Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Transportasi Massal Versus Kemacetan
#31
(02-06-2010, 07:40 AM)Joe_cn Wrote: Kalo Bandung Jogja mungkin kurang sukses.
tapi Jogja menuju Cirebon dan sekitarnya itu yang perlu diragukan.

Disini kekurangan kereta hanya 1 koq masalah di tarif, kalo harga KA sama dengan harga travel maka saya percaya KA akan menang besar atas travel.

tentu saja kereta akan sulit perang tarif dengan travel, wong harga BBMnya aja beda.. travel pakai BBM bersubsidi sedangkan KA pakai BBM harga Industri,, padahal seharusnya sebaliknya Bethe

kalau menurut saya untuk perjalanan jauh travel kurang nyaman,, karena akan terasa capek sekali dan badan pegal2.. kalau saya daripada naik travel mending naik bus aja, dan tentu saja daripada naik bus lebih baik naik KAPlayboy
Dengan ponsel Samsung GT-S5233S + IM3, ditambah juga Telkom Speedy tetep bisa buka Semboyan35.com meskipun dengan penuh kesabaran.



[Image: v7sagz.jpg]
My Name in QR-Code
Reply
#32
saya acungi lima jempol untuk usaha mereka membangun opini publik tentang transportasi massal di jakarta khususnya:

[spoiler]
Quote:http://autos.okezone.com/read/2010/06/26...yang-layak

Belasan Komunitas Bikers Tuntut Pengadaan Transportasi Massal yang Layak

Sabtu, 26 Juni 2010 - 13:45 wib

Prasetyo Adhi - Okezone
(Foto: Prasetyo Adhi/okezone)

JAKARTA - Sudah parahnya sistem transportasi umum terutama di Ibukota akhirnya menggugah Road Safety Association (RSA) untuk turun ke jalan.

Hari ini RSA yang kerap mengadakan diskusi terbuka kali ini harus turun langsung berdemonstrasi di jalan tepatnya di Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (26/6/2010).

Asosiasi yang selama ini konsen menyuarakan tentang keselamatan berkendara di jalan raya itu menuntut agar pemerintah memperbaiki sistem transportasi massal.

"Karena kita melihat keselamatan di jalan raya tidak jauh karena bobroknya sistem transportasi publik di negeri ini," papar Ketua Umum RSA Rio Octaviano ketika ditemui okezone.

Ia menganggap, langkah untuk turun ke jalan ini merupakan bentuk tindakan untuk pembentukan opini publik guna menyadarkan pemerintah terkait agar menyediakan sistem transportasi massal yang layak.

"Karena pemerintah tidak bisa di-punish, satu-satunya cara cuma dengan pembentukan opini publik," tambah Rio.

Dengan terbentuknya opini publik ini ia berharap tuntutan agar pemerintah segera menyediakan taransportasi publik yang aman, nyaman, serta terjangkau segera terealisasi.

Sebab menurutnya sistem transportasi yang ada saat ini sudah parah dan tidak bisa ditoleransi lagi.

"Kita akan lihat apakah setelah ini ada langkah perbaikan dari pemerintah, kalau tidak kita akan buat dengan skala yang lebih besar lagi," tegasnya.

100 bikers lebih terlibat dalam aksi damai ini dari belasan perwakilan komunitas roda dua di Indonesia.
(uky)
[/spoiler]
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#33
Sebenarnya sih simple aja jawabannya. Kalau ada MRT yang bagus, tentu jalanan tak akan dipenuhi spd motor dan mobil dengan beraneka merk. setidaknya mengurangi jumlahnya.

Fakta yang saya lihat di negara lain membuktikan demikian.

hanya saja konsekwensi ke depannya, jika kita punya MRT bagus, apakah tidak mungkin dealer speda motor akan banyak yang bangkrut?Bingung

Sekedar pertanyaan simple aja. Tapi itulah nyatanya, sepeda motor di negara kita lebih banyak dan beraneka jenis/ merk dibanding negara yang bagus MRT nya

