01-09-2011, 10:15 PM
Nampaknya blom pernah ada yang bahas yah mengenai ini...
Kita semua tahu kalau versus itu identik dengan "lawan" yang berarti penantang dalam sebuah ajang kompetisi. Pasti ada pemenangnya dalam kompetisi apapun itu. Namun, kalau di kereta api saja ada kata "versus" itu berarti ada suatu tantangan tersendiri dalam suatu kategori apapun itu. Dalam hal ini, kita selalu mendeskripsikan / menggambarkan rangkaian KA yang tertantang untuk 'bertanding' mana yang lebih duluan dapat berpacu lebih baik, mana yang harus mengalah, segimana bagusnya rangkaian KA itu dengan KA lainnya dan masih banyak lagi.
Untuk yang aku garis bawahi itu mengalah yang selama ini terdefinisi sebagai rangkaian KA mana yang harus mengalah dalam persilangan. Namun, mengapa selama ini kita gak pernah menggambarkan 2 rangkaian KA tapi bukan dalam keadaan bersilang, tapi susul - menyusul? Memang di Indonesia menurut aku masih sekitar 90% petak rel yang masih tunggal. Makanya langka sekali di banyak petak rel terjadi rangkaian KA yang berlaju di sepur salah.
Kita semua tahu kalau versus itu identik dengan "lawan" yang berarti penantang dalam sebuah ajang kompetisi. Pasti ada pemenangnya dalam kompetisi apapun itu. Namun, kalau di kereta api saja ada kata "versus" itu berarti ada suatu tantangan tersendiri dalam suatu kategori apapun itu. Dalam hal ini, kita selalu mendeskripsikan / menggambarkan rangkaian KA yang tertantang untuk 'bertanding' mana yang lebih duluan dapat berpacu lebih baik, mana yang harus mengalah, segimana bagusnya rangkaian KA itu dengan KA lainnya dan masih banyak lagi.
Untuk yang aku garis bawahi itu mengalah yang selama ini terdefinisi sebagai rangkaian KA mana yang harus mengalah dalam persilangan. Namun, mengapa selama ini kita gak pernah menggambarkan 2 rangkaian KA tapi bukan dalam keadaan bersilang, tapi susul - menyusul? Memang di Indonesia menurut aku masih sekitar 90% petak rel yang masih tunggal. Makanya langka sekali di banyak petak rel terjadi rangkaian KA yang berlaju di sepur salah.
