Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Meluruskan Berita Media yang menyesatkan ttg PLH
#51
bikin bingung pembacanya aja media masa sekarang
Reply
#52
iya.. rata2 menjelek2 gitu, tapi ada yg ngebanding2in sama perKA-an negri lain, tapi lumayanlah banyak juga yg menyerukan pendanaan buat perkereta apian Indonesia ditambah, dibalik musibah ada hikmah... semoga.... amin....
Senangnya kulihat para petani melepas lelah dan berhenti sejenak untuk melihat Kereta Api melewati ladang mereka.....
Terharu
Reply
#53
nemu juga link tentang efek PLH ke INKA
Quote:DPR Bakal Bentuk Panja Keselamatan KA
04 Oct 2010
Hukum Republika

Indah Wulandari

JAKARTA - Komisi V menganggap pemerintah masih menganaktirikan operator moda transportasi kereta api (KA). Sikap pemerintah ini. mendorong Komisi V DPR akan segera membentuk Panja Keselamatan Transportasi Perkeretaapian.

Ide tersebut muncul setelah Komisi V melakukan peninjauan di lokasi kecelakaan KA di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. "Ini jadi momentum perlu dibentuk tim atau panja yang akan merekomendasikan tentang masalah perkeretaapian untuk presiden dan pemerintah," kata Wakil Ketua Komisi V DPR, Yoseph Umar Hadi, Ahad (3/10).

Yoseph berharap, dengan membentuk panja tersebut, pihaknya dapat mengetahui siapa yang paling bertang-gung jawab atas kejadian yang menewaskan 35 orang itu. Konkretnya, kata Yoseph, panja akan membuat rekomendasi yang akan diberikan langsung kepada presiden dalam dua bentuk.

Pertama, melaksanakan UU. Kedua, pemisahan regulator dan operator. Juga melakukan pembaruan manajemen perkeretaapian. Terlebih lagi, hasil pantauan Komisi V diduga terjadi human error (kesalahan manusia-Red).

Yoseph pun mencermati dari sistem shift pergantian masinis KA eksekutif yang hanya tiga kali dalam perjalanan sekitar 15 hingga 18 jam. Hal itu, kata dia, akan membuat kondisi sumber daya manusia yang rentan kecelakaan kerja. "Perlu kedisiplinan petugas," tegasnya.

Di sisi lain, Yoseph melihat pemerintah kurangkonsekuen terhadap pelaksanaan UU Perkeretaapian. Dijelaskannya, selama ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator hanya menerima prasarana dari pemerintah. Mereka tidak bisa menolak sekalipun prasarana itu kurang layak.

Yoseph mengusulkan, agar dibentuk badan tersendiri di luar organisasi operator yang menguji kelayakan prasarana yang akan diberikan pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Yoseph juga menyoroti masalah internal dan bentuk manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Dikatakannya, selama ini, status PT. Kereta Api Indonesia (Persero) seakan mendua. "Panja yang akan terbentuk akan memastikan pada pemerintah, apakah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu di bawah departemen teknis atau BUMN."

Jika posisinya jelas, kata Yoseph, orientasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan lebih fokus. Apakah untuk target mencari labaataukah hanya memenuhi persyaratan dari departemen. "Hal ini akan berpengaruh pada manajemen perkere-tapian serta pembenahan internal, seperti sarana dan remunerasi pegawai."

Dalam pemeriksaan ke lokasi kecelakaan di Pemalang, Komisi V juga melihat temuan bahwa gerbong-gerbong rusak akibat diseruduk itu ternyata buatan PT INKA, alias gerbong buatan dalam negeri. Sedangkan, gerbong-gerbong yang diproduksi tahun 1978-1980 oleh Jepang posisinya ada di gerbong yang rusak itu, kondisinya hanya lecet meski ikut terguling.

Yoseph berharap pabrikan dalam negeri juga memperhatikan kualitas produknya. "Walaupun itu menambah cost (biaya), tapi itu demi keselamatan bersama," paparnya. Bed joko sadewo
sumber : http://bataviase.co.id/node/405027

Ada yang tau no. Seri K2 yang hancur akibat PLH Petarukan..?

sebelum ini, seorang anggota DPR juga bilang bahwa produk INKA jelek, karena hancur bila ditabrak
sekarang yang saya pertanyakan adalah :
1. Apakah ada konstruksi Kereta penumpang yang tidak rusak parah jika di tabrak oleh Lokomotif seberat 84 ton pada kecepatan 50-an Km/Jam ??
2. Apakah umur kereta tidak pernah dihitung dalam penurunan kekuatan rangka ??


