16-07-2010, 04:49 PM
(14-07-2010, 02:37 PM)tjcdes2009 Wrote: Klo mank di bangun MRT hrs dihitung nilai ekonomis kamampuan Masyarakat. Knp motor byk krn dia bs irit byk.contah ane ke kantor pake mtr selama 3 hari cm 10 rb dibanding naik angkot sharinya 10rb lbh jd nilai ekonomisnya dulu yg ditetapkan. Bussway tarifnya lumayan tp ttp macet.
Nilai ekonomis tentu patut diperhitungkan, namun yang mestinya juga dipertimbangkan adalah aspek-aspek lain seperti:
- Kecepatan
- Keamanan di jalan/ safety (umumnya resiko kecelakaan naik MRT lbh kecil dibanding naik motor)
- Kenyamanan (naik MRT lbh nyaman karena tidak kepanasan dan tidak kehujanan)
Saya kira banyak nilai-nilai positif lain yang bisa dilihat dari keberadaan MRT dibandingkan dengan kebijakan yang seolah membebankan rakyat untuk membeli sendiri wahana transportasi.
Memang lumrah jika terdapat banyak pro dan kontra terkait keberadaan MRT, namun apakah kita biarkan saja jika jumlah kendaran pribadi terus bertambah, sementara panjang jalan dan lebar jalan tidak bisa ditambah lagi? Belum lagi masalah polusi yang ditimbulkan.
Bagaimanapun juga sistem transportasi Massal yang bagus tentu akan dapat mengurai masalah kemacetan yang mendera kota besar seperti Jakarta. Akan lebih bagus lagi jika kita memiliki sistem seperti ini : Contoh
Salam Spoor,

