Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Meluruskan Berita Media yang menyesatkan ttg PLH
(25-10-2010, 06:38 AM)Joe_cn Wrote:
(25-10-2010, 03:39 AM)alin_masuk sepur 5 Wrote: udah baca koran Kompas blum yang hari jumat tgl 22 oktober? itu dunia pers melihat sisi KA,,, mungkin ad pendapat?

pendapatny persis dgn 3 komentar d atas saya

Saya ga bisa memberikan pendapat mas wong saya tidak baca artikelnya.
Mungkin mas bisa foto artikelnya atau di quote agar bisa dikomentari para RF disini.

wah, ak blom bs memposting mas,carany bingung....
bukan artikel sih mas... it semacam rubrik fokus berita, 4 hlmn isiny ka smua
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
(25-10-2010, 03:39 AM)alin_masuk sepur 5 Wrote: udah baca koran Kompas blum yang hari jumat tgl 22 oktober? itu dunia pers melihat sisi KA,,, mungkin ad pendapat?

Saya sudah mengamankan itu, dan saya masukkan ke arsip.

Kok kumpulan artikel itu malah menginspirasi saya untuk menulis artikel panjang tentang KA.

Tapi nantinya akan saya muat di blog saya aja.
Reply
(25-10-2010, 03:05 PM)bagus70 Wrote:
(25-10-2010, 03:39 AM)alin_masuk sepur 5 Wrote: udah baca koran Kompas blum yang hari jumat tgl 22 oktober? itu dunia pers melihat sisi KA,,, mungkin ad pendapat?

Saya sudah mengamankan itu, dan saya masukkan ke arsip.

Kok kumpulan artikel itu malah menginspirasi saya untuk menulis artikel panjang tentang KA.

Tapi nantinya akan saya muat di blog saya aja.

kita terbitkan saja buku ciptaan abang... amankan hak ciptaHeran
bias klo mencetak buku tgl k jogja sih,, tar saingan dgn buku terbitan PT KA d thread sblh,,Xie Xie
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
Tadi pagi waktu berita tentang letusan gunung Merapi lagi heboh-hebohnya, TV One mengabarkan kalau mbah Maridjan meninggal dunia, melampaui keterangan resmi sekalipun (yang belum memastikannya).

Apa kemarin waktu PLH Peterukan TV One juga melampaui berita resmi? Saya ingat dia cukup getol mengatakan kalau masinis KA Argo Bromo yang salah. Bethe
Reply
(27-10-2010, 10:59 AM)bagus70 Wrote:
Tadi pagi waktu berita tentang letusan gunung Merapi lagi heboh-hebohnya, TV One mengabarkan kalau mbah Maridjan meninggal dunia, melampaui keterangan resmi sekalipun (yang belum memastikannya).

Apa kemarin waktu PLH Peterukan TV One juga melampaui berita resmi? Saya ingat dia cukup getol mengatakan kalau masinis KA Argo Bromo yang salah. Bethe

Memang kok, dari tv, berita online (de***.com)de el el memang kadang2 melebih-lebihkan berita tentang PLH, bahkan kadang memojokkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sehingga, berita langsung menyalahkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator. Pers boleh bebas, tapi tidak sampai memojokkan 1 pihak dong...
Reply
(16-12-2012, 11:48 PM)dozykayen Wrote: Memang kok, dari tv, berita online (de***.com)de el el memang kadang2 melebih-lebihkan berita tentang PLH, bahkan kadang memojokkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sehingga, berita langsung menyalahkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator. Pers boleh bebas, tapi tidak sampai memojokkan 1 pihak dong...
Kayaknya de*** setelah mejadi bagian dari T***S7 emang jadi ancur gitu kok. Berita kadang2 belum siap tetep dipublish

Emang kayaknya Black Campaign terhadap Kereta Api sangat gencar kok. Seperti contoh, gak pernah diekspos kritik terhadap Troll Lintas Jawa, juga jarang banget ada berita tentang KA. Tapi andaikan giliran PLH dikit aja (Sekecil PL nemper orang), langsung deh "IH WAW KA ITU BERBAHAYA DST DST"

Disisi lain, media yang punya kekuatan (harusnya) kayak MKA jarang mengcounter black campaign terhadap KA. Berita PLH disana cuman sehalaman, dan gaada opini yang bisa digunakan untuk melawan "media sesat". Dan juga dari KAI sendiri kurang banget promosinya. Coba misalnya kayak Airline gitu, kan gencar banget promonya di Koran...

Kami sbeagai RF bukan nyari perhatian, tapi cuman minta agar KA tidak "dibunuh pelan2". Ingat, kalau KA gak ada dan ruas jalan di Jawa macet semua, menyesallah kalian!

