Posts: 215
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
8
Back to Trip
Lepas Cirebon, kereta melaju perlahan, tidak seperti petak CKP-CN, mungkin karena ada proyek DT kali yah, di petak CN-TG, KA 114 yang saya naiki berpapasan dengan Cireks, KLB Batu Ballast, KLB Kuning2 (MTT) lagi, dan berpapasan dengan Argo Muria di DT(yang ini saya lupa di petak DT mana),,,
Pukul 17.24 berhenti di Stasiun Babakan, dan langsung berangkat begitu saja 1 menit kemudian, lalu sekitar 10 menit kemudian, kereta kembali melambat memasuki Stasiun Losari, tak kira bakal berhenti lama, eh ternyata hanya BLB beberapa detik. Kereta terus melaju dan tibalah di saat-saat yang saya nantikan,,, saatnya berbuka puasa untuk daerah sekitar Brebes-Tegal  Langsung buka bekal yang sudah dipersiapkan dari rumah tentunya, sementara orang tua saya beli nasi goreng telur reska seharga 15.000  ,,, Di tengah2 hiruk pikuk dalam kereta saya yang para penghuninya sibuk makan, laju kereta kembali melambat, dan akhirnya masuk stasiun Tegal pukul 18.18 di jalur 3, dijalur 4 ada KA 1533 yang langsung pergi begitu saja sesaat setelah KA 114 masuk Tegal.
Oh iya, sebelum maghrib, kereta yang saya naiki lagi-lagi 'diserang' oleh oknum yang tidak yang bertanggung jawab, kali ini yang paling parah, kaca jendela 3 seat di depan saya sampai retak parah, bahkan bisa dibilang hampir pecah (atau memang sudah pecah ya )  Mohon maaf, lagi-lagi momen tsb tidak saya foto karena sibuk otak-atik bresek buat bukaan
Lanjut.......
Setelah 15 menit terdiam di Stasiun Tegal, kereta pun kembali berjalan menyusuri rel kereta tiada ujung dengan lebih cepat dibanding petak CN-TG tadi. Kereta kembali berhenti di pemberhentian berikutnya, Stasiun Pekalongan pada pukul 19.18, kereta kembali berjalan 3 menit kemudian. Asik berjalan, kereta yang saya naiki kembali melambat, kali ini memasuki stasiun kuripan. Disini KA 114 harus berhadapan dengan lawan silang pertamanya, KA 139 a.k.a Tawang Jaya, pukul 19.56 kereta masuk sta. kuripan, lalu sekira 7 menit kemudian TJ datang dengan gagahnya dan berjalan langsam seakan akan ingin menertawakan saya (dan penumpang lain tentunya) atas kemenangannya kali ini *preet*, setelah TJ lari dari pandangan mata saya, KA 114 kembali diberangkatkan dan masinis langsung tancap gas meninggalkan stasiun kuripan
Setengah jam kemudian, deru roda kereta kembali berdecit saat akan memasuki spoor belok sta. Krenseng, kali ini lawan silangnya adalah KA 119 a.k.a Kertajaya,, 5 menit kemudian kereta kembali diberangkatkan.
Perjalanan kereta selanjutnya cukup membosankan, karena pemandangan diluar sudah gelap, kecuali saat matarmaja menang silang atas menoreh di stasiun Weleri, selebihnya, KA 114 kalah silang oleh KA eksekutif (Harina kah?????) di sta. Kaliwungu, lalu kalah silang oleh KA eksekutif lagi (Bangunkarta?????) di sta. Jerakah
Akhirnya, setelah menempuh 7 jam dan 56 menit di perjalanan, kereta yang saya naiki tiba di Stasiun Semarang Poncol (21.36-21.43). Disini cukup banyak penumpang yang turun, tapi ada juga penumpang naik hendak ke Malang. Kereta berhenti selama 7 menit dan bersilang dengan Gumarang dari Surabaya. Di jalur sebelah utara tampak rangkaian petikemas yang terdiam menunggu diberangkatkan.
