Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Transportasi Massal Versus Kemacetan
#11
inilah kalau pemerintahan dimana kepentingan pribadi merajalela, lebih mengutamakan yang menguntungkan pribadi (jalan tol) dibanding dengan transportasi massal karena jalan tol lebih mengeyangkan bagi perutnya Red Bull

dulu di KL (Kuala Lumpur) sebelum tahun 2005 transportasi massal seperti KTM Komuter (KRL Komuter), STAR dan PUTRA (LRT, sekarang namanya rapidKL) penumpangnya tidak banyak, bahkan cenderung sepi.. tapi pemerintah disana terus mempromosikan untuk naik transportasi massal,, hingga saat ini Kelana Jaya Line (STAR LRT / rapidKL) bahkan kekurangan armada dan tahun kemarin baru datang rangkaian baru dari Bombardier.. KTM Komuter yang asalnya sepi saat ini sudah mulai dipenuhi penumpang.. perlu diketahui pada saat KTM Komuter dulu belum begitu ramai Headwaynya sudah setiap 30 menit dgn 3kereta per rangkaian,, dan saat ini KTM Komuter akan menambah armadanya dan headwaynya akan ditambah..

begitu juga dengan Melbourne, Australia.. Disana transportasi massalnya malahan lebih lengkap, ada KRL Komuter (Metro Train Melbourne), Tram (Yarra Trams), dan bus kota termasuk bus tengah malam untuk mengangkut orang2 yg habis ke tempat hiburan yg kebanyakan suka pada mabuk dan bus ini dimaksudkan juga agar mereka tidak mengemudikan kendaraan sambil mabuk.. Network transportasi massal disana sudah kompleks dan menjangkau hampir seluruh wilayah kota dan di Melbourne tidak ada "freeway" (disana tidak ada jalan berbayar, tetapi adanya dengan kualitas lebih baik dari jalan tol disini dan tentunya gratis!) di dalam kota,, yang ada hanya freeway yg menghubungkan ke luar kota dan ring road.. dengan transportasi massal yg nyaman ada dimana2 dan BBM yg tidak disubsidi,, tentu banyak yg menggunakan transportasi massal dan kemacetan pun jarang terjadi di Melbourne..

(29-05-2010, 08:48 AM)denzuko Wrote: klo jalan tol kan masukannya bnyk tuh, dr Pajak kendaraan, pabrik ban, olie, mobil, spare part, dll tp klo berbasis rel cuma beberapa departemen aja yg dapet. sy kepikirian gmn klo jalur bus way diganti pake tram, trus si jalan betonnya dibongkar ganti rumput, sy yakin jalurnya g akan diserobot oleh pemakai jalan lain dan waktu tempuh bisa cepat. sy jd inget ada seorang pedagang asongan di KA Serayu dia bilang " Maju atau ngga nya suatu negara mesti lihat dari transportasi masalnya, dan Kereta Api salah satunya yang mencerminkan kemajuan suatu bangsa tsb"

dibanding pajak kendaraan dan pemasukkan lainnya dari kendaraan pribadi sebenarnya lebih besar nilai kerugian yang ada akibat kemacetan,, akan tetapi hal inilah yang membuat perut-perut oknum pemerintahan bertambah buncit dan tidak mempedulikan akibatnya Diem Lo!

bahkan dari perkataan seorang pedagang asongan tersebut dapat terlihat bahwa banyak birokrat (yang katanya terhormat dan lulusan universitas ternama) yang lebih bodoh daripada rakyatnya yg hanya seorang pedagang asongan Pasrah Aja Dah
[Image: overstappen.png]
(27-05-2010, 09:07 AM)Dana Komuter Wrote: Kalau boleh tau di Malaysia orang2 bergengsi itu ada seberapa banyak sih??? Dengan beralih ke moda transportasi massal seperti LRT di antaranya, apakah mampu menghapus orang bergengsi yang notabene identik dg mobil pribadi disertai sopir pribadi mrk? Maksud aku di Malahsia yah... Backpacker, orang kantoran berkemeja dan orang kantoran berjas dg setelan dasinya lebih banyak mana dalam kurun waktu 5 hari seminggu di Kuala Lumpur emangnya? Pengecualian hari libur kerja pasti dipenuhi mrk yg menyertakan ayah ibu dan anak mrk yah...

Padahal khususnya di Jakarta tiada kekurangannya... Turun di Cikini deket Planetariun. Turun di Tn. Abang deket pabrik (≖᷆︵︣≖) atau pun pasar bergengsi kelas Asia. Turun di Beos deket Museum Fatahillah. Seenggaknya biar kata enggak menikmati seisi museum2 yg ada, tapi khan mrk punya taman yang luas di pekarangan luar museum. Bisa sgb obyek wisata... Tapi notabene... mrk datang dg busway, mobil pribadi yg diparkir di area silang Monas. Mobil diparkir di area Senayan. Jarang sekali yg datang dg transportasi massal kyk KRL yah...

maaf mas dana, setidaknya pemerintah di Malaysia sana sudah berusaha agar orang2 mau beralih ke transportasi massal.. lebih penting untuk memikirkan orang2 yang "biasa" atau bukan yg "bergengsi" untuk menaiki transportasi massal daripada orang yg "bergengsi" yg jumlahnya jauh lebih sedikit dan merupakan penyebab kemacetan..
coba anda lihat di Jakarta,, tentu yg lebih menyebabkan kemacetan adalah kendaraan roda 2 dan mobil orang "biasa" yg bukan milik orang "bergengsi" yg pakai sopir.. apbila seluruh pengemudi sepeda motor dan mobil yg "biasa" saja tsb pindah ke transportasi massal dan di jalanan tinggal mobil orang yg "bergengsi",, maka jumlah kendaraan di jalanan pasti turun drastis dan kemaceten dapat dihilangkan karena jumlah mobil orang yg "bergengsi" itu jumlahnya sangat jauh lebih sedikit dibanding kendaraan milik orang "biasa"..
Dengan ponsel Samsung GT-S5233S + IM3, ditambah juga Telkom Speedy tetep bisa buka Semboyan35.com meskipun dengan penuh kesabaran.



[Image: v7sagz.jpg]
My Name in QR-Code
Reply


Messages In This Thread
RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - by azu - 29-05-2010, 09:23 AM
RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - by azu - 29-05-2010, 08:51 PM
RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - by azu - 30-05-2010, 07:56 AM
RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - by Ray - 30-05-2010, 12:45 PM
RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - by azu - 30-05-2010, 10:30 PM
RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - by azu - 02-06-2010, 09:11 AM
RE: Transportasi Massal Versus Kemacetan - by azu - 17-07-2010, 11:08 AM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)