Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Laporan perjalanan Mudik Lebaran 2012
#11
Wah ceritanya menarik banget neh dengan dibumbui ketegangan dalam kereta...Ngakak

Tak tunggu om sambungannya, jangan lama2....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#12
Di sta Cipendeuy asongan masuk sampe gerbong klas bisnis, tapi mereka lebih sopan ketimbang asongan di CN dan PWT, oh ya di sta ini banyak anak kecil yang suka minta2 sekedarnya kepada penumpang, tapi kalau misalnya si om coba2 kasih sesuatu pada seorang anak dijamin tuh langsung berkerumun tuh teman2nya kaya semut pingin dikasih juga, menurut penuturan teman ane yang kerja OTC di Wilis katanya anak2 itu disuruh orang tuanya buat minta2 kepada penempang kreta
Reply
#13
Cakep ceritanya om! Ditunggu kelanjutan cerita serunya. Kebetulan bulan depan mau joyride di jalur ini pake Serayu, lumayan untuk "modal" jalan Tersenyuum
Reply
#14
(29-08-2012, 05:21 PM)Didit Achmad Wrote: Di sta Cipendeuy asongan masuk sampe gerbong klas bisnis, tapi mereka lebih sopan ketimbang asongan di CN dan PWT, oh ya di sta ini banyak anak kecil yang suka minta2 sekedarnya kepada penumpang, tapi kalau misalnya si om coba2 kasih sesuatu pada seorang anak dijamin tuh langsung berkerumun tuh teman2nya kaya semut pingin dikasih juga, menurut penuturan teman ane yang kerja OTC di Wilis katanya anak2 itu disuruh orang tuanya buat minta2 kepada penempang kreta

Iya tuh om yang lucu saya naek di kelas eksanya Lodaya lha mereka pada teriak2 dari luar jendela minta uang....Ngakak
Ya dicuekin gimana mau kasih....Ngeledek

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#15
(29-08-2012, 06:37 PM)Joe_cn Wrote:
(29-08-2012, 05:21 PM)Didit Achmad Wrote: Di sta Cipendeuy asongan masuk sampe gerbong klas bisnis, tapi mereka lebih sopan ketimbang asongan di CN dan PWT, oh ya di sta ini banyak anak kecil yang suka minta2 sekedarnya kepada penumpang, tapi kalau misalnya si om coba2 kasih sesuatu pada seorang anak dijamin tuh langsung berkerumun tuh teman2nya kaya semut pingin dikasih juga, menurut penuturan teman ane yang kerja OTC di Wilis katanya anak2 itu disuruh orang tuanya buat minta2 kepada penempang kreta

Iya tuh om yang lucu saya naek di kelas eksanya Lodaya lha mereka pada teriak2 dari luar jendela minta uang....Ngakak
Ya dicuekin gimana mau kasih....Ngeledek
Kalo tentang pengemis dan asongan, keliatannya sudah menjadi permasalahan umum dimana-mana ya..., bukan hanya di kereta dan stasiun saja. Ini yang menjadi dilema bagi penumpang, apakah mau ngasih atau tidak. Di satu sisi ingin berbagi sedikit hartanya, di sisi lain khawatir mengajari anak-anak untuk tidak mandiri karena dimanfaatkan orang tuanya.
RF RINALDI, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Mar 2011.
Reply
#16
Trip Report Jakarta - Yogyakarta Etape IV (Lanjutan....................)

