Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[ASK] Soalan Sinyal
(28-12-2012, 07:13 PM)kikansha_otaku Wrote: [spoiler]
Hmm.. dari pemahaman saya sendiri warta blok itu bukan 'minta' tapi 'memberi kabar'. Stasiun yang memberangkatkan mengunci sinyal keluarnya saat mengirim warta, dan kuncinya hanya bisa dibuka oleh stasiun tujuan.

[Image: sb.gif]

Perangkat ini menghubungkan kunci sinyal keluar di satu stasiun dengan kunci sinyal masuk di stasiun tetangganya. Awalnya sinyal keluar stasun pemberangkatan (st. A) tidak terkunci, sinyal masuk di stasiun tujuan (st. B) terkunci. Setelah memberangkatkan kereta dan sinyal keluar ditutup, PPKA stasiun yang memberangkatkan melakukan prosedur ini:
- mengembalikan sinyal keluar ke semboyan 7.
- menekan kenop saklar engkol
- memutar engkol untuk mengabari bahwa petak antara stasiun tersebut dengan stasiun tujuan terisi kereta
Setelah engkol diputar, indikator blok di kedua stasiun berubah warna menjadi merah:
- sinyal keluar st. A terkunci di posisi semboyan 7, kenop saklar engkol tidak bisa ditekan
- kunci sinyal masuk st. B terbuka.
St. B memberi semboyan 5 di sinyal masuk. Setelah kereta masuk, sinyal dikembalikan ke s7 lalu st. B mengirim warta dengan prosedur yang sama seperti yang dilakukan st. A sebelumnya. Indikator pada mesin blok berubah kembali menjadi putih, sinyal masuk dan kenop saklar st. B terkunci, sebaliknya di st. A sinyal masuk dan kenop saklarnya terbuka.

Indikator merah/putih fungsinya berkebalikan untuk sinyal masuk dan sinyal keluar. Pada sinyal keluar, merah berarti terkunci sedangkan pada sinyal masuk merah berarti terbuka.
CMIIW

Sumber: http://mysite.du.edu/~etuttle/rail/acblock.htm

[/spoiler]

Biar lebih mudeng, saya coba aplikasikan ke soal cerita, ya.....NgeledekXie Xie
(misalkan)Diketahui :
St. A = St. Pohgajih
St. B = St. Kesamben
dan KA yg berjalan adalah KA Gajayana (arah Blitar)
(Asumsikan tak akan ada persilangan sampai Blitar)

Kalau seandainya KA Gajayana sedang berjalan ke arah Kesamben (baru keluar Pohgajih), dan warta kereta sudah diberikan pihak PGJ ke KSB, lalu tindakan-tindakan bagaimanakah yang harus dilakukan pihak KSB (terhadap pihak Wlingi misalnya) untuk bisa meng-LS kan KA Gajayana ke arah Wlingi?? Tersenyuum

hehehe...semoga kata-kata saya tidak membingungkan....hehehehe Ngakak
sekali lagi mohon pencerahannya ya, para master yang saya hormati....Xie Xie
Reply
(28-12-2012, 09:47 PM)G_Rardz Stramala Wrote: Biar lebih mudeng, saya coba aplikasikan ke soal cerita, ya.....NgeledekXie Xie
(misalkan)Diketahui :
St. A = St. Pohgajih
St. B = St. Kesamben
dan KA yg berjalan adalah KA Gajayana (arah Blitar)
(Asumsikan tak akan ada persilangan sampai Blitar)

Kalau seandainya KA Gajayana sedang berjalan ke arah Kesamben (baru keluar Pohgajih), dan warta kereta sudah diberikan pihak PGJ ke KSB, lalu tindakan-tindakan bagaimanakah yang harus dilakukan pihak KSB (terhadap pihak Wlingi misalnya) untuk bisa meng-LS kan KA Gajayana ke arah Wlingi?? Tersenyuum

hehehe...semoga kata-kata saya tidak membingungkan....hehehehe Ngakak
sekali lagi mohon pencerahannya ya, para master yang saya hormati....*xie xie*

Orang awam coba nebak2

PGJ kirim warta ke KSB seperti biasa, saat kereta sudah lewat KSB dan sinyal keluar KSB diturunkan, KSB kirim warta ke WG.

Yang masih belum jelas adalah bagaimana mekanisme interlocking di satu stasiun itu sendiri antara sinyal masuk, wesel dan sinyal keluar. Kalau mesinnya cuma seperti contoh tadi tanpa tambahan lain, PPKA bisa memberi sinyal masuk aman padahal sepur penuh terisi semua. Status sinyal keluar terkunci atau terbuka tidak menunjukkan kondisi sepur di stasiun kosong atau isi....

