Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
seandainya ada KA Purwojaya lewat Bandung
#31
(19-10-2009, 05:51 PM)BAMBANG EKO Wrote: Ya nggak cocoklah , lha wong penumpangnya banyak yang dari PWT , gimana mau muter dulu ? lagian jaraknya menjadi lebih jauh sekitar 50 Km belum lagi jalur tanjakan rn turunan dengan banyak ritual khusus. Kalau pun bisa bikin aja KA Argo Slamet Cilacap - Jakarta .

Dari Cilacap kalah sama "BUDIMAN" trus dari Maos (ada penumpang ndak???) Lodaya aja seret penumpang dari KYA, trus dari BJR apa mau di adukan sama Priangan??? Penumpang jaman sekarang butuh waktu bukan pemandangan, kecuali yang benar-benar pengen menikmati suasana. soal tanjakan ndak jadi soal karena belum tentu KA ini pake rangkaian panjang dengan kata lain liat pasar dulu...

Reply
#32
(19-10-2009, 06:06 PM)asep_0907 Wrote:
(19-10-2009, 05:51 PM)BAMBANG EKO Wrote: Ya nggak cocoklah , lha wong penumpangnya banyak yang dari PWT , gimana mau muter dulu ? lagian jaraknya menjadi lebih jauh sekitar 50 Km belum lagi jalur tanjakan rn turunan dengan banyak ritual khusus. Kalau pun bisa bikin aja KA Argo Slamet Cilacap - Jakarta .

Dari Cilacap kalah sama "BUDIMAN" trus dari Maos (ada penumpang ndak???) Lodaya aja seret penumpang dari KYA, trus dari BJR apa mau di adukan sama Priangan??? Penumpang jaman sekarang butuh waktu bukan pemandangan, kecuali yang benar-benar pengen menikmati suasana. soal tanjakan ndak jadi soal karena belum tentu KA ini pake rangkaian panjang dengan kata lain liat pasar dulu...

Setuju banget, Kang Asep....Ada Ide..!
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe

[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#33
Ya jelaslah penumpangnya banyakan di PWT La wong dari dulu di jalur selatan ga pernah dikembangkan secara serius untuk kelas bisnis dan Eksa, semisal Jogja-Jakarta ato Kroya Jakarta kelas Bisnis/Eksa yg langsung lintas bandung, nyatanya dari dulu kelas K1 cuma dr Surabaya/Jogja ke Bandung, ntar kalo mau ke Jakarta harus nyambung lagi...
Reply
#34
(19-10-2009, 06:06 PM)asep_0907 Wrote: Penumpang jaman sekarang butuh waktu bukan pemandangan, kecuali yang benar-benar pengen menikmati suasana.

Hahaha... ini saya setuju banget bang! Kita harus realistis lah... Jangan terlalu mengedepankan ke-railfan-an kita, dengan mengusulkan rute baru KA yang rada-rada "aneh" dengan mengatasnamakan "pemandangan yang eksotis", "alam yang indah", "jalur wisata" dsb.

Prospeknya gimana..? Memangnya seberapa banyak orang Bandung yang mau ke Telukpenyu, Bentengpendem, Gunung Srandil? 1000 orang perhari? Kalo memang iya, ok, mainkan! Seberapa banyak sih orang yang pengen berlama-lama naik kereta untuk liat pemandangan di Lebakjero? 500 orang perhari? Kalo iya, mainkan!

Jakarta dan Bandung punya interaksi yang sangat kuat.
Masih banyak orang Jakarta yang "menggunakan" Bandung untuk tujuan rekreasi
Pemandangan di sepanjang jalur kereta Jakarta-Bandung edan edan bagusnya
Toh tetep aja kita kalah.. mati! Terbukti kecepatan adalah nomer satu
Reply
#35
jangan dong, tar pamor Purwojaya turun lagi Jedotin
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)