Di Stasiun Tasikmalaya, tampak beberapa orang berdiri di peron tempat kereta ini berhenti. Sayapun bergegas berdiri di pintu untuk melihat keadaan di luar. Orang-orang itu ternyata Polsuska dan Polisi yang tampaknya telah menantikan kedatangan kereta dan tampaknya mereka tidak hendak menumpang kereta ini. Sesaat kemudian saya melihat beberapa dari mereka bergegas menaiki kereta sedangkan beberapa orang lagi berjaga di sekeliling kereta. Beberapa orang yang naik kereta itu berjalan dari ujung depan, menyisir kereta satu demi satu hingga sampai kereta penumpang paling belakang. Tampak keseriusan di wajah mereka.
Udara malam yang dingin di Tasikmalaya cukup mebuat saya bersin-bersin. Meskipun begitu saya tetap berdiri di samping luar kereta menyaksikan para aparat itu menyisir kereta di dalam maupun di luar kereta, dari kereta depan sampai belakang. Sesekali tampak mereka memeriksa bogie bagian bawah kereta.
Tiba-tiba dari gerbong hijau paling belakang, saya melihat para aparat tersebut turun. Mereka berjalan melewati depan saya menuju ruang PPKA. Saya melihat seseorang yang MENGHILANG tadi berada diantara mereka. Ternyata orang itu telah berganti baju, tidak seperti yang dipakai tadi. Saya tidak begitu tahu apa yang terjadi di ruang PPKA itu, hanya saja saya merasakan kalau kereta ini berhenti cukup lama di Stasiun Tasikmalaya. Beberapa saat kemudian, saya melihat orang-orang itu keluar dari ruang PPKA dan orang yang menghilang tadi naik kembali ke kereta. Sesaat kemudian terdengarlah bunyi bel stasiun dan keretapun kembali melanjutkan perjalanan.
Selepas Stasiun Tasikmalaya kereta berjalan dengan cepat. Akhirnya keretapun sampai di Stasiun Banjar. Stasiun ini kalau saya tidak keliru merupakan batas antara DAOP II Bandung dengan DAOP V Purwokerto yaa... CMIIW. Stasiun ini tampak mungil jika dibandingkan dengan Stasiun Tasikmalaya. Dan stasiun ini merupakan akhir jalur menantang tanah Priangan yang naik-turun dan berkelok-kelok. Biasanya kereta-kereta yang melalui jalur antara Banjar - Tasikmalaya ini double traksi, tapi tampaknya Kereta Lodaya ini tidak begitu dan cukup dihela dengan satu CC204xxx (maap nggak memperhatikan angka belakangnya). Begitu berhenti di stasiun ini kondektur dan dua orang polisi yang mengawal kereta ini dari Bandung turun untuk diganti dengan kondektur dan polisi yang akan mengawal kereta ini sampai stasiun akhir. Tampaknya tidak banyak orang yang ada di stasiun ini, cukup sepi. Tidak lama Kereta Lodaya ini menyinggahi Stasiun Banjar. Sesaat kemudian terdengar bunyi bel stasiun dan keretapun kembali berangkat.

Bersambung.....
RF RINALDI, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Mar 2011.
Reply
#17
(29-08-2012, 02:37 PM)RINALDI Wrote:
(29-08-2012, 02:18 PM)CC-201-23 Wrote:
Quote: Penumpang tersebut MENGHILANG
mungkin orangnya langsung turun di CPDBig Grin
oh ya, di Kiaracondong & Rancaekek seberapa banyak penumpang yang naik?

Di Kiara Condong lumayan banyak, di gerbong saya ada bapak, ibu, dan seorang anak kecil. Di Rancaekek beberapa orang, salah satunya orang yang MENGHILANG tadi.

biasanya itu penumpang KRD ekonomi tujuan rancaekek yang ketinggalan kreta atau yang buru2 biar nyampe tujuan di wilayah rancaekek dan sekitarnya
Reply
#18
(30-08-2012, 06:06 PM)Didit Achmad Wrote:
(29-08-2012, 02:37 PM)RINALDI Wrote:
(29-08-2012, 02:18 PM)CC-201-23 Wrote:
Quote: Penumpang tersebut MENGHILANG
mungkin orangnya langsung turun di CPDBig Grin
oh ya, di Kiaracondong & Rancaekek seberapa banyak penumpang yang naik?

