(15-04-2012, 02:09 PM)Bimantara Wrote: (15-04-2012, 10:53 AM)Michael Arka Wrote: Iya ya,beda banget skrg?? 
Dulu saya tahun 2008/2009 msh bagus kok,bus pake pnya sndri (bukan DAMRI),trus bus jg naek kapal smpi di depan stasiun Banyuwangi Baru persis.Kursinya pun jg lega.
Sama om saya juga sama kayak om , sekarang berarti beda banget
wah, beberapa hari yang lalu saya dari SGU n turun di BW malah melihat fenomena yang lebih parah gan
waktu itu sambil nunggu jemputan, saya lihat penumpang muttim yang jurusan DEN kebingungan karena bus penjemput tidak ada
setelah hampir 30 menitan datenglah bus PO AKAS ASRI dengan tulisan Jember-Banyuwangi-Denpasar AC Tarif biasa. Dari tulisan tersebut jelas itu bus reguler, bukan carteran PT. Kereta Api Indonesia (Persero), didalamnya juga penumpang sudah lumayan penuh (saya gak lihat ke dalam, tapi dari luar terlihat sekitar 70% dari kapasitas bus)
naah, oleh petugas stasiun BW, penumpang Muttim tujuan DEN disuruh ikut bus tersebut.!!
awalnya saya masih gak percaya, gimana bisa penumpang dari KA Muttim yang udah pegang karcis terusan dengan tarif jauh di atas bus umum disuruh ikut bus reguler yang hampir penuh itu.???padahal tarif bus Jember-Denpasar aja cuman Rp 55.000 dan tarif muttim jauh di atas itu. Gak lama kemudian si petugas menghampiri saya karena mengira saya salah satu penumpang tujuan Denpasar. Kebeneran banget, saat itu saya sempetin nanya ke petugas tadi "pak ke Bali apa sekarang pakai AKAS.??" si petugas dengan enteng menjawab "iya mas, sepi"
wah wah wah, ko' makin jelek aja nih dalam hati saya
sayangnya karena memang tidak niat hunting jadi gak bawa kamera buat motret momen langka tersebut