Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Soalan Keuangan Operator Kereta Api
#11
sepuranjlok Wrote:Hitung...Hitung Bagaimana sistem setoran hasil penjualan tiket KA,langsung dipotong untuk biaya ops-har stasiun tersebut atau dikirim ke pusat? Bingung

ini jawabannya :

totok purwo Wrote:om gege yg lagi penasaran ....
sistem keuangan PTKA itu terpusat .. gak ada duit DAOP tp adanya duit PTKA ... setiap pendapatan (tiap hari) harus disetor ke rekening pusat via rekening daerah .... (bank nya BNI 46) ... nah untuk pembiayaan sudah di program per tahun tiap-tiap DAOP memiliki jatah berapa .... untuk pendapatan juga demikian masing2 sdh mendapat jatah target pendapatan .... sarana yg beredar (lok, kereta, gerbong) juga prasarana (sinyal, jalan rel dan telekomunikasi) juga milik PTKA yg pemeliharaannya diserahkan ke masing-2 DAOP sesuai batas wilayah dan jatahnya ....

secara legitimasinya parasarana dan sarana perkeretaapian adalah asset pemerintah / negara yang disisihkan untuk dijadikan modal usaha .... (njelasinnya agak susah) .... PTKA (saat ini) dititipkan asset negara tersebut untuk diusahakan dan dipelihara .... syukur bisa untung (provit) ... tp pas-pasan juga nggak apa-apa yg penting negara/pemerintah nggak perlu ngeluarin biaya besar untuk menyelamatkan dan melestarikan asset negara tersebut ....

saya rasa penjelasannya mas totok sudah sangat jelas OK
After The Love Has Gone
Reply
#12
saya masih penasaran dengan alokasi keuangan di stasiun stasiun di pulau jawa ataupun dengan yang di sumatra.bagaimanasih sebenarnya mekanisme alokasi keuangan di stasiun di distribusikan untuk biaya operasional dan gaji pegawai . apa pendapatan di setiap stasiun di kumpulkan di masing masing daop lalu di kirim ke pusat atau bagaimana. dan juga bagaimana stasiun yang besar dan juga otomatis mempengaruhi biaya opersionalnya, apa kepala stasiun yang meminta atau kadaopnya yang menganggarkan atau sudah bulat bulat dari pusat ? Kapan ya...
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#13
dedy vh Wrote:saya masih penasaran dengan alokasi keuangan di stasiun stasiun di pulau jawa ataupun dengan yang di sumatra.bagaimanasih sebenarnya mekanisme alokasi keuangan di stasiun di distribusikan untuk biaya operasional dan gaji pegawai . apa pendapatan di setiap stasiun di kumpulkan di masing masing daop lalu di kirim ke pusat atau bagaimana. dan juga bagaimana stasiun yang besar dan juga otomatis mempengaruhi biaya opersionalnya, apa kepala stasiun yang meminta atau kadaopnya yang menganggarkan atau sudah bulat bulat dari pusat ? Kapan ya...
Setau saya sich gak ada istilah duit daop. smua disetor ke pusat tiap hari.
koreksi klo salah ya Asik..

[Image: ooters.jpg?t=1258039493]
Reply
#14
kalo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) komuter dah berjalan..apa uangnya juga harus setor ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pusat ato milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) komuter,jadi dia yang mengelola uangnya dan menentukan sendiri....?
maaf kalo pertanyaanya agak ribet...
~Because Your Smilling Is Our Happiness~
My Railway Photos
My Video Collection

YAHOO!

petr_cech_indo
Reply
#15
Saya baca berita di koran PR bahwa pendapatan PT KA mencapai 97%. Ini beritanya.

Pikiran Rakyat Wrote:Pendapatan PT KA Capai 97%

SEMARANG, (PR).-
PT Kereta Api (PT KA) membukukan pendapatan sebesar Rp 1,93 triliun pada semester I 2009, atau 97 persen dari target Rp 2 triliun. Pendapatan terbesar datang dari angkutan penumpang yang nilainya mencapai Rp 1,046 triliun.