Di Kiara Condong lumayan banyak, di gerbong saya ada bapak, ibu, dan seorang anak kecil. Di Rancaekek beberapa orang, salah satunya orang yang MENGHILANG tadi.

biasanya itu penumpang KRD ekonomi tujuan rancaekek yang ketinggalan kreta atau yang buru2 biar nyampe tujuan di wilayah rancaekek dan sekitarnya

Bukan, tapi dpt tiket utk tgl 18 Agt dia jalan saat hari sebelumnya
Quote:Pas memeriksa tiket saya, bertanyalah saya,"Ada apa, Pak?". "Itu Mas, tiket bapak itu harusnya untuk besok", jawab kondektur itu.
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#19
Trip Report Jakarta - Yogyakarta Etape IV (Lanjutan....................)

Selepas Stasiun Banjar, Kereta Lodaya pun berjalan cukup cepat. Silih berganti berhenti untuk silangan dengan dengan beberapa kereta dari arah timur. Saya pun mulai mengantuk kemudian mulai memejamkan mata. Sesekali saya melihat keluar jendela, tampak kereta melintasi Stasiun Maos dengan cepat. Ada beberapa ketel yang sedang parkir di stasiun ini. Kereta mulai menapaki Bumi Banyumas, memasuki wilayah DAOP Purwokerto.
Setelah berjalan beberapa lama, akhirnya kereta inipun berhenti di Stasiun Kroya. Stasiun Kroya merupakan salah satu stasiun percabangan dari sekian banyak stasiun percabangan yang dimiliki PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Kereta-kereta dari Jakarta dan Bandung yang menuju ke arah timur bertemu di stasiun ini.
Begitu memasuki Stasiun Kroya, disitu telah menunggu KA Lodaya Tambahan yang akan ke Bandung. Begitu kereta saya berhenti, KA Lodaya Tambahan diberangkatkan. Tampaknya stasiun ini lebih besar dan sedikit lebih ramai dari Stasiun Banjar. Setiap kali menyinggahi stasiun ini, saya selalu melihat ada ibu-ibu penjual pecel dan penasaran ingin mencobanya. Sayapun bergegas turun untuk mencari ibu-ibu itu dan untuk melihat-lihat suasana stasiun. Namun, setelah dicari beberapa lama, ibu-ibu itu tidak ketemu. Akhirnya saya urungkan niat untuk makan pecel Stasiun Kroya dan kembali ke kereta.
Tiba-tiba dari kejauhan saya melihat para petugas berdiri berkerumun di samping kereta melihat bogie kereta Bisnis 1 yang ada di belakang KM. Saya pun bergegas menghampiri kerumunan itu untuk melihat apa yang sedang terjadi. Saya bertanya pada salah satu teknisi yang ada di situ, apa yang sedang terjadi. Kata teknisi tersebut, ketika sedang melakukan pemeriksaan rutin ia melihat as roda depan K2.1 itu pecah akibat melalui medan yang berkelak-kelok dan naik turun sepanjang perjalanan tadi. Merekapun saling berdiskusi mengenai tindakan apa yang sebaiknya diambil untuk mengatasi hal ini.