Aduhduhduh.. jadi bingung sendiri nih Ngakak

Mohon pencerahannya Xie Xie
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
(22-12-2012, 12:48 AM)bayucool Wrote:
(21-12-2012, 08:43 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: Ya ini yang saya maksud. Ternyata udah ada gambarnya tokh. Maklum ndak punya bukunya, jadi ndak tahu. Omong2 knp dipasangin ini di jalur ganda ya??? Apa maksudnya sebagai pengganti sinyal elektrik jika sewaktu2 terjadi sepur benar tidak bisa dipakai dan harus berjalan sepur salah???? Koordinasinya gimana ya?????

betul..itu dipergunakan pada saat ada KA yg melalui spoor salah (dlm aturan lalin KA di Indo yakni rel sebelah kiri sesuai arah KA)
untuk koordinasi biasanya sebelum KA itu pindah jalur ke spoor salah dia akan berhenti dulu di stasiun tempat pindah weselnya lalu oleh PPKAnya akan diberikan semacam kertas kecil yg memberitahukan bahwa KA tsb berjalan melewati spoor sebelah kiri sampai stasiun yg ditentukan Tersenyuum

(21-12-2012, 09:09 PM)06051996 Wrote: yang saya tau di DAOP V dan DAOP VI sistem persinyalannya berbeda. Untuk DAOP VI sinyal masuk 3 aspek berpasangan dengan sinyal masuk sepur salah yang cuma terdiri dari 1 aspek yaitu merah dan dibawahnya ada semacam sinyal darurat/segitiga. Sedangkan sinyal muka berpasangan justru dengan sinyal yg bentuknya menyerupai semboyan batas gerakan langsiran.
Nah di DAOP V sinyal masuk dan muka pasangannya ya sinyal berbentuk lingkaran dengan warna2 diatas.

ada yg lebih tau mungkin? Ngeledek

sistem persinyalan di Indo sama saja kok,klo beda masinis bs bingung Xie Xie
yg beda cm produsen dan model tiap sinyalnya ajah,di DAOP VI jg ada kok sinyal muka yg pasangannya sinyal lingkaran seperti itu,salah satunya antara PWS dan SLO
tp tentu saja sinyal tiap stasiun double track beda-beda..biasanya yg pake sinyal masuk 1 aspek itu ada track saling-silangnya,jd bs bwt pindah dari lajur kiri ke kanan maupun sebaliknya...silakan diperhatikan jika melewati double track,semoga membantu Bye Bye


Wah jadi keingetan waktu Jkt hujan besar di beberapa hari pertama setalah jokohok memimpin plus macet plus petak manggarai kesambar petir lagi dan lagi yg efeknya semua gapeka kacau. KRL coli ane dari jakk via mri pas di jng diarahkan ke rel cadangan keluar ke arah cipinang terus pake rel yg biasa dipake kereta masuk jng dan seterusnya hingga di bekasi masuk jalur 1. inget ane masinis dari krl ada yg masuk ke ruang ppka gitu pas di jng, pas ane intip sekarang sinyal ini emang ada...pas nyampe bekasi jam 02:00 di jalur 2 masih ada cireks jam terkahir, matarmaja baru jalan di jalur 3, jalur 4 dikosongin..
Reply
Mau tanya nih....

Kalau percabangan rel yang jauh dari stasiun, sinyalnya bagaimana ya? Ada sinyal tambahan atau tidak?
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
(13-01-2013, 02:07 PM)kikansha_otaku Wrote: Kalau percabangan rel yang jauh dari stasiun, sinyalnya bagaimana ya? Ada sinyal tambahan atau tidak?

Wah iya bagaimana itu ?? Contohnya dimana ya ? BingungBingung

[Spoiler=Pada pemisahan jalur TG-CNP dengan jalur TG-PPK]
[Image: wartegsepurtegal.jpg][/spoiler]
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !
[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
(14-01-2013, 11:29 PM)Warteg Wrote:
(13-01-2013, 02:07 PM)kikansha_otaku Wrote: Kalau percabangan rel yang jauh dari stasiun, sinyalnya bagaimana ya? Ada sinyal tambahan atau tidak?

Wah iya bagaimana itu ?? Contohnya dimana ya ?

[Spoiler=Pada pemisahan jalur TG-CNP dengan jalur TG-PPK]
[Image: wartegsepurtegal.jpg][/spoiler]

Maaf imajiner aja yah contohnya....

- Segitiga pembalik SMC seandainya weselnya nggak dicabut setelah jalur ganda dibangun. Ujung barat segitiga letaknya di timur sinyal masuk SMC. Atau yang lebih menggambarkan pertanyaan saya, segitiga SMC seandainya jalur ke pelabuhan masih aktif. Gimana ya peletakan sinyal pada ujung-ujung segitiga... Bingung

- Jalur Secang-Ambarawa dan Secang-Temanggung, percabangannya sekitar 800m dari stasiun Secang, semua sepur di emplasemen SCA bertemu jadi satu sebelum bercabang ke Temanggung dan Ambarawa. Nggak seperti percabangan Kroya-Purwokerto dan Kroya-Tasikmalaya yang memang sudah beda rel dari stasiun.