"Angka tersebut merupakan total pendapatan angkutan penumpang dari seluruh KA di semua kelas dan kategori," ujar Vice President Communication PT KA, Adi Suryatmin, di sela-sela acara "Press Tour PT KA" di Semarang, Rabu (12/8).

Dikatakan, tingginya pendapatan dari angkutan penumpang didorong oleh terus naiknya jumlah penumpang PT KA. Pada semester pertama 2009, jumlahnya mencapai 101,88 juta penumpang di semua KA utama kelas eksekutif, bisnis, ekonomi, serta KA ekonomi komuter dan KA komuter AC.

Sementara itu, dari pendapatan sektor non-core bisnis, PT KA pada semester pertama ini membukukan pendapatan sebesar Rp 128,15 miliar. Pendapatan sektor ini di antaranya dari penyewaan lahan di stasiun, kios di stasiun, penyewaan pergudangan, lahan, dan penyewaan aset-aset PT KA lainnya.

"Untuk semester dua 2009, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan, karena beberapa peluang terus kami optimalkan penggarapannya. Terutama untuk angkutan barang di pulau Sumatera dan angkutan penumpang di pulau Jawa," katanya.

Menurut Adi, potensi terbesar angkutan barang di Sumatera adalah angkutan batu bara, yang masih bisa terus ditingkatkan. Sementara untuk di Jawa, selain potensi angkutan penumpangnya yang masih sangat besar, potensi angkutan kontainer juga masih sangat terbuka. Oleh karena itulah, dilakukan revitalisasi di beberapa stasiun peti kemas di pulau Jawa. (A-135)***

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#16
hasilnya banyak ka penumpang atau komuter??
Reply
#17
(14-08-2009, 06:02 PM)Narendro Anindito Wrote: hasilnya banyak ka penumpang atau komuter??

bukan kedua2nya.......
hasil paling banyak malah dipegang sama angkutan barang.......
pertama oleh angkutan batubara, terus angkutan BBM Pertamina, kemudian angkutan peti kemas dst

[Image: bannersaveourearth.png]

My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks

My videos on www.youtube.com/user/cc20409
Reply
#18
Kalo angkutan penumpang, apalagi K3 pasti paling sedikit dapetnya. he he

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#19
saya coba susun pendapatan pt. kai tahun 2011. versi lengkapnya dapat dilihat di situs pt. kai tentang laporan tahunan keuangan perusahaan (annual report). download disini (pdf)

Quote:pendapatan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tahun 2011 (dalam ribuan rupiah)

kereta penumpang:

kelas eksekutif = 1.127.176.740 (17.95%)
kelas bisnis = 644.014.668 (10.26%)
kelas ekonomi = 505.531.371 (8.05%)

lokal bisnis = 60.605.688 (0.96%)
lokal ekonomi = 116.037.495 (1.84%)

krl komersial = 259.153.179 (4.13%)
krl ekonomi ac = 155.059.673 (2.47%)
krl ekonomi = 77.869.855 (1.24%)

total pendapatan kereta penumpang 2.945.448.669 (46.90%)

kereta barang:

batubara = 1.597.704.506 (25.45%)
bbm = 174.531.198 (2.78%)
petikemas = 101.053.526 (1.61%)
parsel/ons = 117.127.574 (1.87%)
semen = 82.091.772 (1.31%)
perkebunan = 60.806.699 (0.97%)
lain2 = 65.378.265 (1.04%)

total pendapatan kereta barang 2.198.693.540 (35.03%)

non angkutan

pendukung angkutan = 92.026.718 (1.46%)
optimalisasi aset = 224.510.157 (3.58%)
non angkutan ka = 9.978.266 (0.16%)
non operasional = 184.563.633 (2.94%)

total pendapatan non angkutan 511.078.774 (8.14%)

pso = 623.437.571 (9.93%)


total pendapatan = 6.278.658.554
laba bersih = 201.244.481
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)