Posts: 319
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
2
Posts: 132
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
2
05-10-2010, 10:17 AM
(This post was last modified: 05-10-2010, 10:27 AM by jokotingkir.)
Posts: 319
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
2
05-10-2010, 10:31 AM
(This post was last modified: 05-10-2010, 10:37 AM by 46rossi.)
(05-10-2010, 10:17 AM)jokotingkir Wrote: persib main lawan deltras sidoarjo hari sabtu 2 oktober sore jadi suporter viking naik pasundan hari jumat pagi dan sampai solo sekitar jumat sore , sudah di cegat oleh pasopati , kemudian berlanjut semua kereta ke arah timur jumat malam sampai sabtu pagi terus di sweeping dan dilempari batu termasuk GBMS ini. berhubung masinis takut banyak orang di ujung timur pws tepatnya percabangan ke wonogiri berakibat buntut nya GBMS belum preipal karena masinis tertipu lampu semboyan 21 malam warna hijau dimana setelah lampu itu masih ada sisa sekitar 20 meteran sampai body kereta paling ujung. Thanks kang atas keterangan kejadian detailnya 
Jadi untuk PLH ini belum ada ya tersangkanya? Apa berani polisi menahan Pasopati ?
Posts: 535
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
11
SAVE HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE)
Posts: 2,217
Threads: 0
Joined: Sep 2009
Reputation:
25
Edisi : Selasa, 05 Oktober 2010 , Hal.6
Sekuntum bunga tanda duka
Bu, makamnya dimana? Kok bunganya ditaruh di situ?†tanya Putik Fahika Sesakia kepada gurunya sambil menunjuk kumpulan bunga yang ditaruh di atas rel kereta api Stasiun Purwosari Solo, Senin (4/10).
Guru yang ditanya pun berusaha menjelaskan bahwa korban yang meninggal telah dimakamkan di rumahnya masing-masing. Namun Putik dan teman-temannya bertanya kembali mengapa bunga yang mereka bawa ditaruh di atas rel kereta api. Mereka seolah berpendapat bahwa bunga untuk orang mati itu letaknya di sebuh pemakaman, bukan di atas rel kereta api.
Putik dan sembilan temannya dari TK Primagama Solo, kemarin sengaja datang ke Stasiun Purwosari untuk berdoa sambil membawa sekuntum bunga Crisan sebagai tanda duka.
Siswa lainnya, Dinda Safa Fania Putri, mengatakan ia telah menonton gambar kecelakaan kereta api itu di televisi dan melihat fotonya di koran. “Keretanya rusak parah. Aku melihat di televisi sama mama,†jelasnya.
Ia pun mengaku kasihan terhadap para korban dan kelurga yang ditinggalkan. “Kasihan mereka,†ujarnya singkat.
Guru TK Primagama Solo, Sogiyatun, mengatakan ia mengajak anak-anak untuk mendoakan para korban kecelakaan kereta api yang terjadi di Pemalang dan Solo, Sabtu (2/10). Sebelum menaruh bunga di atas rel, anak-anak pun berdoa bersama dipimpin salah satu siswa. Dalam doanya, mereka berharap agar Allah SWT mengampuni dosa para korban, menerima segala amal ibadahnya, menempatkan mereka di tempat terbaik.
Sebelum ke Stasiun Purwosari, ungkap Sogiyatun, guru telah memberikan penjelasan kepada anak-anak tentang kecelakaan itu. Sebagai saudara, anak-anak diminta untuk mendoakan para korban. “Bunga yang dibawa anak-anak itu sebagai simbol duka,†katanya. - Oleh : Eni Widiastuti
.
Posts: 526
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
5
(04-10-2010, 10:53 AM)dimasfaiz Wrote: dapet info dari temen2 di PWT, kalo GBMS itu ketahan 3 jam disana karena gensetnya mati... jadi di PWT dibenerin dulu itu genset baru jalan lagi, lampu mati semua itu... GBMS pake loko CC 20313 sementara BIMA pake CC 20402... agak OOT nih ya.. nomer BIMA kan 34 sementara GBMS itu 144 apakah ada masalah dengan angka 4 nya... hmmm.... oke BTT

ehmm...loko yang PLH di petarukan juga cc203 40(ABA) and cc2011 40(senjut)..ayo...
trus ka yang nyeruduk ABA KA 4...
nyok
..:::: We Are Familly ::::..
Posts: 1,376
Threads: 0
Joined: Aug 2008
Reputation:
12
Wow...
Angka 4 tu angka kesialan bwt etnis cina kan?
Btt
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri
Posts: 6,463
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
1
Back to topic...
Posts: 132
Threads: 0
Joined: Jun 2009
Reputation:
2
"Sumber Berita"
Pimpinan Perjalanan Kereta Jadi Tersangka Kecelakaan di Solo
Nusantara / Kamis, 7 Oktober 2010 14:04 WIB
Metrotvnews.com, Solo: Polres Kota Surakarta, Solo, menetapkan seorang tersangka kasus kecelakaan antara kereta api eksekutif Bima jurusan Jakarta-Surabaya yang menabrak rangkaian gerbong kereta api Gaya Baru Malam di Stasiun Purwosari, Solo, pada 2 Oktober lalu.
Atmanto (25), warga Dusun Karasan, Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, jadi tersangka lantaran saat kejadian ia bertugas sebagai petugas Pimpinan Perjalanan Kereta Api Stasiun Purwosari Solo. "Tersangka sudah diamankan di Markas Polresta Surakarta. Sebanyak saksi sudah dimintai keterangan, baik korban maupun petugas PT Kereta Api," kata Kapolresta Surakarta Nana Sudjana di Solo, Kamis (7/10).
Menurut Kapolresta, tersangka dijerat Pasal 359 jo 361 KUHP, tentang kelalaian, yakni barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang. Hal itu, dilakukan saat bersangkutan melaksanakan pekerjaannya dan ancaman hukuman maksimal lima tahun.
Menurut Kapolresta, petugas PPKA di Stasiun Purwosari telah memberikan sinyal masuk kereta api Bima dari arah Jakarta. Padahal, kereta api Gaya Baru Malam dengan arah yang sama sedang parkir dan kondisi belum aman, sehingga terjadi kecelakaan tersebut.
"Kereta api Gaya Baru Malam kondisi belum aman saat masuk stasiun, tetapi petugas stasiun sudah memberikan sinyal kereta api Bima diperbolehkan jalan, sehingga terjadi senggolan yang menyebakan satu orang tewas dan empat lainya luka-luka," katanya.
Menurut dia, kecelakaan tersebut akibat kelalaian petugas stasiun saat mengatur parkir kereta. Mereka seharusnya melakukan pengontrolan kereta api yang parkir apakah kondisinya sudah aman dari jalur lainnya.(Ant/DOR)
hemmmm polisinya gak dijadiin tersangka juga, kan lalai dalam mengamankan perjalanan kereta dari lemparan batu.
Posts: 876
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
20
Permisi, mungkin ada yang tau kode gerbong yang diseruduk Bima nggak?
Aktif kembali setelah dibanned sama pak momod dan orang tua.
|