09-12-2013, 09:59 PM
(09-12-2013, 09:46 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: Sebelumnya saya mohon maaf apabila komentar saya ini terlalu kasar dan/atau subjektif tentang peristiwa kecelakaan ini.
Pertama, saya mengucapkan belasungkawa dan turut berduka cita kepada para korban yang meninggal, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Dan juga rasa simpati dan prihatin dari saya kepada seluruh penumpang yang selamat dari peristiwa ini.
Kedua, sebagai seorang railfans dan pengguna jasa KA yang jarang naik KA, jujur saja, saya kesal, marah, sedih dan kecewa karena peristiwa seperti ini terjadi lagi. Dari berita-berita yang saya baca pasca kejadian ini, saya heran karena di jaman moderen ini masih ada saja orang goblok nan idiot yang nekat "bermain-main" di perlintasan kereta api. Kecerobohan dari satu pengguna jalan, harus dibayar mahal oleh nyawa. Apakah pengguna jalan ini, sudah sedemikian keroposkah otaknya atau kelewat masa bodoh dengan peraturan?
Semestinya, kejadian ini tidak harus terjadi. Bersabarlah, tenanglah berkendara, biar pergi selamat, pulang pun selamat.
Terlepas dari semua caci maki dan sumpah serapah saya tentang kejadian ini, semoga peristiwa ini bisa dijadikan satu pelajaran lagi bagi kita semua pengguna jalan. Saya harapkan pasca kejadian ini, ada perbaikan dari pihak-pihak terkait, supaya kejadian ini tidak terulang lagi.
Apapun hasil penyelidikannya nanti, saya harapkan tidak ada terdengar saling tuding, saling salah menyalahkan, bukan kata-kata yang kita perlukan, tapi niat dan usaha nyata untuk memperbaiki. Saya bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana usaha masinis dan petugas JPL untuk menghindarkan peristiwa tragis ini.
Mungkin ada baiknya, PT KA mau menerima saran dan pendapat dari rekan2 RF yang mempunyai pemikiran, ide atau solusi guna meningkatkan faktor keselamatan di perlintasan.
Soal ganti rugi, ya wajarlah kalo PT KA menuntut PERTAMINA, toh itu mobil punya pertamina, sopirnya pun bekerja untuk PERTAMINA, muatannya punya PERTAMINA, walaupun ini mungkin kesalahan mutlak sang sopir tapi tetap PERTAMINA punya tanggung jawab moral dan jangan berkelit.
Semoga saja pasca kejadian ini, PT KA juga tidak mulai membuat satu aturan baru yang kesannya dipaksakan hanya untuk menyenangkan pihak-pihak tertentu (khususnya anggota yang terhormat di senayan).
Sekian saja komentar saya.
Sekali lagi turut berduka cita dan prihatin. Merdeka!
di running text berita di tv. Untuk biaya pengobatan korban luka/meninggal ditanggung Pertamina. Namun PT. KAI ikut menanggung biaya sekolah anak dari para korban yg meninggal (sumber : detik.com)

![[Image: IMG_20150517_082252_zpsxucdmcqt.jpg]](http://i1286.photobucket.com/albums/a609/hendra20409/IMG_20150517_082252_zpsxucdmcqt.jpg)
[/spoiler]
[/spoiler]




![[Image: 9544964954_75d165f289_z.jpg]](http://farm4.staticflickr.com/3700/9544964954_75d165f289_z.jpg)