Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
Perjalanan jauh sungguh dirasakan bosen. Apalagi kalau cuma duduk manis menanti kapa tiba di tujuan sambil memandang indahnya pemandangan eksotika pegunungan, pantai, perkotaan dan pedesaan yang kita laluin dalam KA yang berlaju. Bagi kita mungkin menjadi momen yang berharga di tiap wilayah yang kita laluin dengan KA masing2. Tapi masyarakat awam justru hanya menikmatinya sesaat. Duduk terlalu lama memang membuat pantat kita menjadi pegal dan sesekali ingin beranjak ke suatu tempat.
Layaknya hotel berjalan, nampaknya PT. INKA harus meluncurkan kereta Lobi - Lounge dalam 1 rangkaian KA yang dioperasiin. Para tamu hotel yang baru check in pasti akan bosen di dalam kamar masing2 kalau enggak menikmati sajian kuliner baik di dalam hotel maupun di luar hotel. Di situlah di mana kita berkumpul di area lobi - lounge dulu sambil menunggu anggota rombongan lainnya berkumpul. Berlaku juga bagi kita yang menginap entah itu di vila, di apartemen, di rumah kerabat, dll. Malamnya pasti butuh suasana segar dg suguhan kuliner.
Bayangkan saja kalau perjalanan malam dg KA Klas Eksekutif atau pun Bisnis dengan duduk manis saja diselimuti oleh selimut tambahan dari prama - prami. Menanti pesanan dari prama - prami yang lama. Alangkah lebih menikmatinya lagi kalau saja kita berkumpul sesaat melepas penat di kereta lobi - lounge yang aku harapkan. Adapun kereta Lobi - Lounge yang aku harapin itu difasilitasin oleh sofa 1 - 3 dudukan menghadap secara paralel di pinggir jendela KA, karpet pastinya bukan vinyl, koran - koran gratisan dan juga majalah2, dll pokoknya seperti layaknya Lobi - Lounge di hotel - hotel berbintang.
Susunannya pun Lok - BP - K1 - K1 - KLL - K1 - KM - K1 - KLL - K1 - K1. Totalnya jadi 10 kereta dan 1 lokomotif. Bagaimana? Apa ada ide lainnya menurut kawan2? Kalau perlu ada kereta Bermain Anak demi kepuasan anak2 kecil dilengkapi fasilitas bermain LEGO, counter penjualan permen dan cokelat lokal dan impor, buku - buku bacaan dongeng, mic dan speakernya apabila ada prama - prami yang ingin bikin acara kecil2an.
Posts: 5,708
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
117
Ide anda bagus .
Tapi sebagai bahan pertimbangan
1. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) " gagal " saat meluncurkan Kereta / Gerbong Premium dengan initial S / W atau dengan identitas , Bali . Toraja atau Nusantara yang dirangkaikan ke dalam KA Argolawu beberapa waktu yang silam.
2. KA Premium yang notabene hanya satu gerbong tersebut yang mungkin saja hampir mirip dengan KL yang anda maksudkan terbukti kurang peminat dengan okupansi rendah sebagai barometernya .
3. Kalaupun " KL "berhasil diluncurkan takutnya akan menjadi " Predator " bagi Rangkaian KA yang sudah eksis sebelumnya alias menimbulkan kematian bagi sesamanya.
tapi sekali lagi saya mohon maaf bila tulisan ini kurang berkenan.
Posts: 719
Threads: 0
Joined: Aug 2010
Reputation:
6
setelah ngebaca tulisan TS ama kajian dari om Bambang, menurut saya masuk akal apa yg diutarakan oleh om Bambang
jikalau ada KL, bilamana penumpang sedang padat-padatnya (musim liburan) apa masih bisa berfungsi???