Salam Spoor,
Reply
#34
Klo mank di bangun MRT hrs dihitung nilai ekonomis kamampuan Masyarakat. Knp motor byk krn dia bs irit byk.contah ane ke kantor pake mtr selama 3 hari cm 10 rb dibanding naik angkot sharinya 10rb lbh jd nilai ekonomisnya dulu yg ditetapkan. Bussway tarifnya lumayan tp ttp macet.
Suara lokomotif C201 yg bikin kangenLok Merah Biru
Reply
#35
Sebenarnya KRL Jakarta awalnya diperuntukkan semacam MRT. Tapi kok ujung-ujungnya malah cenderung jadi "tong sampah" berjalan Sad
Reply
#36
(14-07-2010, 02:37 PM)tjcdes2009 Wrote: Bussway tarifnya lumayan tp ttp macet.
Karena belum bisa mengakomodasi jumlah commuter Jakarta. Coba bayangkan betapa padat dan bejubelnya kalau sedang peak hour..
---------------------------------------------------------------------------------

[Image: 10152518_770209422991478_115824953701405038_n.jpg]
Reply
#37
busway saat ini merupakan satu2 nya rapid transit yang ada di jakarta. terlepas dari segala kekurangannya, keberadaanya merupakan oase ditengah keringnya implementasi segala wacana transportasi massal yang ada.

ibarat orang sakit, busway adalah obat sementara saja. sementara tindakan medis yang lebih tepat adalah mrt untuk koridor yang sangat padat, dan lrt untuk koridor yang kurang padat dan jalur feeder.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#38
(14-07-2010, 02:37 PM)tjcdes2009 Wrote: Klo mank di bangun MRT hrs dihitung nilai ekonomis kamampuan Masyarakat. Knp motor byk krn dia bs irit byk.contah ane ke kantor pake mtr selama 3 hari cm 10 rb dibanding naik angkot sharinya 10rb lbh jd nilai ekonomisnya dulu yg ditetapkan. Bussway tarifnya lumayan tp ttp macet.

Nilai ekonomis tentu patut diperhitungkan, namun yang mestinya juga dipertimbangkan adalah aspek-aspek lain seperti:
- Kecepatan
- Keamanan di jalan/ safety (umumnya resiko kecelakaan naik MRT lbh kecil dibanding naik motor)
- Kenyamanan (naik MRT lbh nyaman karena tidak kepanasan dan tidak kehujanan)

Saya kira banyak nilai-nilai positif lain yang bisa dilihat dari keberadaan MRT dibandingkan dengan kebijakan yang seolah membebankan rakyat untuk membeli sendiri wahana transportasi.

Memang lumrah jika terdapat banyak pro dan kontra terkait keberadaan MRT, namun apakah kita biarkan saja jika jumlah kendaran pribadi terus bertambah, sementara panjang jalan dan lebar jalan tidak bisa ditambah lagi? Belum lagi masalah polusi yang ditimbulkan.

Bagaimanapun juga sistem transportasi Massal yang bagus tentu akan dapat mengurai masalah kemacetan yang mendera kota besar seperti Jakarta. Akan lebih bagus lagi jika kita memiliki sistem seperti ini : Contoh

Salam Spoor,
Reply
#39
mas toto,
"cityrail" di aussie itu semacam krl komuter, atau pure 100% cityrail ?
atau komuter yang seperti cityrail?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#40
(17-07-2010, 10:22 AM)ady_mcady Wrote: mas toto,
"cityrail" di aussie itu semacam krl komuter, atau pure 100% cityrail ?
atau komuter yang seperti cityrail?

CityRail itu network dan operator KRL Komuter di Sydney, jadi semacam KCJ kalau disini..

yang saya senang dengan operator-operator KA di LN adalah segala informasi bagi konsumen, baik keterlambatan, Trackwork/Pemeliharaan Jalur, gangguan semuanya diinformasikan dengan jelas kepada konsumen dan konsumen diberikan alternatif sebagai kompensasi dari hal-hal tersebut..

kalau melihat website CityRail yg begitu lengkap dan informatif, jadi bermimpi kapan PT. KA dan KCJ mempunyai website yg lengkap seperti itu Bethe
Dengan ponsel Samsung GT-S5233S + IM3, ditambah juga Telkom Speedy tetep bisa buka Semboyan35.com meskipun dengan penuh kesabaran.



[Image: v7sagz.jpg]
My Name in QR-Code
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)