22-11-2013, 12:30 AM
(20-11-2013, 03:26 PM)triez_RF Cirebon Wrote: [spoiler]
Shelter Kereta Api Pangrango jurusan Bogor – Sukabumi Di Paledang Kota Bogor Diduga Tidak Ber-IMB.
Ditulis oleh Sonni Agung Saputra
Bogor - Setelah hampir sepekan berjalan, ternyata Shelter Kereta Api Pangrango jurusan Bogor – Sukabumi di Paledang Kota Bogor diduga tidak berizin. Selama ini Shelter atau tempat pemberhentian KA Pangrango yang menjadi bagian dalam peresmian pengoperasian yang dilakukan Menteri BUMN Dahlan Iskan itu diduga belum dilengkapi dengan perizinan seperti Ijin Mendirikan Bangunan – IMB. Berdasarkan informasi dari Badan Perizinan Terpadu Kota Bogor PT Kereta Api Indonesia memang belum mengantongi ijin yang menjadi prasarat membuat bangunan. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) hanya mengirimkan surat permohonan pengajuan tanpa ada tindak lanjut.
Menyikapi kondisi tersebut Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor - Bambang Dwi mengatakan, permasalahan itu sudah pernah dibicarakan dengan Dinas Pengawasan Pembangunan dan Permukinan beserta Badan Perijinan Terpadu, terkait adanya dugaan penyimpangan itu. Oleh karena itu, bila penyimpangan yang disengaja dengan tidak adanya IMB, maka Wakil Rakyat mendesak Pemkot bersama seluruh perangkatnya untuk melakukan tindakan penegakan hukum, dengan teguran sampai tiga kali, bila masih tetap membandel, dilanjutkan dengan pembongkaran. " Kalo belum ada yah harus diurus, biar PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menjalankan program tanpa melanggar aturan Pemkot Bogor, jika masih tidak ada maka harus dibongkar." Ujarnya.
Sementara itu Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sukendar ketika dikonfirmasi RRI menjelaskan alasan belum mengurus ijin, karena saat itu sedang fokus pada pengoperasian perdana Kereta Api Pangrango yang sudah ditunggu masyarakat di Bogor dan Sukabumi. Nantinya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pasti akan mengurus perizinan itu agar mendapat legalitas untuk rencana pembangunan kedepannya. " Memang belum ada karena kami mengejar yang lebih besar, bagaimana kereta api berjalan, tapi kedepan kita akan urus IMB" Akunya.
Sampai saat ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga terus berkoordinasi dengan Pemkot dan DPRD Kota Bogor tentang permasalahan yang dihadapi dalam proses pengoperasian Kereta Api Pangrango. Selain itu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga berjanji membenahi sarana dan prasarana pada moda transportasi massal itu, agar bisa melayani masyarakat dengan optimal./wl
sumber
[/spoiler]
wah, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan contoh yang tidak baik.
kalau sudah begini, apa bedanya dengan lapak-lapak PKL yang hari minggu (17 nov) kmrin digusur, padahal kedua-duanya adalah tidak resmi alias ilegal.
sampai tadi pagi pun, shelter masih berdiri kokoh. malahan kemarin waktu saya cek, sedang ada renovasi tambahan.
Ketawa dulu dah...

Kalo membangun opini itu dilihat kasus demi kasus dl, Kang... Jangan 2 kasus yg berbeda dikumpulin jadi satu trus ditarik kesimpulan yg sama. Kalo kesimpulannya bener sich nggak apa2, lha kalo keliru gimana...?
Kalo lapak2 PKL yg digusur itu lahan punya siapa...? Kalo yg punya lahan mau memfungsikan utk kepentingan lain, yg nyewa ya mesti lapang dada utk pindah dong. Lha ini soal halte / shelter Paledang, yg punya tanah siapa...? Kalo yg punya tanah mau mefungsikan tanahnya sendiri emang salah...? Ini kan cuma terbentur masalah IJIN, urusannya udah beda...
(21-11-2013, 07:24 AM)spetznaz_kdi Wrote: Kena masalah IMB ya...
Klo bener begitu gak salah Pemkot Bogornya, memang semua bangunan harus ada IMBnya... PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang perencanaannya kurang detail mungkin. Harusnya sebelum mulai semua perizinan diselesaikan dulu...
Klo perbedaan IMB rumah dengan tempat usaha, berkaca proses bikin SIUP mungkin klo tempat usaha juga butuh persetujuan warga sekitar klo berada ditengah pemukiman. Selain itu klo tata kota pemkot Bogor bagus pasti sudah ada zona-zona pembangunan. Klo lokasi PLG di zona komersial atau memang buat sarana publik harusnya sih gak susah IMBnya...
Pertanyaannya sekarang, apakah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah mengajukan IMB? Indikator paling gampang, waktu bangun ada papan informasi proyek gak, biasanya klo pake IMB ada tuh papan informasi proyeknya dan dicantumkan nomor IMBnya... Klo gak ya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) salah...
Proyek Sangkuriang dilawan....

Sekarang cross check ajah, ngajuin IMB di kota Bogor butuh waktu brp lama sampai terbit surat ijinnya...? Apalg dgn catatan nggak kenal sama kepala suku dinas instansi tsb...? Apa iya 1 hari bs selesai...? Kalo prosesnya (misal) memakan waktu 21 hari selesai, sementara bangun halte cuma 14 hari gimana tuch...? Masa operator KA berbentuk PT mau melepaskan waktu 21 hari terbuang sia2, ya mending nyari duit nguber untung meskipun itu menyalahi prosedur. Kyknya nggak perlu bangunan skala kecil kyk gitu sampai perlu pasang papan segala.
Kalo yg saya lihat dari sisi bisnis ya seperti yg dijelaskan Kahumasda I dipostingan di atas. Sepertinya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nyari salah & masalah...Tp kan malah jd terkenal & masuk koran lg... Source banyak ya nalurinya nguber omzet dulu lah, soal bangunannya itu disegel ya nanti diurus sampai kelar. Tinggal bayar proses perijinan & denda, beres dah...
(21-11-2013, 12:22 PM)aatea_goparmania Wrote: bwahahaha
kena deh....
dri pertama emg ga ada plang proyek
ane pikir karena ngbangun di tanah sendiri jadi ga perlu ijin dsb
ternyata kesandung juga
udah gusur aje
biar berangkat n turun lgsg di BOO
:p
Tanah punya sendiri kenapa harus digusur, Kang...? Lha kalo semua peron BOO ternyata udah disewa sama KCJ & nggak boleh ada kereta yg ditarik lokomotif buat turun & naik penumpang di stasiun tsb trus gimana...?



![[Image: hira148591.gif]](http://img716.imageshack.us/img716/2167/hira148591.gif)
apa iya klo tidak diurus bakalan dibongkar? Semoga aja si PT. KAI terus berupaya mengatur IMB stasiun ini..
![[Image: new2copy.jpg]](https://img254.imageshack.us/img254/7018/new2copy.jpg)

![[Image: 1558548_653929584663434_1859571407_n.jpg]](https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1/1558548_653929584663434_1859571407_n.jpg)