Akhirnya diputuskan bahwa K2.1 tersebut harus ditinggal di Sta Kroya untuk PA di Purwokerto. Kemudian para petugas dibantu Polsuska meminta semua penumpang di K2.1 ini untuk turun, dan rangkaian K2.1 diputus dengan K2.3. Setelah semua penumpang gerbong itu turun, kereta separuh rangkaian ini menjauh meninggalkan separuh rangkaian belakangnya di peron. Separuh rangkaian itu kembali lagi dan stabling di jalur samping KA Lodaya saya tetapi K2.1-nya sudah tidak ada.
Tiba-tiba saya mendengar bunyi "deng...deng...deng...deng...", ternyata ada lokomotif yang sedang dinyalakan. Beberapa saat kemudian lokomotif itu mendekati rangkaian KA Serayu yang sedang 'tidur malam' di rumahnya DEPO KA Kroya dan menggandengnya. Kemudian lokomotif itu bergerak lagi. Saya tadinya mengira lokomotif itu akan membawa seluruh rangkaian, ternyata setelah bergerak hanya ada satu kereta yang ikut dengan lokomotif itu dan merekapun menjauh dari rangkaian lainnya.
Dari kejauhan mereka berjalan mundur memasuki jalur KA Lodaya yang sedang stabling itu dan kemudian menyambungkan diri dengan setengah rangkaian tersebut. Kemudian lokomotif itupun melepaskan diri dan menjauh. Saya bergegas menaiki K3 Serayu itu dan melihat ada kesibukan didalamnya antara lain OTC sedang membersihkan lantai KA dan toiletnya, dan teknisi sedang menyalakan lampu di dalam kereta. Sesaat kemudian rangkaian inipun maju menjauhi stasiun menuju wesel. Dengan berdiri di bordes bersama juru langsir muda yang agak gemuk, saya melihat dan merasakan rangkaian ini mundur dengan perlahan-lahan memasuki jalur rangkaian yang ditinggalkannya tadi dipandu juru langsir itu dan akhirnya seluruh rangkaian inipun bersambung kembali.
Setelah seluruh rangkaian tersambung, para penumpang K2.1 yang tadi turun segera bergegas naik kembali ke atas K3.1 pengganti ini. Para teknisi bekerja cekatan menyambung kembali arus listrik ke rangkaian belakang yang selama ditinggalkan tadi menjadi gelap gulita karena KM Generatornya mengikuti rangkaian depan. Kok kelihatannya K3.1 milik Serayu ini lebih terang dan lebih bersih jika dibandingkan K2.1 milik Lodaya tadi ya. Apakah karena habis dicuci yaa...?
Jam sudah menunjukkan pukul 2.45 dini hari, sudah 1,5 jam berlalu sejak memasuki Stasiun Kroya. Cukup lama KA Lodaya ini berhenti di Stasiun Kroya sampai-sampai disusul oleh KA Gajayana Tambahan tujuan Malang, KA Argo Lawu Reguler tujuan Solo, dan KA Bogowonto tujuan Lempuyangan, Yogyakarta. Kereta inipun sempat silangan dengan KA Malabar tujuan Bandung dan Mutiara Selatan tujuan Bandung. Akhirnya Kereta Lodayapun berangkat kembali.