- Sepur simpang ke pabrik kertas Blabak, letaknya jauh baik dari st. Muntilan maupun st. Blabak, dan cuma ada satu sepur.

- Seingat saya di Semboyan 35 ditulis bahwa percabangan ke jalur tambang pasir Galunggung juga jauh di antara dua stasiun.
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
(16-01-2013, 07:52 PM)kikansha_otaku Wrote:
(14-01-2013, 11:29 PM)Warteg Wrote:
(13-01-2013, 02:07 PM)kikansha_otaku Wrote: Kalau percabangan rel yang jauh dari stasiun, sinyalnya bagaimana ya? Ada sinyal tambahan atau tidak?

Wah iya bagaimana itu ?? Contohnya dimana ya ?

[Spoiler=Pada pemisahan jalur TG-CNP dengan jalur TG-PPK]
[Image: wartegsepurtegal.jpg][/spoiler]

Maaf imajiner aja yah contohnya....

- Segitiga pembalik SMC seandainya weselnya nggak dicabut setelah jalur ganda dibangun. Ujung barat segitiga letaknya di timur sinyal masuk SMC. Atau yang lebih menggambarkan pertanyaan saya, segitiga SMC seandainya jalur ke pelabuhan masih aktif. Gimana ya peletakan sinyal pada ujung-ujung segitiga... Bingung

- Jalur Secang-Ambarawa dan Secang-Temanggung, percabangannya sekitar 800m dari stasiun Secang, semua sepur di emplasemen SCA bertemu jadi satu sebelum bercabang ke Temanggung dan Ambarawa. Nggak seperti percabangan Kroya-Purwokerto dan Kroya-Tasikmalaya yang memang sudah beda rel dari stasiun.

- Sepur simpang ke pabrik kertas Blabak, letaknya jauh baik dari st. Muntilan maupun st. Blabak, dan cuma ada satu sepur.

- Seingat saya di Semboyan 35 ditulis bahwa percabangan ke jalur tambang pasir Galunggung juga jauh di antara dua stasiun.
Nambah lagi:

-Kasugihan-Cilacap ama Kasugihan-Langensari, ex. Rangkasbitung-Labuan dan Rangkasbitung-Serang-Merak, serta Kertosono-Jombang dan Kertosono-Kediri juga terpisah dari stasiun Xie Xie

Reply
Soaln rumah Sinyal yang jauh dari tapsiyun silahkan liyat INI

Rumah Sinyal yang telah disebutkan diatas ada tuh....
Mari...
[Image: spammingsj0.gif]
Reply
(18-01-2013, 04:09 PM)Gege Wrote: Soaln rumah Sinyal yang jauh dari tapsiyun silahkan liyat INI

Rumah Sinyal yang telah disebutkan diatas ada tuh....
Mari...

trid-nya digabung aja mod biar enak yg diskusi Tersenyuum

(18-12-2012, 08:13 PM)06051996 Wrote: ada hal yang bikin saya bingung:
1. di YK yang masuk kategori stasiun besar tidak dijumpai rumah sinyal yg lazimnya ada di ujung2 emplasemen (rumah sinyal mekanik bukan elektrik)
2. di LPN justru rumah sinyal ada diujung2 emplasemen tetapi tidak dipakai, dan anehnya di ruang PPKA tidak ada alat pengendali sinyal elektrik. nah pengendalian sinyal dilakukan dr mana? apakah terintegrasi jadi 1 dg YK? bila memang begitu untuk proses langsiran yg pakai wesel dan sinyal elektrik bagaimana koordinasi petugas pengendali sinyal dg juru langsir/masinis?
ada yg bisa memberi penjelasan?

setahu saya LPN dan YK meja layannya memang jadi satu. Letaknya kalo dari PJL Malioboro, di sebelah baratnya kan ada bangunan yg atasnya ada kacanya. Nah di situ meja layannya. PK/OC-nya pun juga ada di sana.

di PPKA LPN maupun YK memang gak ada meja layannya.

CMIIW
Reply
(20-01-2013, 10:14 PM)argolawu69 Wrote: setahu saya LPN dan YK meja layannya memang jadi satu. Letaknya kalo dari PJL Malioboro, di sebelah baratnya kan ada bangunan yg atasnya ada kacanya. Nah di situ meja layannya. PK/OC-nya pun juga ada di sana.

di PPKA LPN maupun YK memang gak ada meja layannya.

CMIIW

bangunan yang mirip ATC bandara itu ya Xie Xie

sekarang untuk sinyal muka & masuk spoor salah sudah diganti ya, di YK-KTA lampu-lampunya sdh dilepas diganti dengan lingkaran statis. Jadi berasa pake sinyal mekanik lagi Ngeledek
[spoiler]Muka[Image: 65686539.png][/spoiler]
[spoiler]Masuk[Image: 11575595.png][/spoiler]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)