Plymouth PKC menuju hari kejayaannya dengan angkutan yang berbeda, yaitu BATUBARA
walau koleksi foto belon banyak
koleksi foto saya
Posts: 3,087
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
27
OIya sih yah... di kereta Makan aja banyak penumpang yg bayar ke oknum petugas / baca = KP yah... Apalagi yang lahan kosong macem KL gini yah? Bisa2 ada penumpang sekedar ngilang penat mau berlaptop selonjoran santai di sofa kereta Lounge malah udah didudukin banyak batau pun beberapa orang yah... Mungkin dengan ketegasan di masing2 Daops bisa aja enggak diperbolehin meski udah disodorin dengan giuran lembaran - lembaran Rupiah sekalipun sih...
Memangnya dulu kereta Premium di Argo Lawu kayak apa yah interiornya? Bukannya konon di Argo Dwipangga? Dilengkapi pula dengan fasilitas spa dan pijat gratis lengkap ada kursi pijatnya segala gitu... Kalo Toraja, Bali, Nusantara dan sebangsanya pengecualian deh... Itu semua khan kereta pesanan khusus buat 1 rombongan. Kalau KL yang aku maksud itu buat umum. Siapa aja bisa negmpatin kereta itu.
Posts: 702
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
3
klo bsa balikin lg era keemasannya BIMA dengan gerbong tidurnya.. belum pernah nyoba..
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Posts: 2,640
Threads: 0
Joined: Jun 2010
Reputation:
19
mungkin langkah sederhana nya adalah mengembalikan kembali kejayaan KERETA MAKAN
tidak seperti sekarang yang untuk sekelas KA 44 saja KM nya kayak gudang...
693-5073-893-673
Posts: 890
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
17
05-03-2011, 11:12 AM
(This post was last modified: 05-03-2011, 11:17 AM by nikmuracell.)
(12-10-2010, 05:25 PM)Dana Komuter Wrote: Perjalanan jauh sungguh dirasakan bosen. Apalagi kalau cuma duduk manis menanti kapa tiba di tujuan sambil memandang indahnya pemandangan eksotika pegunungan, pantai, perkotaan dan pedesaan yang kita laluin dalam KA yang berlaju. Bagi kita mungkin menjadi momen yang berharga di tiap wilayah yang kita laluin dengan KA masing2. Tapi masyarakat awam justru hanya menikmatinya sesaat. Duduk terlalu lama memang membuat pantat kita menjadi pegal dan sesekali ingin beranjak ke suatu tempat.
Layaknya hotel berjalan, nampaknya PT. INKA harus meluncurkan kereta Lobi - Lounge dalam 1 rangkaian KA yang dioperasiin. Para tamu hotel yang baru check in pasti akan bosen di dalam kamar masing2 kalau enggak menikmati sajian kuliner baik di dalam hotel maupun di luar hotel. Di situlah di mana kita berkumpul di area lobi - lounge dulu sambil menunggu anggota rombongan lainnya berkumpul. Berlaku juga bagi kita yang menginap entah itu di vila, di apartemen, di rumah kerabat, dll. Malamnya pasti butuh suasana segar dg suguhan kuliner.
Bayangkan saja kalau perjalanan malam dg KA Klas Eksekutif atau pun Bisnis dengan duduk manis saja diselimuti oleh selimut tambahan dari prama - prami. Menanti pesanan dari prama - prami yang lama. Alangkah lebih menikmatinya lagi kalau saja kita berkumpul sesaat melepas penat di kereta lobi - lounge yang aku harapkan. Adapun kereta Lobi - Lounge yang aku harapin itu difasilitasin oleh sofa 1 - 3 dudukan menghadap secara paralel di pinggir jendela KA, karpet pastinya bukan vinyl, koran - koran gratisan dan juga majalah2, dll pokoknya seperti layaknya Lobi - Lounge di hotel - hotel berbintang.
Susunannya pun Lok - BP - K1 - K1 - KLL - K1 - KM - K1 - KLL - K1 - K1. Totalnya jadi 10 kereta dan 1 lokomotif. Bagaimana? Apa ada ide lainnya menurut kawan2? Kalau perlu ada kereta Bermain Anak demi kepuasan anak2 kecil dilengkapi fasilitas bermain LEGO, counter penjualan permen dan cokelat lokal dan impor, buku - buku bacaan dongeng, mic dan speakernya apabila ada prama - prami yang ingin bikin acara kecil2an.
