30-05-2010, 10:30 PM
(30-05-2010, 12:45 PM)Ray Wrote: Jujur, Saya sebenarnya udah bosen denger masalah pengembangan transportasi massal di Indonesia yg ga jalan2, malah yg jalan bikin tolnya. Selama mental orang2 diatas yg lebih mementingkan diri sendiri serta keinginan dari pihak2 yg pastinya akan tersaingi dgn adanya transportasi massal (baca:otomotif, organda dll), jgn PERNAH BERMIMPI kita bakal punya transportasi yang "manusiawi". Saya bahkan pernah denger dari teman saya yg anak tata kelola transportasi, diperlukan adanya "penghilangan sebuah generasi pejabat" agar mental mereka bisa beres
Quote:itu hanya andai-andai saja kalo di Bandung ada transportasi rel yg bisa menjangkau kota.. Icon_razz jadi itu bisa LRT ataupun jalur KA heavy-rail biasa.. Big Grin
hehe, sepertinya Mas Azu (sama Mas Bagus) sama dgn saya, muak melihat transportasi di Bandung yg ga jelas + walikotanya juga gak beres (ohh untunglah saya bukan org kota bandung dan tidak memilih dada rosada) Saya tidak muluk2, TMB bisa beroperasi dgn lancar dan koridornya ditambah ke arah barat (padalarang) saya sudah senang kok, soalnya sudah realistis melihat bahwa di Metropolitan Bandung yg namanya monorail, subway, mrt dll dll itu hanyalah MIMPI di negeri khayangan
saya juga bukan warga kota Bandung, tapi daerah pinggiran barat daya kota bandung jadi gabisa milih walikotanya.. tapi saya sejak SD sampai sekarang kuliah saya sekolah di Bandung,, jadi tahu bagaimana keadaan kotanya meskipun bukan warganya.. sejak SMA saya meninggalkan angkutan umum beralih ke Sepeda Motor karena waktu tempuh kendaraan umum yang lama dan tarifnya mahal,, ditambah jalan macet dan jadwal KRD yang molor terus..
jangankan membangun transportasi massal,, untuk merawat fasilitas penunjang lalu lintas saja Pemkot Bandung tidak bisa,, salah satunya lampu lalu lintas / traffic light..
tahukah anda kalau hampir seluruh lampu lalu lintas / traffic light / TL di Kota Bandung terhubung dengan sistem bernama ATCS buatan Australia dan merupakan hibah dari Ditjen Hubdat pada tahun 1996/1997 senilai $200 juta, dan ini merupakan bantuan dari Pemerintah Australia.. TL ini sebenarnya cukup canggih dimana banyak kota di dunia yg berhasil mengurangi kemacetan dengan TL ini, akan tetapi setelah pemasangan pada 13tahun yg lalu hampir tidak ada perawatan oleh Pemkot Bandung (kecuali mengganti lampu putus,, itupun harus nunggu 1 tahun baru diganti) dengan alasan tidak ada dana anggaran dan menyebabkan sistem ini tidak berfungsi sama sekali 
hibah yang terbuang percuma deh akhirnya

hibah yang terbuang percuma deh akhirnya

Dengan ponsel Samsung GT-S5233S + IM3, ditambah juga Telkom Speedy tetep bisa buka Semboyan35.com meskipun dengan penuh kesabaran.
![[Image: v7sagz.jpg]](http://i48.tinypic.com/v7sagz.jpg)
My Name in QR-Code
![[Image: v7sagz.jpg]](http://i48.tinypic.com/v7sagz.jpg)
My Name in QR-Code



) Saya tidak muluk2, TMB bisa beroperasi dgn lancar dan koridornya ditambah ke arah barat (padalarang) saya sudah senang kok, soalnya sudah realistis melihat bahwa di Metropolitan Bandung yg namanya monorail, subway, mrt dll dll itu hanyalah 