09-02-2011, 07:27 PM
(08-02-2011, 11:05 PM)gilang pratama Wrote:(17-12-2010, 08:54 AM)Joe_cn Wrote:(17-12-2010, 08:28 AM)gilang pratama Wrote:(16-12-2010, 10:14 PM)BAMBANG EKO Wrote: Rangkaian 3 - 4 K2 , KM2 2K1 BP cukup dengan Lok CC 201 biarpun harus menanjak di lintas Tasikmalaya - Bandung kok. Nasibnya akan berbeda kalau okupansinya bagus dan jarak tempuhnya lebih pendek.tapi biasanya lok cc 201 sering ngadat bila nanjak di seputar tasik-bandung.. 1 lagi sekarang okupansi harina juga bagus, dan lagi penumpang ke semarang dari tasik juga banyak pake bus... so?????
Ga juga mas, emang pas narik apa lok c1 ngadat pas bawa rangkaian di tasik-bandung?
Maesa bisa dipertimbangkan utnuk dihidupkan kembali tapi mungkin sampai PWT dilanjtukan Kroya dan Cilacap lewat Prupuk , asik juga tuh...
(mimpi banget jalur prupuk-tegal bisa rame)
Ya,cuma khayalan. Tp sumpah,KAI daops 2 bdg ga ngelirik tuh potensi jalur selatan,cukup lodaya mutsel wilis ma turangga aja yg diandalkan,padahalllllll,bnyak yg ngarep kai buka jalur baru,termasuk dihidupkan kembali mahesa..
ya apa boleh dikata kita hanya bisa memberikan ide dan masukan saya walaupun di kenyataannya hanya mereka para petinggi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yg memutuskannya.....
Train is never death for my life specially KA Lodaya
