Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Transportasi Massal Versus Kemacetan
#61
udahlah, ganti busway pakai trem atau KRL di koridor tertentu, di jamin nggak ada yg berani nyerobot (bongkar aspal, ganti kricak Big Grin, sekalian buat resapan air), untuk putaran kendaraan supaya tidak bersinggungan dengan trem/krl, buat putaran kendaraan di jalur kiri/lambat dan sebagai penghubung menggunakan underpass
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#62
Fakta : membangun DDT Bekasi - Manggarai saja ngak jadi - jadi Membangun jalan layang non tol Klender - kuningan cepet
Pemerintah memang tidak pro rel lebih suka jalan raya

Pemerintah : kita kan pakai duit hutang bangun jalan raya biar mobil2 jepang laku dijual kalau rel ngak menguntungkan jadi kita rakyat keye objek untung - rugi Ngeledek
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
Reply
#63
[spoiler=BBM Subsidi Kemurahan Bikin Angkutan Umum Tak Laku]
sumber= http://finance.detik.com/read/2011/12/15...u?f9911023

Kamis, 15/12/2011 21:47 WIB

BBM Subsidi Kemurahan Bikin Angkutan Umum Tak Laku

Rista Rama Dhany - detikFinance

Jakarta - Selama harga Bahan Bakar Minyak(BBM) subsidi murah, maka
sebaik apapun transportasi publik yang dibuat pemerintah menjadi kurang
diminati.

Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo mengatakan selama harga BBM subsidi masih murah seperti sekarang ini, maka orang akan tetap malas lari ke transportasi publik. "Apalagi bagi pemilik kendaraan pribadi seperti roda empat yang bagi mereka harga BBM premium masih sangat murah. Mending mereka bermacet ria dari pada pakai trasportasi publik seperti bus kota, Busway, bahkan angkot dan sebagainya," kata Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Pengelolaan Lapangan Migas Institut Teknologi Bandung (ITB) itu di FX Mal, Jakarta, Kamis (15/12/11).

Kalau harga BBM dianggap mahal, menurut Widjajono, sudah pasti para pemilik kendaraan berpikir dua kali untuk bepergian pakai kendaraan pribadi. "Sudah banyak contoh, salah satunya di Singapura. Di sana masyarakatnya suka naik kendaraan umum, selain murah bahkan dengan hanya 10 dolar kita sudah bisa keliling Singapura seharian, juga dikarenakan harga BBM-nya sangat mahal sekali," ujar Anggota Dewan Energi Nasional ini.

Apalagi ungkap Widjajono, kebijakan pemerintah Singapura yang membatasi penjualan kendaraan bermotor membuat jalan umum di negara tersebut lancar. "Usia kendaraan 5 tahun tidak boleh dipakai, yang baru jumlahnya harus sama dengan jumlah mobil yang dipensiunkan dan itupun harus melalui mekanisme lelang, dan pastinya harganya akan mahal karena orang berebut memilikinya," ungkapnya.

Tetapi di Indonesia terbalik, harga BBM murah dan terus dipertahankan, dan ironisnya Indonesia sangat bangga dengan penjualan kendaraan yang tiap tahun naik. "Jadi selama ada disparitas harga BBM yang cukup tinggi, dan sangat murah, jangan harap transportasi publik menjadi primadona," tandasnya.

Seperti diketahui sampai saat ini pemerintah masih menahan harga BBM subsidi Rp 4.500 per liter. Sementara BBM non subsidi masih di atas Rp 8.000 per liter.

