Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sebagai RF, miris hati saya mendengar ini
#1
Ijinkan saya memperkenalkan diri dulu.
Saya Christianto, newbie disini, bisa dilihat dari join date saya.

[spoiler="Sebelumnya"]
Sebelumnya, mohon maaf bila sudah ada post yang serupa ataupun salah room. Barusan saya search trit yang serupa, tp ga ketemu. Bila ada post yang serupa atau salah room, mohon beritahu saya link nya atau room yang tepat untuk post ini. Thx
[/spoiler]

[spoiler="Yang ingin saya sampaikan"]
Kemarin, seorang rekan saya datang ke rumah saya. Sebagai rekan yang baik, tentunya saya mempersilahkan masuk dan saya ambilkan minum. Selagi saya mengambilkan minum, saya melihat dia sedang iseng membaca Majalah KA yang ada di meja. Saat saya kembali dan menyuguhkan dia minum, sebuah statement yang pedas, lada, dan hot keluar dari mulutnya.

"Kereta Api di Indonesia mah butut butut ya"
(butut = jelek)

Sejenak saya menghela nafas mendengar itu.
Kalo dibilang jelek, ya mungkin saja iya kalo dibandingkan dengan kereta-kereta di eropa sana.

Saya mencoba membantah statement tersebut dengan berbagai sanggahan dan berbagai alasan. Tapi dia bisa mambalikan nya lagi. Dia bercerita lagi sewaktu dia ke pergi ke Malaysia.

"Saya dulu pernah naik kereta di Malaysia. Disana jauh lebih oke kereta-kereta nya. Sistemnya lebih teratur. Ga ada penumpang di atas atap, peron stasiun dijaga ketat dengan keamanan ketat, keretanya nyaman banget, pelayanan oke, dll. Bandingin dengan di sini. Kereta disini lambat-lambat. Goncangan terasa kasar, KA kelas Argo juga sama aja. Hampir semua KA Argo udah pernah saya naikin dan ternyata gitu-gitu aja."

Mendengar itu, miris hati saya. Saya sudah ga bisa berkata-kata lagi. Mau disanggah dengan cara apapun tetap saja, mindset dia sudah seperti itu.

Dan sebelumnya, sudah dua orang yang berbeda berkata demikian, langsung dihadapan saya.

Disini saya menyoroti, bahwa saat ini pandangan orang orang awam terhadap Kereta Api di Indonesia adalah buruk. Buruk dari segala hal. Bagi kita golongan RF, mungkin semakin lama di kereta semakin asik. Tapi bagi masyarakat awam seperti rekan saya yang tadi, tentunya tidak.

Bahkan, orang tua saya yang dulu selalu menggunakan jasa kereta api kalo mudik ke solo, sekarang lebih memilih menggunakan bus malam.

"Lodaya sekarang mahal. Naik bus eksekutif aja lebih murah.", katanya.

Waduh kalo begini terus, bisa jadi kedepannya akan semakin banyak KA yang mengikuti (alm)Parahyangan, (alm)Priangan Ekspress, dan (alm)Malang Ekspress. Tumbang karena kalah bersaing.

Emangnya, Berapa rupiah sih biaya sekali jalan kereta api? Kenapa tiket kereta sekarang begitu mahal? Ini diluar moment lebaran atau pun libur ya. Bandung-Solo lah misalnya. Ada yg tau berapa rupiah?
[/spoiler]
Ibu saya bercerita:
"nak, dulu sewaktu kamu masih ada dalam kandungan ibu, ibu pernah hampir tertabrak Parahyangan."
Oow, Pantes saya jadi demen sama Lok Merah Biru
Reply
#2
selamat datang di Semboyan 35

tapi ya mo gimana lagi, sangat sulit untuk merubah sikap orang indonesia
SAYANGILAH MEMBER ANDA!, TAATI PERATURAN, JIKA TIDAK RASAKAN SENDIRIBye Bye
Reply
#3
selamat datang kawan

kalau mau di liat head-to-head dengan KA di eropa memang kita kalah telak. namun jika dengan malaysia saya tidak setuju (coba baca forum "pt.kai vs ktm"

masalah ongkos KA lebih mahal di karenakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menggunakan bbm industri yg notabene tanpa subsidi, sehingga otomatis biaya operasional jadi lebih mahal.
inilah yang harus kita perjuangkan karena kereta api adalah transportasi publik yang paling efisien, cepat, aman dan nyaman

salam S35
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#4
wkwkwkw, nah gw malah setuju sama pendapat Kang Chris. Saya juga RF dan mengerti hal di atas. Ya itulah kenyataan Kereta api di masa sekarang. Dulu KA Argo aja memiliki kelebihan yaitu ketepatan waktu dan kecepatan. Bahkan dulu beberapa ka satwa membawa kelas SPECIAL dengan formasi 1-2 bahkan sampai ada pelayanan TOP 21 Big Grin sekarang?
wkwkwkw....boro2 Argo ga ada bedanya ama naik K2 or k3. Cuma nambah AC.
Tuslah hilang.....dan harga terus naik tanpa memperbaiki pelayanan.....
Dan wa sendiri menyadari, alat tranport lain seperti bis....sudah berani mengambil tantangan. Dimana apa yang dulu ada di kereta api, seperti kelas Super Exa (Special Class), Tuslah, ketepatan waktu, Kecepatan, Pelayanan sekarang uda diambil alih oleh bus bahkan berani membayar lebih murah dengan pelayanan yang memuaskan.