Memasuki wilayah Semarang kota, laju kereta amat terbatas. Pemandangan kiri-kanan kereta hanyalah tambak yang dipenuhi oleh air, bahkan jalanan pun ikut terendam air (mungkin air laut sedang pasang). Setelah meninggalkan kota yang terkenal dengan Lumpia-nya, kecepatan kereta mulai meningkat.
Sinar rembulan yang hangat, disertai dengan guncangan roda kereta, membuat saya terlelap, terbang ke alam mimpi yang nikmatnya tiada tara....
Bersambung....
Posts: 851
Threads: 0
Joined: Jul 2012
Reputation:
11
(02-08-2013, 08:35 PM)KL3-97xx Wrote: Lepas Cirebon, kereta melaju perlahan, tidak seperti petak CKP-CN, mungkin karena ada proyek DT kali yah, di petak CN-TG, KA 114 yang saya naiki berpapasan dengan Cireks, KLB Batu Ballast, KLB Kuning2 (MTT) lagi, dan berpapasan dengan Argo Muria di DT(yang ini saya lupa di petak DT mana),,,
Pukul 17.24 berhenti di Stasiun Losari, dan langsung berangkat begitu saja 1 menit kemudian, lalu sekitar 10 menit kemudian, kereta kembali melambat memasuki Stasiun Losari, tak kira bakal berhenti lama, eh ternyata hanya BLB beberapa detik. Kereta terus melaju dan tibalah di saat-saat yang saya nantikan,,, saatnya berbuka puasa untuk daerah sekitar Brebes-Tegal Langsung buka bekal yang sudah dipersiapkan dari rumah tentunya, sementara orang tua saya beli nasi goreng telur reska seharga 15.000 ,,, Di tengah2 hiruk pikuk dalam kereta saya yang para penghuninya sibuk makan, laju kereta kembali melambat, dan akhirnya masuk stasiun Tegal pukul 18.18 di jalur 3, dijalur 4 ada KA 1533 yang langsung pergi begitu saja sesaat setelah KA 114 masuk Tegal. Masuk losarinya kok 2x mas 
Btw ntar jangan lupa dilanjut ya TRnya, masih mau nyimak
Posts: 215
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
8
(02-08-2013, 08:47 PM)Resdohra Wrote: Masuk losarinya kok 2x mas 
Btw ntar jangan lupa dilanjut ya TRnya, masih mau nyimak  Oh iya, masuk Babakan dulu baru Losari,  terima kasih koreksinya mas....
Posts: 346
Threads: 0
Joined: Dec 2012
Reputation:
3
Lanjut Om, baru sampe Semarang nih...
Posts: 215
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
8
diLanjuut ya.......
Keindahan alam bawah sadar saya seketika hilang begitu saja ketika kereta berhenti di stasiun Goprak pada pukul 23.38, samar-samar terdengar kalau KA 114 yang ane naiki mau bersilang dengan sesama-nya KA 113, setelah 5 menit menunggu KA 113 yang ditunggu-tunggu pun berjalan langsung di stasiun kecil ini, memecah keheningan malam bak guntur di tengah-tengah hujan.
Lepas Goprak, ane terjaga di bordes kereta yang ternyata masih ramai orang  . Sekitar 30 menit kemudian, laju kereta kembali melambat, pemandangan kiri-kanan rel yang semula didominasi oleh gelapnya langit dan hitamnya daratan berubah menjadi rumah-rumah penduduk yang amat mepet dengan rel kereta, menandai bahwa kereta sudah memasuki wilayah kota Solo. Tak perlu waktu lama, kereta memasuki area stasiun Solo Jebres (00.21-00.30). Di sebelah kiri rangkaian KA 114 terdapat rangkaian KA ekonomi lainnya (Bengawan kah??) yang sudah terdiam membisu tidak bertenaga....
