alias masing2 punya stasiun badug gitu... 4. Apa sudah siap semisal diprotes ama armada darat lainnya gitu? Blom lagi takutnya lewat hutan lindung deh... huuhhh... Alasan klasik yg kayak di Kalimantan gitu deh...
06-10-2011, 11:45 AM
dukung aja deh pembangunan jalur baru ini... asalkan diikuti jg dng peningkatan efisiensi jalur yg udah beroperasi
soalan gauge y....
ini sedikit pendapat saya pertama klo ndak salah indonesia sempat punya rekor kecepatan kereta sepur 1067mm, pas jaman belanda kedua, saya sependapat bahwa untuk kondisi medan di indonesia, terutama pulau jawa dan sumatra barat, lebih baik jika digunakan sepur 1067mm ketiga, kita memang nggak bisa menuding prancis memberikan bantuan fasilitas untuk gerakan separatis di aceh. tetapi jika eskalasi meningkat dan kaum separatis kembali agresif, break-of-gauge antara aceh dan sumut akan sangat membantu mereka, baik dalam soal advantage dengan adanya transportasi rel, dan disadvantage bagi pihak indonesia karena tidak bisa menggunakan rel secara langsung untuk pengangkutan dari sumatra utara, apalagi jika semua rolling stock dikuasai separatis. selain itu break of gauge juga memperkuat kedaulatan ekonomi kaum separatis karena terpisahnya jalur kereta di aceh dengan jalur kereta di NKRI bukannya saya menolak penggunaan sepur 1435mm, tetapi lebih baik jika kita tetap mengembangkan jaringan rel dengan sepur 1067mm warisan belanda, apalagi di daerah2 yang sensitif dengan isu gerakan separatis. saat ini kebutuhan angkutan barang dan penumpang sudah bisa dipenuhi dengan sepur sempit. sepur standar bisa dibangun pada saatnya nanti jika kita sudah siap mulai mengoperasikan kereta cepat dan ikut membangun Trans-Asian Railway (kita udah tanda tangan kesepakatannya tapi ntah kapan mulai bangun beneran)
visit my blog
Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' ![]() RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010. |