11-02-2011, 09:14 PM
Jakarta - Seorang remaja tewas kesetrum di atap KRL Ekonomi Jakarta-Bogor. Remaja laki-laki itu tewas kesetrum saat kereta singgah di Stasiun Citayam, Depok.
Abdul, seorang penumpang KRL itu menuturkan, peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 WIB, Jumat (11/2/2011).
Saat itu, katanya, KRL tengah berhenti di Stasiun Citayam. Setelah menunggu agak lama, kereta yang ditumpanginya tidak kunjung berangkat. Lalu dia mendengar adanya ribut-ribut di stasiun.
"Saya turun, dan orang-orang sudah pada heboh. Masinisnya nggak melanjutkan jalan karena katanya ada orang tewas kesetrum," jelas Abdul.
Menurut penuturan dari saksi mata yang didengar Abdul, ketika tersengat aliran listrik, korban terlihat berdiri kaku di atap gerbong. Lalu, korban jatuh ke tanah.
"Orang-orang yang di atas atap KRL langsung turun semua," kata Abdul yang menambahkan keretanya sempat berhenti antara 10-15 menit sebelum meneruskan perjalanan.
Informasi ini dibenarkan oleh Kahumas Daops I PT Kereta Api Mateta Rizalulhaq. "Iya betul, tadi jam 17.10 WIB ada orang yang tersengat listrik di KA 646 KRL Ekonomi Jakarta-Bogor, identitas belum diketahui dan sudah dievakuasi," ujar Mateta kepada detikcom.
Korban, imbuh Mateta, adalah seorang remaja tanggung. Identitas remaja tersebut belum diketahui. "Tidak beridentitas dan sekarang sudah ditangani polisi," jelas Mateta.
Kereta sempat berhenti sampai pukul 17.20 WIB. Listrik harus dimatikan saat evakuasi dilakukan. Mateta pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak nekat naik kereta di atap yang berisiko kesetrum.
"Naik di atap dilarang menurut Undang-undang (Perkeretaapian). Sayangi nyawa, jangan untuk menghindari Rp 2 ribu harus berkorban seperti itu. Itu biasanya orang yang ingin menghindari petugas dan merasa jadi superman yang ada di atap," imbau dia.
(nwk/irw)
Abdul, seorang penumpang KRL itu menuturkan, peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 WIB, Jumat (11/2/2011).
Saat itu, katanya, KRL tengah berhenti di Stasiun Citayam. Setelah menunggu agak lama, kereta yang ditumpanginya tidak kunjung berangkat. Lalu dia mendengar adanya ribut-ribut di stasiun.
"Saya turun, dan orang-orang sudah pada heboh. Masinisnya nggak melanjutkan jalan karena katanya ada orang tewas kesetrum," jelas Abdul.
Menurut penuturan dari saksi mata yang didengar Abdul, ketika tersengat aliran listrik, korban terlihat berdiri kaku di atap gerbong. Lalu, korban jatuh ke tanah.
"Orang-orang yang di atas atap KRL langsung turun semua," kata Abdul yang menambahkan keretanya sempat berhenti antara 10-15 menit sebelum meneruskan perjalanan.
Informasi ini dibenarkan oleh Kahumas Daops I PT Kereta Api Mateta Rizalulhaq. "Iya betul, tadi jam 17.10 WIB ada orang yang tersengat listrik di KA 646 KRL Ekonomi Jakarta-Bogor, identitas belum diketahui dan sudah dievakuasi," ujar Mateta kepada detikcom.
Korban, imbuh Mateta, adalah seorang remaja tanggung. Identitas remaja tersebut belum diketahui. "Tidak beridentitas dan sekarang sudah ditangani polisi," jelas Mateta.
Kereta sempat berhenti sampai pukul 17.20 WIB. Listrik harus dimatikan saat evakuasi dilakukan. Mateta pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak nekat naik kereta di atap yang berisiko kesetrum.
"Naik di atap dilarang menurut Undang-undang (Perkeretaapian). Sayangi nyawa, jangan untuk menghindari Rp 2 ribu harus berkorban seperti itu. Itu biasanya orang yang ingin menghindari petugas dan merasa jadi superman yang ada di atap," imbau dia.
(nwk/irw)
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]
YAHOO!
nikimura.cellular
[/spoiler]
YAHOO!
nikimura.cellular

![[Image: siggi.jpg]](http://i984.photobucket.com/albums/ae323/phadeen/Railfans/siggi.jpg)
![[Image: 63244_158332040879664_100001086083508_26...4632_n.jpg]](http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs352.ash2/63244_158332040879664_100001086083508_267351_8234632_n.jpg)