Lepas wilayah Solo, kereta melaju sangat cepat, bahkan mungkin bisa dibilang setara dengan kecepatan saat kereta melaju di petak CKP-CN  . Pukul 01.42 kereta memasuki stasiun Madiun, dan berangkat 4 menit kemudian. Pemberhentian selanjutnya, stasiun Nganjuk. Kereta tiba pada pukul 02.25 dan langsung berangkat 3 menit kemudian. Selepas nganjuk, suasana kereta kembali ramai, penumpang sibuk bertransaksi untuk sekedar melepas rasa lapar yang ada di perut sembari menunggu waktu subuh. Ane pun gak mau kalah dengan membeli sebuah nasi pecel bungkus daun pisang seharga Rp 5.000,- yang rasanya  , mungkin sesuai sama harganya kali ya :v.
Tak lama berselang, laju kereta kembali melambat, kali ini memasuki area stasiun Kertosono. Kereta berjalan langsung di stasiun ini. Padahal tahun kemarin ane naik KA yang sama masih berhenti di stasiun yang katanya khas dengan asongannya ini. Setelah menyeberangi sebuah jembatan dan berbelok ke arah selatan, laju kereta kembali meningkat. Tak perlu waktu lama, kereta melambat dan berhenti di stasiun pemberhentian berikutnya, stasiun Kediri (03.14-03.20). Udara malam yang dinginnya menusuk tulang berganti menjadi udara khas pagi-pagi yang sejuk, namun tetap dingin. Tak ayal, segelas susu panas pun ditebus demi menghangatkan badan yang sudah tidak kuat menahan dinginnya angin malam.
Sinyal sudah terangkat, semboyan 40 dan 41 pun sudah diberikan, maka kereta kembali melanjutkan perjalannya hingga sampai di stasiun pemberhentian berikutnya, stasiun Tulungagung (ask:Tulungagung atau Tulung agung ???)  . Nah, di stasiun inilah ibu-ibu dan seorang anaknya yang sedari tadi menemani perjalanan saya turun. Bak mendapat durian runtuh, mata ane langsung berbinar-binar saat menatap seat kosong yang terpampang jelas di hadapan.  Maka, jadilah ane bermesraan dengan jaket dengan dibantu oleh seat tersebut
segitu dulu yah, nanti dilanjut lagi,, Selamat malam.....
Bersambung
Posts: 215
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
8
......
Cerita berlanjut ketika kereta yang ane naiki berhenti di sebuah stasiun kecil. Tapi, sayang sekali saya tidak begitu ingat stasiun apa, kalau tidak salah stasiun (Pogajih) maklum pikiran ane masih belum ngumpul.  . Disini kereta berhenti cukup lama, entah memang berhenti normal disini atau bersilang dengan kereta lain. Pokok'e pas ane bangun tau2 udah berhenti di stasiun misterius ini.
Perjalanan kembali berlanjut, udara di sekitar kereta menjadi lebih sejuk, berbeda dengan udara jakarta yang kering dan panas. Pemandangan perbukitan dan persawahan mendominasi akhir-akhir perjalanan saya. Tak lama, kereta menyeberangi sebuah jembatan yang lumayan panjang dan tinggi (jembatan lahor kah namanya???). Kabut tampak masih menyelimuti bagian bawah jembatan yang amat dalam,, jadi berasa seperti menyeberangi awan  , sayang pemandangan yang teramat indah tersebut tidak ane abadikan dengan kamera karena ya itu tadi, nyawa dan pikiran ane masih berlum bersatu... Lanjut lagi, ane melihat bendungan karangkates di sebelah kanan yang puncaknya lebih tinggi daripada posisi rel kereta api..  , Setelah itu, keadaan kereta berubah menjadi gelap (masuk sebuah terowongan) dan kemudian kereta berbelok ke kanan, tau-tau kereta yang ane naiki memasuki terowongan lagi, mungkin rekan-rekan rf disini ada yang tau itu terowongan apa??
Lanjut, perjalanan kereta terhenti sejenak di stasiun Sumberpucung, tak perlu waktu lama, 3 menit setelah berhenti kereta kembali melanjutkan sisa-sisa perjalanannya. Pemandangan setelahnya berganti menjadi dominan persawahan dengan ditambah gunung-gunung di kejauhan sana. Oh iya, selepas stasiun Sumberpucung, di sebelah kereta terdapat jalan raya. Yang saya cermati, laju kereta dibandingkan dengan laju kendaraan yang ada di jalan raya ternyata lebih cepat laju kendaraan yang ada di jalan raya....Wah kalau terus begini mah bisa turun pamor kereta api, hehe....