(dnl/dnl)
[/spoiler]

mas bravo, bisakah thread saya ini dipindah ke sepur badug? soalnya lebih banyak menyorot kemacetan jalan raya.

nuwun.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#64
permasalahan ini tidak bisa dilihat dari satu sisi saja,, kondisi di negeri kita ini sangat berbeda dngan di luar negeri sana...
kalo seandainya harga bbm di republik ini dibuat seperti di luar negeri yg angkutan publiknya sudah mapan, sungguh kasihan rakyat kita,

sementara angkutan publik di negeri kita belum memadai, klo pun ada yg sudah bagus, paling2 cuma jakarta, smentara kota besar lainnya seperti surabaya, angkutan publiknya masih jauh tertinggal dibandingkan jakarta,...no offense
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#65
mudah-mudah mulai per 1 juli 2012 agak berkurang macetnya, kalau di berita tanggal segitu mobil pribadi kudu pake Pertamax di larang pakai BBM bersubsidi di kota-kota besar se jawa dan bali, sedangkan untuk BBM Solar masih di kaji, kita tunggu sajah...





Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#66
(16-12-2011, 06:38 AM)ady_mcady Wrote:
mas bravo, bisakah thread saya ini dipindah ke sepur badug? soalnya lebih banyak menyorot kemacetan jalan raya.
nuwun.

Done
Monggo dilanjut....

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#67
Kota-kota besar lainnya memang harus belajar dari Jakarta. Bikin tol banyak-banyak tapi akhirnya tetap macet.Bethe
Jangan sampe kota-kota lainnya jadi kota macetBethe
Reply
#68
[spoiler=Tarif Parkir DKI Bakal Naik 400 Persen]

sumber= http://www.republika.co.id/berita/region...400-persen

Tarif Parkir DKI Bakal Naik 400 Persen

Rabu, 14 Desember 2011 15:14 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, MENTENG - Kenaikan tarif parkir di Ibukota memang sudah lama digaungkan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). Namun, kali ini, wacana tersebut tidak hanya sekedar dikemukakan, karena DTKJ ternyata telah meminta usulan tersebut dimasukkan dalam revisi Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2009, mengenai Perparkiran yang saat ini masih dalam pembahasan.

"Kami sangat mendukung usulan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran DKI yang berencana menaikkan tarif parkir pada 2012 mendatang. Tak hanya itu, kami telah mengajukan kenaikan tarif parkir sebesar 400 persen dari tarif sebelumnya," kata Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tigor Nainggolan, Rabu (14/12).

Meski begitu, ia menegaskan, tarif parkir yang meningkat secara signifikan ini bukan dilakukan untuk mencari keuntungan berupa uang, namun lebih pada pengendalian terhadap penggunaan kendaraan pribadi. Tak hanya itu, dengan meningkatnya tarif parkir, pendapatan asli daerah (PAD) pun dapat lebih ditingkatkan.

Untuk penerapannya di lapangan, Tigor mengusulkan pembagian zona parkir menjadi tiga zona, yaitu zona pinggir kota, zona tengah kota, dan zona pusat kota. "Kalau lebih dekat ke pusat, tarif parkirnya makin mahal. Kalau lebih ke pinggir, semakin murah. Jadi tidak bisa disamakan tarif parkir di pinggir kota dan pusat kota," kata Tigor.

Menurutnya, bila Perda Perparkiran yang baru menyetujui usulan kenaikan tarif parkir, maka pelaksanaannya harus diatur dalam Peraturan Gubernur, agar dapat diterapkan secara maksimal.


Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Nawang Fatma Putri
[/spoiler]

sebenarnya maksudnya baik yaitu untuk mengatur populasi kendaraan yang masuk dki agar terkumpul di kantong2 parkir yang telah disediakan di pinggir dki. seperti misalnya di kawasan ragunan dan terminal rambutan. selanjutnya warga dipersilahkan untuk naik busway.

masalahnya, sistem transportasi masal nya yang bermasalah. entah itu busway atau krl, dua2 nya sama2 tidak baik reputasinya. busway yang sering kena macet dan diterobos jalurnya, kurang armada, atau krl yang tahu sendiri banyak sekali gangguannya.