Boleh buka LAPAK CUKUR RAMBUT gak..???
(05-03-2011, 01:13 AM)gilang pratama Wrote: klo bsa balikin lg era keemasannya BIMA dengan gerbong tidurnya.. belum pernah nyoba.. Ane dah pernah Nyoba ini, tapi emang seh dari yg udah2 dan kelas2 KA sekarang, BIMA lebih Oke... susahnya kalo tidur paling atas bujreeg dah ACnya langsung nyerempet ke dada
se7 dah balikin ke BIMA dah menjawab .... dan privacy lebih nyaman, keamanan barang bawaan aman, asongan blass kaga ada, kadang saya dulu suka takut kalo mau ke toilet jalan dikordornya seakan KA nih gue sewa sendiri... aslii mantafff ...
[spoiler= BRAKE.Emergency use only]
YAHOO!
nikimura.cellular
[/spoiler]
Posts: 1,060
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
4
ide nya bagus mas dana,
saya juga berharap ada fasilitas sofa 1 - 3 dudukan menghadap secara paralel di pinggir jendela KA, karpet pastinya bukan vinyl, koran - koran gratisan dan juga majalah2, dll pokoknya seperti layaknya Lobi - Lounge di hotel - hotel berbintang. apalagi kita bisa menikmati fasilitas nonton gratis pake TV LCD dengan DVD dan film2 seru dan bermutu. GAK KEBAYANG DEH NYAMANNYA.
dan yang perlu diingat adalah,
jika ini bisa direalisasikan jangan sampai ada istilah bayar diatas (Baca: bayar ke petugas)..
Posts: 178
Threads: 0
Joined: Oct 2010
Reputation:
0
(12-10-2010, 05:25 PM)Dana Komuter Wrote: Perjalanan jauh sungguh dirasakan bosen. Apalagi kalau cuma duduk manis menanti kapa tiba di tujuan sambil memandang indahnya pemandangan eksotika pegunungan, pantai, perkotaan dan pedesaan yang kita laluin dalam KA yang berlaju. Bagi kita mungkin menjadi momen yang berharga di tiap wilayah yang kita laluin dengan KA masing2. Tapi masyarakat awam justru hanya menikmatinya sesaat. Duduk terlalu lama memang membuat pantat kita menjadi pegal dan sesekali ingin beranjak ke suatu tempat.
Layaknya hotel berjalan, nampaknya PT. INKA harus meluncurkan kereta Lobi - Lounge dalam 1 rangkaian KA yang dioperasiin. Para tamu hotel yang baru check in pasti akan bosen di dalam kamar masing2 kalau enggak menikmati sajian kuliner baik di dalam hotel maupun di luar hotel. Di situlah di mana kita berkumpul di area lobi - lounge dulu sambil menunggu anggota rombongan lainnya berkumpul. Berlaku juga bagi kita yang menginap entah itu di vila, di apartemen, di rumah kerabat, dll. Malamnya pasti butuh suasana segar dg suguhan kuliner.
Bayangkan saja kalau perjalanan malam dg KA Klas Eksekutif atau pun Bisnis dengan duduk manis saja diselimuti oleh selimut tambahan dari prama - prami. Menanti pesanan dari prama - prami yang lama. Alangkah lebih menikmatinya lagi kalau saja kita berkumpul sesaat melepas penat di kereta lobi - lounge yang aku harapkan. Adapun kereta Lobi - Lounge yang aku harapin itu difasilitasin oleh sofa 1 - 3 dudukan menghadap secara paralel di pinggir jendela KA, karpet pastinya bukan vinyl, koran - koran gratisan dan juga majalah2, dll pokoknya seperti layaknya Lobi - Lounge di hotel - hotel berbintang.
