Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Tabrak Avanza, Satu Tewas Di Pariaman, Padang, Sumbar :(
#1
Maaf Kalau rePost

Berita Tentang Tabrakan Bethe Sedih
Quote:KA Tabrak Avanza, Satu Tewas




Padangpariaman, Padek—Ke­reta api jurusan Pariaman-Pa­dang menabrak mobil Avanza BE 2392 BO, Sabtu (26/5) se­kitar pukul 09.10 WIB di per­lin­tasan ke­­reta api Ko­rong Kam­puang Ta­ngah, Lubuak Ipuah, Na­gari Kurai Taji, Ke­ca­ma­tan Nan Sa­baris Pa­da­ng­pariaman. Aki­bat­nya satu orang penumpang Avanza, Epi­lin­da,38, meninggal se­telah dilarikan ke rumah sakit. Se­mentara tiga penumpang lainnya mengalami mengalami luka serius, Alumuddin (sopir), Edi dan seorang balita, Rahma Salsabila,2,5. Balita ini mendapat beberapa jahitan pada bagian kepalanya.

Informasi yang dihimpun Pa­dang Ekspres, kecelakaan maut itu berawal saat mobil Avanza yang dikemudikan Alimuddin, 30, tengah melaju dari arah Lubuak Ipuah me­nuju Sim­pang Kampuang Ta­ngah Nagari Kurai Taji.

Saat ber­sa­maan, dari arah Pa­ria­man datang kereta api wi­sata menuju Kota Pa­dang.

Semula warga sekitar sem­pat meneriaki pe­ngen­dara avanza bah­wa kereta api segera melintas. Diduga so­pir tak mendengar, aba aba dari warga itu dan tetap me­macu ken­da­ra­annya. Tepat di atas rel, kereta api me­ng­hantam bagian sisi kiri ken­da­raan.

Dentuman keras membuat war­ga berhamburan ke lokasi. Mobil avanza yang ditumpangi empat orang ber­saudara itu sempat terseret hingga puluhan meter, sebelum akhirnya terpental ke bagian kiri rel.

Kapolres Padangpariaman AK­BP Amirjan SiK didampingi Wa­kapolres Padangpariaman Kom­pol Ko­ma­ruddin dan Kasat Lantas Po­lres Pa­dang­pariaman Iptu Teuku Herry ditemui di sekitar TKP ke­marin (26/5) mengatakan kece­la­kaan maut itu diduga karena pe­ngen­dara tak men­dengar aba-aba dari warga.

“Saat itu kaca mobil korban dalam keadaan tertutup. Kemungkinan dia tak mendengar aba-aba dari warga maupun peri­ngatan dari masinis,” terangnya. Kecelakaan juga dipicu tidak adanya plang perlintasan.

“Ke depan kita berharap, PT KA me­nugaskan orangnya untuk me­nga­wasi setiap perlintasan,” ujar­nya.

Usai meninjau TKP, Kapolres ber­sama rombongan langsung me­ngunjungi rumah duka di Korong Kampuang Kandang Koto Gadih Na­gari Sunur. Di tempat itu Ka­polres bersama rombongan lang­sung disambut keluarga korban bernama Basyir yang juga mertua dari korban Epilinda yang me­ninggal dalam kejadian tersebut.

Menurut Basyir, anaknya Ali­muddin beserta isteri dan anaknya sehari harinya tinggal di Lampung. Dan mereka baru saja beberapa hari pulang ke kampung halamannya di Kampuang Kandang Koto Gadih. Kepulangan anak dan menantunya itu semula dimaksudkan untuk menghadiri pesta pernikahan adik­nya yang direncanakan akan ber­langsung pada Selasa besok. “Na­mun apa daya mereka justru me­nga­lami kecelakaan di perlintasan rel kereta api, hingga menewaskan isterinya Epilinda,” ungkapnya dengan nada pasrah.

Di sisi lain Sekretaris Nagari Sunur Marjoni kepada koran ini berharap kiranya ke depan di sekitar perlintasan kereta api itu bisa ditem­patkan petugas khusus yang akan mengawasi jalannya lalu lintas kereta api. “Atau bisa juga di ka­wasan itu bisa dipasang alat oto­matis untuk mengatur per­lin­tasan kereta api, ataupun dengan me­nem­patkan petugas di kawasan itu,” terangnya.

