26-02-2012, 12:36 AM
(22-02-2012, 07:30 AM)stasiunkastephanie Wrote: Ini yg ditunggu sejak lama.
Sudah lama saya menginginkan adanya komuter lintas LW-KPJ (Lawang-Kepanjen red.), jadi biar suasana Malang Raya benar2 seperti Bandung Raya, dimana di kawasan Bandung Raya punya komuter lintas PDL-CCL (Padalarang-Cicalengka red.). Kalo bener2 jadi, ngebayang nantinya stasiun Lawang bakal mirip Padalarang & stasiun Kepanjen bakal mirip Cicalengka, trus stasiun Malang Kota Baru bakal mirip Bandung Hall, sedangkan stasiun Malang Kota Lama bakal mirip Kiaracondong (walaupun gak sama persis). Cuman sebelum pengoperasian komuter Malang Raya ini dimulai, sebaiknya perlu pembenahan sarpras lintas LW-KPJ agar mendukung kelancaran pengoperasiannya, seperti perluasan ML (dg pemindahan dipo ke tempat yg baru & mengoperasikan stasiun lama biar nantinya ML bakal ada 2 bangunan stasiun yg beroperasi), perluasan & penambahan jalur stasiun LW (yg sekarang 3 jalur dibuat 4-5 jalur & penambahan panjang emplasemennya yg masih tergolong "pendek"), penambahan jalur & perluasan stasiun KPJ (sekarang KPJ cuman 2 jalur, ke depannya dibuat 4-5 jalur juga serta pengembangan emplasemennya), & yg paling penting: DT (double track) lintas LW-ML-MLK-KPJ agar tidak terjadi penumpukan serta persinyalan elektrik lintas LW-ML-MLK-KPJ untuk kelancaran operasionalnya.
Maaf sedikit koreksi kalo Stasiun Kepanjen singkatannya KPN... Bukan KPJ... Sekarang Back to Topic...

Kalo untuk mengembangkan emplasemen di KPN sepertinya akan sulit karena di KPN sendiri jarak emplasemen sudah sempit... Bisa saja dengan mengangkat rel di spoor box (dulu spoor 1) tapi itu akan menghilangkan peron dan ruang tunggu... Jadi posisi stasiun akan termakan badan rel dan tentu saja ruang bebas di kiri kanan rel juga memakan peron serta ruang tunggu dimaksud...
Atau dengan mengembalikan fungsi tanah diseberang stasiun yang semula memang emplasemen dan sekarang dibangun ruko yang juga milik / dikelola pihak Stasiun Kepanjen... Tapi itu juga beresiko besar karena mayoritas penyewa toko tentu akan memprotesnya meskipun bangunan ruko itu berdiri diatas tanah PT. KAI... Yah, setidaknya pasti ada gejolak dimasyarakat yang pastinya akan membuat pusing pihak stasiun dan pihak PT. KAI apabila memang opsi membongkar ruko itu dipilih...
Syukur2 kalo pemikiran yang saya sebutkan diatas tidak terjadi dan ada solusi dari Pihak Stasiun dan PT. KAI yang logis dan dapat diterima oleh semua pihak... Dengan catatan apabila memang Stasiun KPN harus diperlebar emplasemennya lho ya...
Facebook : Mas Bodhonk Spoorwegen Maatschapij
Biasakan Ijin kpd Pihak PT. KAI (bila akan melakukan kegiatan dlm bentuk apapun di area PT. KAI) meskipun kita adalah RF. Kedepankan 4S
Biasakan Ijin kpd Pihak PT. KAI (bila akan melakukan kegiatan dlm bentuk apapun di area PT. KAI) meskipun kita adalah RF. Kedepankan 4S


[/spoiler]
![[Image: BonBon.jpg]](http://i1255.photobucket.com/albums/hh636/kadaop_x/BonBon.jpg)