Lanjut lagi, kereta berhenti lagi di stasiun Kepanjen, pada pukul 06.19 dan setelah selesai turun penumpang, KA 114 kembali berangkat pada pukul 06.23. Kecepatan kereta tidak berubah, akan tetapi deru lokomotif masih terdengar jelas hingga ke K3-7 yang ane naiki. 15 menit berselang, pemandangan sawah yang sedari tadi pagi menemani saya pelan-pelan mulai menghilang. Rumah-rumah penduduk kembali bertebaran di kiri-kanan rel. Kecepatan rata-rata kereta pun mulai berkurang. Tak lama, kereta melambat dan berhenti di stasiun Malang Kota Lama (06.44-06.47). Tidak begitu banyak penumpang yang turun disini.
Setelah berhenti cukup lama, kereta kembali diberangkatkan menuju stasiun terakhir, stasiun Malang. Kereta tiba di stasiun Malang pukul 06.54, tepat seperti jadwal yang tertera di tiket.  . Distasiun ini ane mengakhiri perjalanan dan langsung mencari penginapan untuk beristirahat sejenak.
Baiklah, TR KA 114 ini ane akhiri, dan jangan lupa, masih ada lagi TR KA 113 yang akan ane buat nanti.....
Sekian, dan Keep stay tune,,,,
Posts: 406
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
3
(05-08-2013, 07:15 AM)KL3-97xx Wrote: ......
Cerita berlanjut ketika kereta yang ane naiki berhenti di sebuah stasiun kecil. Tapi, sayang sekali saya tidak begitu ingat stasiun apa, kalau tidak salah stasiun (Pogajih) maklum pikiran ane masih belum ngumpul. . Disini kereta berhenti cukup lama, entah memang berhenti normal disini atau bersilang dengan kereta lain. Pokok'e pas ane bangun tau2 udah berhenti di stasiun misterius ini.
Perjalanan kembali berlanjut, udara di sekitar kereta menjadi lebih sejuk, berbeda dengan udara jakarta yang kering dan panas. Pemandangan perbukitan dan persawahan mendominasi akhir-akhir perjalanan saya. Tak lama, kereta menyeberangi sebuah jembatan yang lumayan panjang dan tinggi (jembatan lahor kah namanya???). Kabut tampak masih menyelimuti bagian bawah jembatan yang amat dalam,, jadi berasa seperti menyeberangi awan , sayang pemandangan yang teramat indah tersebut tidak ane abadikan dengan kamera karena ya itu tadi, nyawa dan pikiran ane masih berlum bersatu... Lanjut lagi, ane melihat bendungan karangkates di sebelah kanan yang puncaknya lebih tinggi daripada posisi rel kereta api.. , Setelah itu, keadaan kereta berubah menjadi gelap (masuk sebuah terowongan) dan kemudian kereta berbelok ke kanan, tau-tau kereta yang ane naiki memasuki terowongan lagi, mungkin rekan-rekan rf disini ada yang tau itu terowongan apa??
Lanjut, perjalanan kereta terhenti sejenak di stasiun Sumberpucung, tak perlu waktu lama, 3 menit setelah berhenti kereta kembali melanjutkan sisa-sisa perjalanannya. Pemandangan setelahnya berganti menjadi dominan persawahan dengan ditambah gunung-gunung di kejauhan sana. Oh iya, selepas stasiun Sumberpucung, di sebelah kereta terdapat jalan raya. Yang saya cermati, laju kereta dibandingkan dengan laju kendaraan yang ada di jalan raya ternyata lebih cepat laju kendaraan yang ada di jalan raya....Wah kalau terus begini mah bisa turun pamor kereta api, hehe....