Wali Nagari Kurai Taji Zardi menyebutkan, seharusnya pihak terkait dalam hal ini pihak PJKA bisa menempatkan petugas secara khu­sus untuk mengawasi setiap per­lin­tasan kereta api. “Atau bisa juga kerja sama dengan warga setempat tapi dengan kompensasi yang jelas,” ujarnya.

Wakapolres Padangpariaman Kompol Komaruddin menam­bah­kan, sebagai kepedulian ter­hadap keselamatan pengendara di sekitar perlintasan kereta api, jajaran Polres bekerja sama dengan masyarakat se­belumnya telah memasang em­pang pada 48 titik perlintasan kereta api yang dianggap liar. Itu dilakukan untuk menekan kecelakaan. “Bagaimana tidak lanjutnya, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak terkait,” ujarnya. (***)

Sumber : Padangekspres.com
Make yourself usefull to other.
Reply
#2
Makin ironis sekarang ini. Setidaknya harus ada penjagaan di setiap pintu perlintasan Kereta Api. Baik perlintasan yang besar maupun yang kecil juga. Baik jalan setapak, gang kecil, maupun jalan raya. Agar kecelakaan di pintu perlintasan kereta api bisa diminimalisir.
Railfans SMANTIC bagaikan KRD Bogas Geulis (Bogor Asri Geulis) dan Pramuka SMANTIC bagaikan KRD Prameks (KRD Pramuka Eksistensi SMANTIC)
Reply
#3
(27-05-2012, 09:22 PM)DSMLMD Wrote: Makin ironis sekarang ini. Setidaknya harus ada penjagaan di setiap pintu perlintasan Kereta Api. Baik perlintasan yang besar maupun yang kecil juga. Baik jalan setapak, gang kecil, maupun jalan raya. Agar kecelakaan di pintu perlintasan kereta api bisa diminimalisir.
Betul sekali. Banyak perlintasan yang benar2 "telanjang" (Petugas pun tidak ada) yang bisa menjadi berbahaya

Kira2 feasible tidak untuk perlintasan tanpa palang yang sering/rawan kejadian nantinya akan dipasangi minimal lampu peringatan (yang 3 lampu, 2 kuning kedap-kedip dan 1 lampu merah jika ada KA datang) atau malah palang pintu?

Reply
#4
Mungkin.. tapi ya kalau bisa ada sistem atau orang yang mengatur kendali di setiap perlintasannya itu agar bisa terkontrol jika ada kereta yang lewat. Ya seandainya ada pintu perlintasan kereta api otomatis.. jadi saat kereta api di jarak meter ke sekian pintu perlintasan otomatis ditutup Tersenyuum
Railfans SMANTIC bagaikan KRD Bogas Geulis (Bogor Asri Geulis) dan Pramuka SMANTIC bagaikan KRD Prameks (KRD Pramuka Eksistensi SMANTIC)
Reply
#5
(01-06-2012, 09:28 AM)DSMLMD Wrote: Mungkin.. tapi ya kalau bisa ada sistem atau orang yang mengatur kendali di setiap perlintasannya itu agar bisa terkontrol jika ada kereta yang lewat. Ya seandainya ada pintu perlintasan kereta api otomatis.. jadi saat kereta api di jarak meter ke sekian pintu perlintasan otomatis ditutup Tersenyuum

Untuk kontrol pintu perlintasan otomatis bisa dibuat mas. Tapi, kesadaran pengguna jalan yang paling penting. Wong, PJL manual saja terkadang masih diterobos. Xie XieXie XieXie Xie
Reply
#6
(02-06-2012, 08:07 PM)Se_djati Wrote:
(01-06-2012, 09:28 AM)DSMLMD Wrote: Mungkin.. tapi ya kalau bisa ada sistem atau orang yang mengatur kendali di setiap perlintasannya itu agar bisa terkontrol jika ada kereta yang lewat. Ya seandainya ada pintu perlintasan kereta api otomatis.. jadi saat kereta api di jarak meter ke sekian pintu perlintasan otomatis ditutup Tersenyuum

Untuk kontrol pintu perlintasan otomatis bisa dibuat mas. Tapi, kesadaran pengguna jalan yang paling penting. Wong, PJL manual saja terkadang masih diterobos. Xie XieXie XieXie Xie

Tergantung orangnya aja, tapi di negara kita kebanyakan mikirnya "ah masih lama, terobos aja"..... [Image: sorry.gif]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)