[Image: banner.jpg]
Reply
#54
(09-10-2010, 01:14 AM)Logawa_exp Wrote: nemu juga link tentang efek PLH ke INKA
Quote:DPR Bakal Bentuk Panja Keselamatan KA
04 Oct 2010
Hukum Republika

Indah Wulandari

JAKARTA - Komisi V menganggap pemerintah masih menganaktirikan operator moda transportasi kereta api (KA). Sikap pemerintah ini. mendorong Komisi V DPR akan segera membentuk Panja Keselamatan Transportasi Perkeretaapian.

Ide tersebut muncul setelah Komisi V melakukan peninjauan di lokasi kecelakaan KA di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. "Ini jadi momentum perlu dibentuk tim atau panja yang akan merekomendasikan tentang masalah perkeretaapian untuk presiden dan pemerintah," kata Wakil Ketua Komisi V DPR, Yoseph Umar Hadi, Ahad (3/10).

Yoseph berharap, dengan membentuk panja tersebut, pihaknya dapat mengetahui siapa yang paling bertang-gung jawab atas kejadian yang menewaskan 35 orang itu. Konkretnya, kata Yoseph, panja akan membuat rekomendasi yang akan diberikan langsung kepada presiden dalam dua bentuk.

Pertama, melaksanakan UU. Kedua, pemisahan regulator dan operator. Juga melakukan pembaruan manajemen perkeretaapian. Terlebih lagi, hasil pantauan Komisi V diduga terjadi human error (kesalahan manusia-Red).

Yoseph pun mencermati dari sistem shift pergantian masinis KA eksekutif yang hanya tiga kali dalam perjalanan sekitar 15 hingga 18 jam. Hal itu, kata dia, akan membuat kondisi sumber daya manusia yang rentan kecelakaan kerja. "Perlu kedisiplinan petugas," tegasnya.

Di sisi lain, Yoseph melihat pemerintah kurangkonsekuen terhadap pelaksanaan UU Perkeretaapian. Dijelaskannya, selama ini, PT. Kereta Api (Persero) sebagai operator hanya menerima prasarana dari pemerintah. Mereka tidak bisa menolak sekalipun prasarana itu kurang layak.

Yoseph mengusulkan, agar dibentuk badan tersendiri di luar organisasi operator yang menguji kelayakan prasarana yang akan diberikan pada PT. Kereta Api (Persero).

Yoseph juga menyoroti masalah internal dan bentuk manajemen PT. Kereta Api (Persero). Dikatakannya, selama ini, status PT. Kereta Api (Persero) seakan mendua. "Panja yang akan terbentuk akan memastikan pada pemerintah, apakah PT. Kereta Api (Persero) itu di bawah departemen teknis atau BUMN."

Jika posisinya jelas, kata Yoseph, orientasi PT. Kereta Api (Persero) akan lebih fokus. Apakah untuk target mencari labaataukah hanya memenuhi persyaratan dari departemen. "Hal ini akan berpengaruh pada manajemen perkere-tapian serta pembenahan internal, seperti sarana dan remunerasi pegawai."

Dalam pemeriksaan ke lokasi kecelakaan di Pemalang, Komisi V juga melihat temuan bahwa gerbong-gerbong rusak akibat diseruduk itu ternyata buatan PT INKA, alias gerbong buatan dalam negeri. Sedangkan, gerbong-gerbong yang diproduksi tahun 1978-1980 oleh Jepang posisinya ada di gerbong yang rusak itu, kondisinya hanya lecet meski ikut terguling.

Yoseph berharap pabrikan dalam negeri juga memperhatikan kualitas produknya. "Walaupun itu menambah cost (biaya), tapi itu demi keselamatan bersama," paparnya. Bed joko sadewo
sumber : http://bataviase.co.id/node/405027

Ada yang tau no. Seri K2 yang hancur akibat PLH Petarukan..?

sebelum ini, seorang anggota DPR juga bilang bahwa produk INKA jelek, karena hancur bila ditabrak
sekarang yang saya pertanyakan adalah :
1. Apakah ada konstruksi Kereta penumpang yang tidak rusak parah jika di tabrak oleh Lokomotif seberat 84 ton pada kecepatan 50-an Km/Jam ??
2. Apakah umur kereta tidak pernah dihitung dalam penurunan kekuatan rangka ??