Maka dari itu saya pun sebagai RF juga ngeliat kondisi. Saya cinta kereta api, tapi bukan berati saya harus menggunakan kereta api. Lah kalau emang kuatnya naik bis? secara kereta api harga tarifnya terus naik namun tidak sesuai dengan kualitas pelayanannya. kecuali KA ekonomi Wek.

Jadi ya saya si tetep motret or hunting kereta api namun ke lokasi huntingnya pake bus karena lebih murah dan kualitas lebih baik (dan bus pun saya ga asal pilih bus Wek)

thanks for share Kang Chris Tersenyuum
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#5
klo gw sih malah seneng dgn kereta2 butut. gw ngerasain butut malah lbh asik drpd modern. yg penting heppy
Reply
#6
(12-08-2011, 03:19 PM)Illia Wrote: wkwkwkw, nah gw malah setuju sama pendapat Kang Chris. Saya juga RF dan mengerti hal di atas. Ya itulah kenyataan Kereta api di masa sekarang. Dulu KA Argo aja memiliki kelebihan yaitu ketepatan waktu dan kecepatan. Bahkan dulu beberapa ka satwa membawa kelas SPECIAL dengan formasi 1-2 bahkan sampai ada pelayanan TOP 21 Big Grin sekarang?
wkwkwkw....boro2 Argo ga ada bedanya ama naik K2 or k3. Cuma nambah AC.
Tuslah hilang.....dan harga terus naik tanpa memperbaiki pelayanan.....
Dan wa sendiri menyadari, alat tranport lain seperti bis....sudah berani mengambil tantangan. Dimana apa yang dulu ada di kereta api, seperti kelas Super Exa (Special Class), Tuslah, ketepatan waktu, Kecepatan, Pelayanan sekarang uda diambil alih oleh bus bahkan berani membayar lebih murah dengan pelayanan yang memuaskan.

Maka dari itu saya pun sebagai RF juga ngeliat kondisi. Saya cinta kereta api, tapi bukan berati saya harus menggunakan kereta api. Lah kalau emang kuatnya naik bis? secara kereta api harga tarifnya terus naik namun tidak sesuai dengan kualitas pelayanannya. kecuali KA ekonomi Wek.

Jadi ya saya si tetep motret or hunting kereta api namun ke lokasi huntingnya pake bus karena lebih murah dan kualitas lebih baik (dan bus pun saya ga asal pilih bus Wek)

thanks for share Kang Chris Tersenyuum

Saya setuju dgn statement Anda, Gan... NgakakNgakak

"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe

[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#7
Ya benar memang sepertinya bukan hanya eksterior saja sepertinya yang dianggap buruk seperti cerita anda di atas, masalah tarif yang memang tidak sesuai dengan pelayanan yang memang menjadi keburukan utama KA.
Sebagai contoh saya coba share.
kemaren saya dan pacar saya mencoba naek KA untuk pulang ke Jember ke rumah pacar saya, naik sancaka dan sambung Muttim karena pacar saya ga kuat panas kalo naek Sri Tanjung.
Biasanya pacar dan saya pulang ke Jember naik Bus M**A atau AK*S A**I dengan tarif 72ribu.
Ternyata pacar saya kecewa dengan tarif yang ada karena dengan biaya 270ribu untuk 2 orang sekali perjalanan kita hanya mendapatkan kelas bisnis(Sancaka(75rebu) dan Muttim(60rebu)) dimana para pedagang bisa berkeliaran masuk di KA Sancaka, sementara hal yang sama didapatkan di Bus dengan kelas Ekonomi AC dengan harga 144ribu per 2 orang.
Jelas disini KA sudah kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#8
maklum aja mas, negara kita udah dikuasai oleh pemilik modal jalan raya,
wajar kalau pemerintahnya mikirin tol, mobil, motor, Sedih
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply
#9
Wah, rekan rekan RF disini sangat welcome ya Big Grin

Thx, buat infonya.
Hmm, ternyata rekan rekan RF pun merasakan apa yang saya rasakan.
Masyarakat sekarang lebih memilih angkutan jalan raya daripada "angkutan jalan rel". Tentunya karna ongkos lebih murah, pelayanan lebih oke, dll.

Beberapa kali PT. KAI memberlakukan diskon. Tapi jurus diskon tersebut menurut saya bukanlah solusi.

Lihat KA (alm)Parahyangan, Harga pernah dibanting sampai 20.000 sekitar tahun 2008-2009 kalo saya tidak salah. Okupansi sempat naik sih, tapi apa yang terjadi selanjutnya? Justru KA tersebut yang "terbanting".

So, kembalikan kepercayaan masyarakat dengan pelayanan, bukan dengan diskon-diskon sementara.

Ayolah PT. KAI, belum terlambat untuk memperbaiki semua. Kami disini sebagai RF, sangat ingin kereta api kembali jaya seperti dulu. Saya sadar, ini terkesan menuntut. Tapi ini kan buat kebaikan PT. KAI juga kan. Saya hanya ingin memberi motivasi.
Ibu saya bercerita:
"nak, dulu sewaktu kamu masih ada dalam kandungan ibu, ibu pernah hampir tertabrak Parahyangan."
Oow, Pantes saya jadi demen sama Lok Merah Biru
Reply
#10
sori kalo oot, selama ini kan pengelola kereta disini udah beberapa kali mengalami pergantian dari mulai era DKA, PJKA, PERUMKA, hingga PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Kira2 berimbas ngga ke masalah pelayanan kpd konsumen? Bentuk perusahaan yg ideal apa?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)