Bersambung.....
RF RINALDI, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Mar 2011.
Reply
#20
(03-09-2012, 11:06 AM)RINALDI Wrote: Trip Report Jakarta - Yogyakarta Etape IV (Lanjutan....................)

Selepas Stasiun Banjar, Kereta Lodaya pun berjalan cukup cepat. Silih berganti berhenti untuk silangan dengan dengan beberapa kereta dari arah timur. Saya pun mulai mengantuk kemudian mulai memejamkan mata. Sesekali saya melihat keluar jendela, tampak kereta melintasi Stasiun Maos dengan cepat. Ada beberapa ketel yang sedang parkir di stasiun ini. Kereta mulai menapaki Bumi Banyumas, memasuki wilayah DAOP Purwokerto.
Setelah berjalan beberapa lama, akhirnya kereta inipun berhenti di Stasiun Kroya. Stasiun Kroya merupakan salah satu stasiun percabangan dari sekian banyak stasiun percabangan yang dimiliki PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Kereta-kereta dari Jakarta dan Bandung yang menuju ke arah timur bertemu di stasiun ini.
Begitu memasuki Stasiun Kroya, disitu telah menunggu KA Lodaya Tambahan yang akan ke Bandung. Begitu kereta saya berhenti, KA Lodaya Tambahan diberangkatkan. Tampaknya stasiun ini lebih besar dan sedikit lebih ramai dari Stasiun Banjar. Setiap kali menyinggahi stasiun ini, saya selalu melihat ada ibu-ibu penjual pecel dan penasaran ingin mencobanya. Sayapun bergegas turun untuk mencari ibu-ibu itu dan untuk melihat-lihat suasana stasiun. Namun, setelah dicari beberapa lama, ibu-ibu itu tidak ketemu. Akhirnya saya urungkan niat untuk makan pecel Stasiun Kroya dan kembali ke kereta.
Tiba-tiba dari kejauhan saya melihat para petugas berdiri berkerumun di samping kereta melihat bogie kereta Bisnis 1 yang ada di belakang KM. Saya pun bergegas menghampiri kerumunan itu untuk melihat apa yang sedang terjadi. Saya bertanya pada salah satu teknisi yang ada di situ, apa yang sedang terjadi. Kata teknisi tersebut, ketika sedang melakukan pemeriksaan rutin ia melihat as roda depan K2.1 itu pecah akibat melalui medan yang berkelak-kelok dan naik turun sepanjang perjalanan tadi. Merekapun saling berdiskusi mengenai tindakan apa yang sebaiknya diambil untuk mengatasi hal ini.
Akhirnya diputuskan bahwa K2.1 tersebut harus ditinggal di Sta Kroya untuk PA di Purwokerto. Kemudian para petugas dibantu Polsuska meminta semua penumpang di K2.1 ini untuk turun, dan rangkaian K2.1 diputus dengan K2.3. Setelah semua penumpang gerbong itu turun, kereta separuh rangkaian ini menjauh meninggalkan separuh rangkaian belakangnya di peron. Separuh rangkaian itu kembali lagi dan stabling di jalur samping KA Lodaya saya tetapi K2.1-nya sudah tidak ada.
Tiba-tiba saya mendengar bunyi "deng...deng...deng...deng...", ternyata ada lokomotif yang sedang dinyalakan. Beberapa saat kemudian lokomotif itu mendekati rangkaian KA Serayu yang sedang 'tidur malam' di rumahnya DEPO KA Kroya dan menggandengnya. Kemudian lokomotif itu bergerak lagi. Saya tadinya mengira lokomotif itu akan membawa seluruh rangkaian, ternyata setelah bergerak hanya ada satu kereta yang ikut dengan lokomotif itu dan merekapun menjauh dari rangkaian lainnya.
Dari kejauhan mereka berjalan mundur memasuki jalur KA Lodaya yang sedang stabling itu dan kemudian menyambungkan diri dengan setengah rangkaian tersebut. Kemudian lokomotif itupun melepaskan diri dan menjauh. Saya bergegas menaiki K3 Serayu itu dan melihat ada kesibukan didalamnya antara lain OTC sedang membersihkan lantai KA dan toiletnya, dan teknisi sedang menyalakan lampu di dalam kereta. Sesaat kemudian rangkaian inipun maju menjauhi stasiun menuju wesel. Dengan berdiri di bordes bersama juru langsir muda yang agak gemuk, saya melihat dan merasakan rangkaian ini mundur dengan perlahan-lahan memasuki jalur rangkaian yang ditinggalkannya tadi dipandu juru langsir itu dan akhirnya seluruh rangkaian inipun bersambung kembali.
Setelah seluruh rangkaian tersambung, para penumpang K2.1 yang tadi turun segera bergegas naik kembali ke atas K3.1 pengganti ini. Para teknisi bekerja cekatan menyambung kembali arus listrik ke rangkaian belakang yang selama ditinggalkan tadi menjadi gelap gulita karena KM Generatornya mengikuti rangkaian depan. Kok kelihatannya K3.1 milik Serayu ini lebih terang dan lebih bersih jika dibandingkan K2.1 milik Lodaya tadi ya. Apakah karena habis dicuci yaa...?
Jam sudah menunjukkan pukul 2.45 dini hari, sudah 1,5 jam berlalu sejak memasuki Stasiun Kroya. Cukup lama KA Lodaya ini berhenti di Stasiun Kroya sampai-sampai disusul oleh KA Gajayana Tambahan tujuan Malang, KA Argo Lawu Reguler tujuan Solo, dan KA Bogowonto tujuan Lempuyangan, Yogyakarta. Kereta inipun sempat silangan dengan KA Malabar tujuan Bandung dan Mutiara Selatan tujuan Bandung. Akhirnya Kereta Lodayapun berangkat kembali.

Bersambung.....

apa nggak rugi ya penumpangnya dari K2 disuruh pindah ke k3 gitu? Bethe
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)