Lanjut lagi, kereta berhenti lagi di stasiun Kepanjen, pada pukul 06.19 dan setelah selesai turun penumpang, KA 114 kembali berangkat pada pukul 06.23. Kecepatan kereta tidak berubah, akan tetapi deru lokomotif masih terdengar jelas hingga ke K3-7 yang ane naiki. 15 menit berselang, pemandangan sawah yang sedari tadi pagi menemani saya pelan-pelan mulai menghilang. Rumah-rumah penduduk kembali bertebaran di kiri-kanan rel. Kecepatan rata-rata kereta pun mulai berkurang. Tak lama, kereta melambat dan berhenti di stasiun Malang Kota Lama (06.44-06.47). Tidak begitu banyak penumpang yang turun disini.
Setelah berhenti cukup lama, kereta kembali diberangkatkan menuju stasiun terakhir, stasiun Malang. Kereta tiba di stasiun Malang pukul 06.54, tepat seperti jadwal yang tertera di tiket. . Distasiun ini ane mengakhiri perjalanan dan langsung mencari penginapan untuk beristirahat sejenak.
Baiklah, TR KA 114 ini ane akhiri, dan jangan lupa, masih ada lagi TR KA 113 yang akan ane buat nanti.....
Sekian, dan Keep stay tune,,,,
Itu terowongan Eka Bhakti Karya dan Dwi Bhakti Karya, yang emang dibikin sejak Bendungan Karangkates dibangun.
Kalau di situ emang KA dibatasi hanya sampai 50 Km/jam, jadi wajar kalau suka dibalep ama kendaraan ban karet
Posts: 215
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
8
(05-08-2013, 11:21 AM)Anugrah Bima Wrote: Itu terowongan Eka Bhakti Karya dan Dwi Bhakti Karya, yang emang dibikin sejak Bendungan Karangkates dibangun.
Kalau di situ emang KA dibatasi hanya sampai 50 Km/jam, jadi wajar kalau suka dibalep ama kendaraan ban karet
Ooh,, baru tau saya kalau di jalur arah ke malang ada terowongan, perasaan tahun kemaren engga ada deh, eh atau saya nya yang lagi tidur ya??
Soal kecepatan, ternyata ada lagi petak yang jalannya super leled,  mau tau?? simak Report KA 113 saya selanjutnya.....
Posts: 406
Threads: 0
Joined: Nov 2008
Reputation:
3
(05-08-2013, 05:57 PM)KL3-97xx Wrote: (05-08-2013, 11:21 AM)Anugrah Bima Wrote: Itu terowongan Eka Bhakti Karya dan Dwi Bhakti Karya, yang emang dibikin sejak Bendungan Karangkates dibangun.
Kalau di situ emang KA dibatasi hanya sampai 50 Km/jam, jadi wajar kalau suka dibalep ama kendaraan ban karet
Ooh,, baru tau saya kalau di jalur arah ke malang ada terowongan, perasaan tahun kemaren engga ada deh, eh atau saya nya yang lagi tidur ya??
Soal kecepatan, ternyata ada lagi petak yang jalannya super leled, mau tau?? simak Report KA 113 saya selanjutnya.....
Kadang aja kalau saya ke Bandung terowongan sasaksaat yang sepanjang itu aja kadang saya suka ga sadar, khususnya di malam hari  , memang lintas itu entah relnya belum diupgrade atau memang karakter lintas pegunungan sehingga diberi taspat.
Ditunggu TR selanjutnya mas..
Posts: 215
Threads: 0
Joined: Jul 2013
Reputation:
8
PART 2, Report KA 113, KA Lokal ML-PSE
Rabu, 17 Juli 2013
Setelah urusan administrasi selesai disana, tibalah waktunya untuk pulang ke Jakarta tercinta(padahal ane tinggal di Bekasi) menggunakan kereta api. Ane naik KA yang sama seperti berangkat alias KA 113, Matarrrrrrrmaja. Mendengar namanya saja orang2 sudah merinding, apalagi ane yang naik, sampe lemes bulu kuduk saya  .