Waktu PLH Kebon Pedes, kalau dibandingkan kerusakannya yang paling babak belur adalah KRL seri 6000 dibanding HOLEC yang lahir dari INKA.
Reply
#55
Quote:sebelum ini, seorang anggota DPR juga bilang bahwa produk INKA jelek, karena hancur bila ditabrak
Bapak Anggota DPR, kita ini buat kereta. bukan buat tank untuk angkatan perang Ngakak
coba aja BMW ditabrak yang mahal sekalipun ya tetep aja ancur lah ya....=3=
aneh2 aja anggota DPR, dia TUHAN kali ya? berharap bisa membuat sesuatu yg perfect tanpa mikir =-=a
Ketika anda berniat mencari pengetahuan atau ilmu, yang harus anda lakukan adalah membaca, mencari informasi, mendengar diskusi, dan memberi pendapat yang logis. Dan itulah gunanya forum :3.

Apakah Hibernasi bisa menghasilkan ilmu dan informasi? Semua orang pun tau jawabannya...

Hibernasi いみは ねていきます. XDa
l


Reply
#56
(09-10-2010, 02:27 AM)Illia Wrote:
Quote:sebelum ini, seorang anggota DPR juga bilang bahwa produk INKA jelek, karena hancur bila ditabrak
Bapak Anggota DPR, kita ini buat kereta. bukan buat tank untuk angkatan perang Ngakak
coba aja BMW ditabrak yang mahal sekalipun ya tetep aja ancur lah ya....=3=
aneh2 aja anggota DPR, dia TUHAN kali ya? berharap bisa membuat sesuatu yg perfect tanpa mikir =-=a

Persepsi dia kan, kalau dibandingkan dengan buatan luar negeri, lebih mudah hancurnya.

Toh tetap saja, saya anggap kebanyakan anggota DPR (dan masyarakat awam) termakan dengan asupan media massa yang tak jelas takaran dan aturan pakainya.

[Image: 4860986383_7d35fd903e_b.jpg]
Reply
#57
(09-10-2010, 06:26 AM)Penjelajah Wrote:
(09-10-2010, 02:27 AM)Illia Wrote:
Quote:sebelum ini, seorang anggota DPR juga bilang bahwa produk INKA jelek, karena hancur bila ditabrak
Bapak Anggota DPR, kita ini buat kereta. bukan buat tank untuk angkatan perang Ngakak
coba aja BMW ditabrak yang mahal sekalipun ya tetep aja ancur lah ya....=3=
aneh2 aja anggota DPR, dia TUHAN kali ya? berharap bisa membuat sesuatu yg perfect tanpa mikir =-=a

Persepsi dia kan, kalau dibandingkan dengan buatan luar negeri, lebih mudah hancurnya.

Toh tetap saja, saya anggap kebanyakan anggota DPR (dan masyarakat awam) termakan dengan asupan media massa yang tak jelas takaran dan aturan pakainya.

aku jadi gemblung....Jedotin Mabok
gimana caranya bisa bikin sarana dan prasarana yang bagus dengan anggaran yang terbatas dan kadang dipersulit dengan alasan boros APBN!!
kalo beli luar negeri kan mestinya lebih mahal!! tapi kalo beli ke C**** yang murah, malah lebih parah, ditubruk bus aja mungkin bisa ringsek keretanya!!!Ngakak

[Image: banner.jpg]
Reply
#58
(09-10-2010, 01:14 AM)Logawa_exp Wrote: nemu juga link tentang efek PLH ke INKA
Quote:DPR Bakal Bentuk Panja Keselamatan KA
04 Oct 2010
Hukum Republika

Indah Wulandari

JAKARTA - Komisi V menganggap pemerintah masih menganaktirikan operator moda transportasi kereta api (KA). Sikap pemerintah ini. mendorong Komisi V DPR akan segera membentuk Panja Keselamatan Transportasi Perkeretaapian.

Ide tersebut muncul setelah Komisi V melakukan peninjauan di lokasi kecelakaan KA di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. "Ini jadi momentum perlu dibentuk tim atau panja yang akan merekomendasikan tentang masalah perkeretaapian untuk presiden dan pemerintah," kata Wakil Ketua Komisi V DPR, Yoseph Umar Hadi, Ahad (3/10).

