12-08-2011, 02:21 PM
Ijinkan saya memperkenalkan diri dulu.
Saya Christianto, newbie disini, bisa dilihat dari join date saya.
[spoiler="Sebelumnya"]
Sebelumnya, mohon maaf bila sudah ada post yang serupa ataupun salah room. Barusan saya search trit yang serupa, tp ga ketemu. Bila ada post yang serupa atau salah room, mohon beritahu saya link nya atau room yang tepat untuk post ini. Thx
[/spoiler]
[spoiler="Yang ingin saya sampaikan"]
Kemarin, seorang rekan saya datang ke rumah saya. Sebagai rekan yang baik, tentunya saya mempersilahkan masuk dan saya ambilkan minum. Selagi saya mengambilkan minum, saya melihat dia sedang iseng membaca Majalah KA yang ada di meja. Saat saya kembali dan menyuguhkan dia minum, sebuah statement yang pedas, lada, dan hot keluar dari mulutnya.
"Kereta Api di Indonesia mah butut butut ya"
(butut = jelek)
Sejenak saya menghela nafas mendengar itu.
Kalo dibilang jelek, ya mungkin saja iya kalo dibandingkan dengan kereta-kereta di eropa sana.
Saya mencoba membantah statement tersebut dengan berbagai sanggahan dan berbagai alasan. Tapi dia bisa mambalikan nya lagi. Dia bercerita lagi sewaktu dia ke pergi ke Malaysia.
"Saya dulu pernah naik kereta di Malaysia. Disana jauh lebih oke kereta-kereta nya. Sistemnya lebih teratur. Ga ada penumpang di atas atap, peron stasiun dijaga ketat dengan keamanan ketat, keretanya nyaman banget, pelayanan oke, dll. Bandingin dengan di sini. Kereta disini lambat-lambat. Goncangan terasa kasar, KA kelas Argo juga sama aja. Hampir semua KA Argo udah pernah saya naikin dan ternyata gitu-gitu aja."
Mendengar itu, miris hati saya. Saya sudah ga bisa berkata-kata lagi. Mau disanggah dengan cara apapun tetap saja, mindset dia sudah seperti itu.
Dan sebelumnya, sudah dua orang yang berbeda berkata demikian, langsung dihadapan saya.
Disini saya menyoroti, bahwa saat ini pandangan orang orang awam terhadap Kereta Api di Indonesia adalah buruk. Buruk dari segala hal. Bagi kita golongan RF, mungkin semakin lama di kereta semakin asik. Tapi bagi masyarakat awam seperti rekan saya yang tadi, tentunya tidak.
Bahkan, orang tua saya yang dulu selalu menggunakan jasa kereta api kalo mudik ke solo, sekarang lebih memilih menggunakan bus malam.
"Lodaya sekarang mahal. Naik bus eksekutif aja lebih murah.", katanya.
Waduh kalo begini terus, bisa jadi kedepannya akan semakin banyak KA yang mengikuti (alm)Parahyangan, (alm)Priangan Ekspress, dan (alm)Malang Ekspress. Tumbang karena kalah bersaing.
Emangnya, Berapa rupiah sih biaya sekali jalan kereta api? Kenapa tiket kereta sekarang begitu mahal? Ini diluar moment lebaran atau pun libur ya. Bandung-Solo lah misalnya. Ada yg tau berapa rupiah?
[/spoiler]
Saya Christianto, newbie disini, bisa dilihat dari join date saya.
[spoiler="Sebelumnya"]
Sebelumnya, mohon maaf bila sudah ada post yang serupa ataupun salah room. Barusan saya search trit yang serupa, tp ga ketemu. Bila ada post yang serupa atau salah room, mohon beritahu saya link nya atau room yang tepat untuk post ini. Thx
[/spoiler]
[spoiler="Yang ingin saya sampaikan"]
Kemarin, seorang rekan saya datang ke rumah saya. Sebagai rekan yang baik, tentunya saya mempersilahkan masuk dan saya ambilkan minum. Selagi saya mengambilkan minum, saya melihat dia sedang iseng membaca Majalah KA yang ada di meja. Saat saya kembali dan menyuguhkan dia minum, sebuah statement yang pedas, lada, dan hot keluar dari mulutnya.
"Kereta Api di Indonesia mah butut butut ya"
(butut = jelek)
Sejenak saya menghela nafas mendengar itu.
Kalo dibilang jelek, ya mungkin saja iya kalo dibandingkan dengan kereta-kereta di eropa sana.
Saya mencoba membantah statement tersebut dengan berbagai sanggahan dan berbagai alasan. Tapi dia bisa mambalikan nya lagi. Dia bercerita lagi sewaktu dia ke pergi ke Malaysia.
"Saya dulu pernah naik kereta di Malaysia. Disana jauh lebih oke kereta-kereta nya. Sistemnya lebih teratur. Ga ada penumpang di atas atap, peron stasiun dijaga ketat dengan keamanan ketat, keretanya nyaman banget, pelayanan oke, dll. Bandingin dengan di sini. Kereta disini lambat-lambat. Goncangan terasa kasar, KA kelas Argo juga sama aja. Hampir semua KA Argo udah pernah saya naikin dan ternyata gitu-gitu aja."
Mendengar itu, miris hati saya. Saya sudah ga bisa berkata-kata lagi. Mau disanggah dengan cara apapun tetap saja, mindset dia sudah seperti itu.
Dan sebelumnya, sudah dua orang yang berbeda berkata demikian, langsung dihadapan saya.
Disini saya menyoroti, bahwa saat ini pandangan orang orang awam terhadap Kereta Api di Indonesia adalah buruk. Buruk dari segala hal. Bagi kita golongan RF, mungkin semakin lama di kereta semakin asik. Tapi bagi masyarakat awam seperti rekan saya yang tadi, tentunya tidak.
Bahkan, orang tua saya yang dulu selalu menggunakan jasa kereta api kalo mudik ke solo, sekarang lebih memilih menggunakan bus malam.
"Lodaya sekarang mahal. Naik bus eksekutif aja lebih murah.", katanya.
Waduh kalo begini terus, bisa jadi kedepannya akan semakin banyak KA yang mengikuti (alm)Parahyangan, (alm)Priangan Ekspress, dan (alm)Malang Ekspress. Tumbang karena kalah bersaing.
Emangnya, Berapa rupiah sih biaya sekali jalan kereta api? Kenapa tiket kereta sekarang begitu mahal? Ini diluar moment lebaran atau pun libur ya. Bandung-Solo lah misalnya. Ada yg tau berapa rupiah?
[/spoiler]
Ibu saya bercerita:
"nak, dulu sewaktu kamu masih ada dalam kandungan ibu, ibu pernah hampir tertabrak Parahyangan."
Oow, Pantes saya jadi demen sama
"nak, dulu sewaktu kamu masih ada dalam kandungan ibu, ibu pernah hampir tertabrak Parahyangan."
Oow, Pantes saya jadi demen sama





sekarang?
.



![[Image: 10p0h7r.jpg]](http://i37.tinypic.com/10p0h7r.jpg)
