02-08-2012, 12:26 PM
TRANSPORTASI PUBLIK
Pemerintah Serahkan Kereta ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Pemerintah Serahkan Kereta ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Kamis, 2 Agustus 2012
JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan kembali menyerahkan lima rangkaian atau 25 unit kereta rel diesel elektrik (KRDE) ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk dioperasikan pada angkutan Lebaran 2012.
Kereta buatan PT Industri Kereta Api (Inka) senilai Rp 26,49 juta dolar AS atau Rp 132 miliar per rangkaian ini merupakan pelaksanaan program pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa kereta api (KA).
Sumber pembiayaannya dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2010/2011. Pemerintah juga memberikan 30 unit atau tiga rangkaian KA ekonomi-AC yang baru akan diserahkan pada H-7 Lebaran 2012.
Direktur Jenderal Perkeretapian Kemenhub Tundjung Inderawan, di Jakarta, Selasa (31/7), mengatakan, penyerahan KA ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu dilakukan secara bertahap pada H-7 Lebaran untuk 30 unit KA ekonomi-AC dan diikuti 25 unit KRDE. Dalam hal ini, KRDE akan melayani rute Pasar Senen (Jakarta)-Semarang (Jawa Tengah) sebanyak dua rangkaian KA serta rute Surabaya-Blitar, Madiun-Blitar, dan Cilacap-Kutuardjo-Yogyakarta.
Dengan adanya penambahan 25 unit KRDE, maka untuk angkutan Lebaran tahun ini pemerintah memberikan 55 unit KA khusus untuk melayani penumpang kelas ekonomi. Penambahan KA itu berdasarkan kebutuhan yang setiap tahunnya terus meningkat.
KRDE maupun KA ekonomi-AC mengusung tingkat kenyamanan yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Khusus KRDE yang memiliki kapasitas angkut 308 penumpang per rangkaian KA, diharapkan bisa memberikan pelayanan penuh kepada penumpang yang melakukan perjalanan mudik Lebaran. "Pemerintah berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Makanya setiap ada permintaan untuk kereta kelas ekonomi, selalu direspons dengan baik serta direalisasikan," ujarnya.
Dana untuk pengadaan 30 unit KA ekonomi-AC sendiri mencapai Rp 117,75 miliar atau Rp 39,25 miliar per satu rangkaian KA. Pengadaan KA ekonomi-AC dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. Awalnya diusulkan anggaran untuk 50 unit atau lima rangkaian KA, namun yang disetujui 30 unit KA.
Kereta buatan anak negeri ini melayani penumpang pada lintas Jakarta-Surabaya, Jakarta-Semarang, dan Jakarta-Solo. Satu rangkaian KA ekonomi AC terdiri dari 10 unit kereta dan satu unit kereta makan yang dilengkapi peralatan pembangkit listrik. Masing-masing kereta memiliki 80 tempat duduk, sehingga dalam satu rangkaian dapat mengangkut sebanyak 800 penumpang. (Syamsuri S)
JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan kembali menyerahkan lima rangkaian atau 25 unit kereta rel diesel elektrik (KRDE) ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk dioperasikan pada angkutan Lebaran 2012.
Kereta buatan PT Industri Kereta Api (Inka) senilai Rp 26,49 juta dolar AS atau Rp 132 miliar per rangkaian ini merupakan pelaksanaan program pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa kereta api (KA).
Sumber pembiayaannya dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2010/2011. Pemerintah juga memberikan 30 unit atau tiga rangkaian KA ekonomi-AC yang baru akan diserahkan pada H-7 Lebaran 2012.
Direktur Jenderal Perkeretapian Kemenhub Tundjung Inderawan, di Jakarta, Selasa (31/7), mengatakan, penyerahan KA ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu dilakukan secara bertahap pada H-7 Lebaran untuk 30 unit KA ekonomi-AC dan diikuti 25 unit KRDE. Dalam hal ini, KRDE akan melayani rute Pasar Senen (Jakarta)-Semarang (Jawa Tengah) sebanyak dua rangkaian KA serta rute Surabaya-Blitar, Madiun-Blitar, dan Cilacap-Kutuardjo-Yogyakarta.
Dengan adanya penambahan 25 unit KRDE, maka untuk angkutan Lebaran tahun ini pemerintah memberikan 55 unit KA khusus untuk melayani penumpang kelas ekonomi. Penambahan KA itu berdasarkan kebutuhan yang setiap tahunnya terus meningkat.
KRDE maupun KA ekonomi-AC mengusung tingkat kenyamanan yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Khusus KRDE yang memiliki kapasitas angkut 308 penumpang per rangkaian KA, diharapkan bisa memberikan pelayanan penuh kepada penumpang yang melakukan perjalanan mudik Lebaran. "Pemerintah berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Makanya setiap ada permintaan untuk kereta kelas ekonomi, selalu direspons dengan baik serta direalisasikan," ujarnya.
Dana untuk pengadaan 30 unit KA ekonomi-AC sendiri mencapai Rp 117,75 miliar atau Rp 39,25 miliar per satu rangkaian KA. Pengadaan KA ekonomi-AC dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. Awalnya diusulkan anggaran untuk 50 unit atau lima rangkaian KA, namun yang disetujui 30 unit KA.
Kereta buatan anak negeri ini melayani penumpang pada lintas Jakarta-Surabaya, Jakarta-Semarang, dan Jakarta-Solo. Satu rangkaian KA ekonomi AC terdiri dari 10 unit kereta dan satu unit kereta makan yang dilengkapi peralatan pembangkit listrik. Masing-masing kereta memiliki 80 tempat duduk, sehingga dalam satu rangkaian dapat mengangkut sebanyak 800 penumpang. (Syamsuri S)

 telah jadi member Semboyan 35 sejak Juli 2011