Susunannya pun Lok - BP - K1 - K1 - KLL - K1 - KM - K1 - KLL - K1 - K1. Totalnya jadi 10 kereta dan 1 lokomotif. Bagaimana? Apa ada ide lainnya menurut kawan2? Kalau perlu ada kereta Bermain Anak demi kepuasan anak2 kecil dilengkapi fasilitas bermain LEGO, counter penjualan permen dan cokelat lokal dan impor, buku - buku bacaan dongeng, mic dan speakernya apabila ada prama - prami yang ingin bikin acara kecil2an.
hehe, ada kok di resto K1 keye Gajayana atau Bima coba aja kalau malam ngak bisa tidur kesini rame lho! cuma ya gt kesannya ngak diurus
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa
Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu 
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Posts: 890
Threads: 0
Joined: Nov 2010
Reputation:
17
(05-03-2011, 01:55 PM)krisnasip Wrote: (12-10-2010, 05:25 PM)Dana Komuter Wrote: Perjalanan jauh sungguh dirasakan bosen. Apalagi kalau cuma duduk manis menanti kapa tiba di tujuan sambil memandang indahnya pemandangan eksotika pegunungan, pantai, perkotaan dan pedesaan yang kita laluin dalam KA yang berlaju. Bagi kita mungkin menjadi momen yang berharga di tiap wilayah yang kita laluin dengan KA masing2. Tapi masyarakat awam justru hanya menikmatinya sesaat. Duduk terlalu lama memang membuat pantat kita menjadi pegal dan sesekali ingin beranjak ke suatu tempat.
Layaknya hotel berjalan, nampaknya PT. INKA harus meluncurkan kereta Lobi - Lounge dalam 1 rangkaian KA yang dioperasiin. Para tamu hotel yang baru check in pasti akan bosen di dalam kamar masing2 kalau enggak menikmati sajian kuliner baik di dalam hotel maupun di luar hotel. Di situlah di mana kita berkumpul di area lobi - lounge dulu sambil menunggu anggota rombongan lainnya berkumpul. Berlaku juga bagi kita yang menginap entah itu di vila, di apartemen, di rumah kerabat, dll. Malamnya pasti butuh suasana segar dg suguhan kuliner.
Bayangkan saja kalau perjalanan malam dg KA Klas Eksekutif atau pun Bisnis dengan duduk manis saja diselimuti oleh selimut tambahan dari prama - prami. Menanti pesanan dari prama - prami yang lama. Alangkah lebih menikmatinya lagi kalau saja kita berkumpul sesaat melepas penat di kereta lobi - lounge yang aku harapkan. Adapun kereta Lobi - Lounge yang aku harapin itu difasilitasin oleh sofa 1 - 3 dudukan menghadap secara paralel di pinggir jendela KA, karpet pastinya bukan vinyl, koran - koran gratisan dan juga majalah2, dll pokoknya seperti layaknya Lobi - Lounge di hotel - hotel berbintang.
Susunannya pun Lok - BP - K1 - K1 - KLL - K1 - KM - K1 - KLL - K1 - K1. Totalnya jadi 10 kereta dan 1 lokomotif. Bagaimana? Apa ada ide lainnya menurut kawan2? Kalau perlu ada kereta Bermain Anak demi kepuasan anak2 kecil dilengkapi fasilitas bermain LEGO, counter penjualan permen dan cokelat lokal dan impor, buku - buku bacaan dongeng, mic dan speakernya apabila ada prama - prami yang ingin bikin acara kecil2an.
hehe, ada kok di resto K1 keye Gajayana atau Bima coba aja kalau malam ngak bisa tidur kesini rame lho! cuma ya gt kesannya ngak diurus Pokoknya Bima PAling oke... setidaknya bisa jadi acuan diperbanyak kelas spt itu, yp penting itu bisa tidur, ada ACne, nggak dilangkah2i, suasana bener2 tenang ....
[spoiler= BRAKE.Emergency use only]
YAHOO!
nikimura.cellular
[/spoiler]
|