Back to Trip
Sampe stasiun Malang sekitar pukul 1, setelah KA Malabar berangkat. Kenapa jam 1 ane udah nyampe stasiun padahal keretanya baru berangkat jam 4???
Quote:[spoiler=answer]Soalnya jadwal check out hotel jam 12 [/spoiler]
Sebelum KA 113 masuk, stasiun Malang sibuk memberangkatkan 4 KA : Majapahit, Penataran, Tawang Alun, dan Gajayana. Tepat setelah Gajayana sirna dari pandangan mata, ane diperbolehkan masuk ke dalam peron. Tak lama setelah masuk, KA Matarmaja masuk ke peron jalur 1. Ane naik di K3-2, kereta nomor 2 dari depan. Penampakan tiketnya
[spoiler=tiket]
![[Image: o3ps.jpg]](http://imageshack.us/a/img10/4997/o3ps.jpg)
[/spoiler]
Untuk susunan rangkaian KA 113 saat itu
[spoiler=susunan rangkaian]
Lokomotip--CC 201 77 16
K3-1--------K3 0 85 49
K3-2--------K3 0 94 38 (K3 ane)
K3-3--------K3 0 85 36 (K3 ane wktu berangkat)
K3-4--------K3 0 85 33 (K3 zonk)
KMP--------KMP3 0 66 07
K3-5--------K3 0 85 48
K3-6--------K3 0 85 09
K3-7--------K3 0 85 45
K3-8--------K3 0 85 44
B------------B 0 68 06
[/spoiler]
Waktu keberangkatan masih sekitar 45 menit lagi, yaudah ane mampir dulu di mushola stasiun di ujung peron untuk melaksanakan kewajiban ane. Sekitar 15 menit sebelum berangkat ane udah stand by di dalem kereta. Perjalanan kali ini sedikit berbeda karena ane pulang bareng temen-temen ane dari Jakarta. Sekitar 10 menit sebelum berangkat, masuk KA Pertamina dari arah Surabaya menuju ke arah Malang Kota Lama. Sayang, tidak ane abadikan karena lagi di kamar mandi kereta....(Padahal CC 206 lokomotif nya)  .
Tepat pukul 16.00 KA 113 diberangkatkan dari stasiun Malang, meninggalkan kota yang telah menemani saya selama 3 hari lamanya, dan mungkin saja akan menemani saya di tahun-tahun mendatang *aih jadi curhat....
Pemberhentian pertama adalah stasiun Kepanjen, kereta masuk stasiun Kepanjen pada pukul 16.27 dan berangkat 3 menit kemudian. Tak lama kemudian, kereta memasuki stasiun Sumberpucung, lalu berangkat pada pukul 16.48. Setelah itu, masuk stasiun Kesamben pada pukul 17.11, disini kereta hanya berhenti 2 menit sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan jauhnya menuju Jakarta. Kemudian, kereta memasuki stasiun Wlingi pada pukul 17.11 dan berangkat 3 menit kemudian. Selepas stasiun Wlingi, saya dan teman-teman saya sibuk berpikir untuk mencari menu bukaan (padahal saya mah bawa bekel dari Malang). Akhirnya, kami memutuskan untuk menuju ke restorasi. Setelah duduk dan disodori menu, saya sedikit terkejut melihat daftar menu yang ada di hadapan saya  . Harga nasi goreng yang semula 15.000, dalam waktu 3 hari berubah menjadi 18.000  tapi daripada gk makan, temen2 ane mah lanjut aja beli nasi goreng dengan rasa yang sudah legendaris itu :V
Rasa lapar sudah hilang, dahaga pun sama, sudah berkurang akibat dari makanan dan minuman yang disantap. Kini saatnya kereta melambat untuk menghilangkan rasa lelahnya sejenak. KA 113 masuk stasiun Blitar pada pukul 17.55....,, disini kereta bersilang dengan KA Penataran menuju arah Malang.....
Mentari senja yang sedari tadi menemani ane dalam perjalanan sudah menghilang, tugasnya kini digantikan oleh sang rembulan yang dengan lemah lembut menyinari perjalanan ane dengan cahyanya........
Bersambung
|