Reply
PT KA sebagai operator seharusnya memberikan hak jawab jika memang dirugikan, hal tersebut sudah diatur dalam UU no 40 tahun 99 tentang Pers sehingga masyarakat tahu kalau itu salah, di satu sisi seoarang wartawan dituntut untuk meliput suatu berita dengan dibatasi deadline sehingga kadang mengabaikan kaidah jurnalistik yakni konfirmasi. Saya sependapat jika ada pencerahan kepada media massa maupun elektronik tentang perkeretaapian, namun jika ada pembunuhan karakter kepada KA agaknya terlalu berlebihan.
Reply
(17-12-2012, 12:01 AM)PJL_Hunter Wrote:
(16-12-2012, 11:48 PM)dozykayen Wrote: Memang kok, dari tv, berita online (de***.com)de el el memang kadang2 melebih-lebihkan berita tentang PLH, bahkan kadang memojokkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sehingga, berita langsung menyalahkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator. Pers boleh bebas, tapi tidak sampai memojokkan 1 pihak dong...
Kayaknya de*** setelah mejadi bagian dari T***S7 emang jadi ancur gitu kok. Berita kadang2 belum siap tetep dipublish

Emang kayaknya Black Campaign terhadap Kereta Api sangat gencar kok. Seperti contoh, gak pernah diekspos kritik terhadap Troll Lintas Jawa, juga jarang banget ada berita tentang KA. Tapi andaikan giliran PLH dikit aja (Sekecil PL nemper orang), langsung deh "IH WAW KA ITU BERBAHAYA DST DST"

Disisi lain, media yang punya kekuatan (harusnya) kayak MKA jarang mengcounter black campaign terhadap KA. Berita PLH disana cuman sehalaman, dan gaada opini yang bisa digunakan untuk melawan "media sesat". Dan juga dari KAI sendiri kurang banget promosinya. Coba misalnya kayak Airline gitu, kan gencar banget promonya di Koran...

Kami sbeagai RF bukan nyari perhatian, tapi cuman minta agar KA tidak "dibunuh pelan2". Ingat, kalau KA gak ada dan ruas jalan di Jawa macet semua, menyesallah kalian!

mungkin karena ada kepentingan lain dibalik pembunuhan pelan-pelan kereta api ini, biasanya dari industri 'lawan' yaitu industri mobil yang tentu saja memberikan porsi lebih kepada fihak yang berwenang. Fihak yang berwenang tersebut juga tidak pro kepada transportasi massal seperti kereta api, sehingga gak ada pembelaan apapun dari mereka. KAI sendiri mungkin entah tidak peduli atau tidak mau tau atau bagaimana pada media yang terlalu berlebihan tersebut.
BOO-THB-PLM

my "lovely" route hahaha...

Tokyo Metro
Reply
(17-12-2012, 08:32 AM)hanskucing Wrote:
(17-12-2012, 12:01 AM)PJL_Hunter Wrote:
(16-12-2012, 11:48 PM)dozykayen Wrote: Memang kok, dari tv, berita online (de***.com)de el el memang kadang2 melebih-lebihkan berita tentang PLH, bahkan kadang memojokkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Sehingga, berita langsung menyalahkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator. Pers boleh bebas, tapi tidak sampai memojokkan 1 pihak dong...
Kayaknya de*** setelah mejadi bagian dari T***S7 emang jadi ancur gitu kok. Berita kadang2 belum siap tetep dipublish

Emang kayaknya Black Campaign terhadap Kereta Api sangat gencar kok. Seperti contoh, gak pernah diekspos kritik terhadap Troll Lintas Jawa, juga jarang banget ada berita tentang KA. Tapi andaikan giliran PLH dikit aja (Sekecil PL nemper orang), langsung deh "IH WAW KA ITU BERBAHAYA DST DST"

Disisi lain, media yang punya kekuatan (harusnya) kayak MKA jarang mengcounter black campaign terhadap KA. Berita PLH disana cuman sehalaman, dan gaada opini yang bisa digunakan untuk melawan "media sesat". Dan juga dari KAI sendiri kurang banget promosinya. Coba misalnya kayak Airline gitu, kan gencar banget promonya di Koran...

Kami sbeagai RF bukan nyari perhatian, tapi cuman minta agar KA tidak "dibunuh pelan2". Ingat, kalau KA gak ada dan ruas jalan di Jawa macet semua, menyesallah kalian!

mungkin karena ada kepentingan lain dibalik pembunuhan pelan-pelan kereta api ini, biasanya dari industri 'lawan' yaitu industri mobil yang tentu saja memberikan porsi lebih kepada fihak yang berwenang. Fihak yang berwenang tersebut juga tidak pro kepada transportasi massal seperti kereta api, sehingga gak ada pembelaan apapun dari mereka. KAI sendiri mungkin entah tidak peduli atau tidak mau tau atau bagaimana pada media yang terlalu berlebihan tersebut.
kita berbaik sangka saja dulu sama media, tanpa media promosi juga tidak bisa maksimal, banyak juga berita-berita yang positif menyangkut kereta api seperti yang terbaru soal cuci lok yang dimuat di Jawa Pos. Sekali-kali ajak jurnalis untuk seminar atau share soal kereta saya rasa mereka juga mau palagi ilmunya sangat bermanfaat....
Reply
wah-wah-wah parah Bethe
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)