Yoseph berharap, dengan membentuk panja tersebut, pihaknya dapat mengetahui siapa yang paling bertang-gung jawab atas kejadian yang menewaskan 35 orang itu. Konkretnya, kata Yoseph, panja akan membuat rekomendasi yang akan diberikan langsung kepada presiden dalam dua bentuk.

Pertama, melaksanakan UU. Kedua, pemisahan regulator dan operator. Juga melakukan pembaruan manajemen perkeretaapian. Terlebih lagi, hasil pantauan Komisi V diduga terjadi human error (kesalahan manusia-Red).

Yoseph pun mencermati dari sistem shift pergantian masinis KA eksekutif yang hanya tiga kali dalam perjalanan sekitar 15 hingga 18 jam. Hal itu, kata dia, akan membuat kondisi sumber daya manusia yang rentan kecelakaan kerja. "Perlu kedisiplinan petugas," tegasnya.

Di sisi lain, Yoseph melihat pemerintah kurangkonsekuen terhadap pelaksanaan UU Perkeretaapian. Dijelaskannya, selama ini, PT. Kereta Api (Persero) sebagai operator hanya menerima prasarana dari pemerintah. Mereka tidak bisa menolak sekalipun prasarana itu kurang layak.

Yoseph mengusulkan, agar dibentuk badan tersendiri di luar organisasi operator yang menguji kelayakan prasarana yang akan diberikan pada PT. Kereta Api (Persero).

Yoseph juga menyoroti masalah internal dan bentuk manajemen PT. Kereta Api (Persero). Dikatakannya, selama ini, status PT. Kereta Api (Persero) seakan mendua. "Panja yang akan terbentuk akan memastikan pada pemerintah, apakah PT. Kereta Api (Persero) itu di bawah departemen teknis atau BUMN."

Jika posisinya jelas, kata Yoseph, orientasi PT. Kereta Api (Persero) akan lebih fokus. Apakah untuk target mencari labaataukah hanya memenuhi persyaratan dari departemen. "Hal ini akan berpengaruh pada manajemen perkere-tapian serta pembenahan internal, seperti sarana dan remunerasi pegawai."

Dalam pemeriksaan ke lokasi kecelakaan di Pemalang, Komisi V juga melihat temuan bahwa gerbong-gerbong rusak akibat diseruduk itu ternyata buatan PT INKA, alias gerbong buatan dalam negeri. Sedangkan, gerbong-gerbong yang diproduksi tahun 1978-1980 oleh Jepang posisinya ada di gerbong yang rusak itu, kondisinya hanya lecet meski ikut terguling.

Yoseph berharap pabrikan dalam negeri juga memperhatikan kualitas produknya. "Walaupun itu menambah cost (biaya), tapi itu demi keselamatan bersama," paparnya. Bed joko sadewo
sumber : http://bataviase.co.id/node/405027

Ada yang tau no. Seri K2 yang hancur akibat PLH Petarukan..?

sebelum ini, seorang anggota DPR juga bilang bahwa produk INKA jelek, karena hancur bila ditabrak
sekarang yang saya pertanyakan adalah :
1. Apakah ada konstruksi Kereta penumpang yang tidak rusak parah jika di tabrak oleh Lokomotif seberat 84 ton pada kecepatan 50-an Km/Jam ??
2. Apakah umur kereta tidak pernah dihitung dalam penurunan kekuatan rangka ??

yang hancur itu K2-91502Bye Bye
CC20411 oh C20411Patah Hati
Reply
#59
Bisakah kawan-kawan membantu meluruskan yang di sini?

Saya agak kewalah mengasih tahu yang namanya PK_FAI, GerryAirways sama Asterix.

Biarpun sudah saya kasih fakta-fakta lapangan, tetap saja mereka bersikeras dengan asumsi mereka... Bethe
Reply
#60
(10-10-2010, 10:46 AM)bagus70 Wrote: Bisakah kawan-kawan membantu meluruskan yang di sini?

Saya agak kewalah mengasih tahu yang namanya PK_FAI, GerryAirways sama Asterix.

Biarpun sudah saya kasih fakta-fakta lapangan, tetap saja mereka bersikeras dengan asumsi mereka... Bethe

Sabar aja ya, mas bagus. Nanti mereka kan lama kelamaan akan mengerti juga
Aktif kembali setelah dibanned sama pak momod dan orang tua.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)