sepertinya, jika parkir dan bbm untuk mobil jadi diterapkan, akan terjadi migrasi besar2an ke sepeda motor. tapi lumayan, sebanyak2nya motor, efek memberi kemacetannya lebih kecil dibanding mobil. kecuali pas hujan deras dimana motor banyak berteduh di kolong fly over sehingga memacetkan ruas jalan.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#69
(17-12-2011, 01:02 PM)ady_mcady Wrote: [spoiler=Tarif Parkir DKI Bakal Naik 400 Persen]

sumber= http://www.republika.co.id/berita/region...400-persen

Tarif Parkir DKI Bakal Naik 400 Persen

Rabu, 14 Desember 2011 15:14 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, MENTENG - Kenaikan tarif parkir di Ibukota memang sudah lama digaungkan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). Namun, kali ini, wacana tersebut tidak hanya sekedar dikemukakan, karena DTKJ ternyata telah meminta usulan tersebut dimasukkan dalam revisi Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2009, mengenai Perparkiran yang saat ini masih dalam pembahasan.

"Kami sangat mendukung usulan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran DKI yang berencana menaikkan tarif parkir pada 2012 mendatang. Tak hanya itu, kami telah mengajukan kenaikan tarif parkir sebesar 400 persen dari tarif sebelumnya," kata Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tigor Nainggolan, Rabu (14/12).

Meski begitu, ia menegaskan, tarif parkir yang meningkat secara signifikan ini bukan dilakukan untuk mencari keuntungan berupa uang, namun lebih pada pengendalian terhadap penggunaan kendaraan pribadi. Tak hanya itu, dengan meningkatnya tarif parkir, pendapatan asli daerah (PAD) pun dapat lebih ditingkatkan.

Untuk penerapannya di lapangan, Tigor mengusulkan pembagian zona parkir menjadi tiga zona, yaitu zona pinggir kota, zona tengah kota, dan zona pusat kota. "Kalau lebih dekat ke pusat, tarif parkirnya makin mahal. Kalau lebih ke pinggir, semakin murah. Jadi tidak bisa disamakan tarif parkir di pinggir kota dan pusat kota," kata Tigor.

Menurutnya, bila Perda Perparkiran yang baru menyetujui usulan kenaikan tarif parkir, maka pelaksanaannya harus diatur dalam Peraturan Gubernur, agar dapat diterapkan secara maksimal.


Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Nawang Fatma Putri
[/spoiler]

sebenarnya maksudnya baik yaitu untuk mengatur populasi kendaraan yang masuk dki agar terkumpul di kantong2 parkir yang telah disediakan di pinggir dki. seperti misalnya di kawasan ragunan dan terminal rambutan. selanjutnya warga dipersilahkan untuk naik busway.

masalahnya, sistem transportasi masal nya yang bermasalah. entah itu busway atau krl, dua2 nya sama2 tidak baik reputasinya. busway yang sering kena macet dan diterobos jalurnya, kurang armada, atau krl yang tahu sendiri banyak sekali gangguannya.

sepertinya, jika parkir dan bbm untuk mobil jadi diterapkan, akan terjadi migrasi besar2an ke sepeda motor. tapi lumayan, sebanyak2nya motor, efek memberi kemacetannya lebih kecil dibanding mobil. kecuali pas hujan deras dimana motor banyak berteduh di kolong fly over sehingga memacetkan ruas jalan.

setujuh sama OOT nyaXie Xie, bisa makin meledak populasi motor, "hilang" 1 mobil di jalanan bisa untuk muat untuk 6 motor, anehnya di forum2 lain sering yg ter intimidasi itu biker, yg selap-seliplah, yg senggol ga tanggung jawab dll

Gara2 Busway juga banyak jalur lambat di hilangkan, bikers jadi di rugikan
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#70
Saya pernah dengar kapan hari di Jakarta ada wacana akan diadakan ERP kaya di Singapore. Pendapat saya? Pasti gagal!!! Selama tidak ada transportasi massal yang aman, nyaman, dan handal (ciri khas transportasi massal di Jakarta sekarang) pasti masyarakat akan beralih ke kendaraan pribadi.

Di Singapore, ERP itu diadakan jauh setelah MRT itu sudah mapan dan sudah menjangkau kemana-mana. Nggak kaya Jakarta yang pemerintahnya lebih asyik sama jalan tol dan jalan raya.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)