RE: Kesetaraan Anggaran. PT KA..? - nikmuracell - 13-02-2011
(11-02-2011, 07:52 PM)Bangunkarta Wrote: maaf sekedr meluruskan....
disini terdapat pandangan miring terkait pembandingan anggaran untuk perkeretaapian dengan sarana transportasi lain.... saya cuman berusaha memberikan paandangan yang netral aja ya... kita semua tahu kan, kalo memang anggaran APBN kita sebesar kurang lebih 1000T memang dibagi2 ke semua mata anggaran, dan mata anggaran dalam DIPA sebuah anggaran berjalan memang akan dibuat berdasarkan dalam sebuah matrikulasi yang mempertimbangkan semua kebutuhan yang dibuat dalam skala prioritas, yang dibuat dalam sebuah rapat besar tentang APBN tahun anggaran yang diselenggarakan oleh Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan....
memang apabila dipikir-pikir, semua juga mendapatkan anggaran minimalis untuk bergerak secara maksimal..mengingat selain jumlah anggaran terbatas untuk begitu banyak satker di Indonesia, mohon jangan dilupakan, Indonesia setiap tahunnya harus melakukan cicilan untuk hutang di masa lalu.... OK lah, kita spesifikkan aja dengan tidak usah secara panjang lebar membahas persolan DIPA, PAGU, POK dsb dalam mata anggaran APBN kita
apabila kita membandingkan anggaran Ditjen KA dengan anggaran Bina Marga (PU) misalnya, akan terlihat perbedaan yang sangat mencolok... namun coba kita analisis, berapa KM panjang jalan negara yang membentang di seluruh kepulaiuan dalam wilayah RI dari sabang s/d Merauke atau dari Morotai s/d Timor? sebagian bsar jalan itu adalah jalan negara, yang harus dibiayai berdasarkan APBN.... dan kondisi jalan serta kondisi geografis Indonesia dengan tanah yang labil, rawan gempa.... akan sangat besar anggaran pemeliharaan jalan negara di seluruh wilayah nusantara..... memang KA adalah infrastruktur massal yang mempunyai banyak keunggulan dibanding jalan raya, akan tetapi...kondisi saat ini, jalan raya lah yang memegang peranan pertumbuhan dan moblitas perekonomian di seluruh wilayah RI, apalagi di sebagian besar wilayah RI belum memiliki jalur KA.... untuk saat ini, kondisinya memang sperti itu, harapan besar kita juga di masa yg akan datang, akan diadakan pembangunan dan revitalisasi sarana KA di seluruh Indonesia....
sedangkan apabila kita membandingkan dengan anggaran untuk sarana transportasi laut dan udara....jelas anggaran yang dialokasikan untuk KA akan sangat berbeda dengan dua moda tersebut....mohon diingat, Indonesia adalah negara kepulauan dan dengan potensi terbesar yang belum tersentuh kebanyakanan adalah di wilayah pulau2 selain jawa dan sumatera, terlebih pulau-pulau kecil... untuk mengintegrasikan keseluruhan wilayah NKRI yang begitu luas, tentu saja...moda transportasi yang menjadi pilihan terbaik adalah moda transportasi laut dan pesawat udara...yang selanjutnya dari pelabuhan/bandara diintegrasikan ke wilayah2 pulau tersebut menggunakan infrastruktur jalan raya... selain itu, pembukaan bandara udara yang dapat didarati oleh penerbangan komersil, akan membuat perekonomian suatu wilayah akan sangat menggeliat dan bangkit dengan cepat... selain itu dengan pembukaan jalur laut, akan membuat pengiriman raw material semakin efisien.... jadi mohon dimaklumi apabila saat ini concern pembangunan kita adalah penyatuan perekonomian di seluruh wilayah NKRI dan mengurangi gap antara jawa dengan wilayah lain di seluruh NKRI, demi keutuhan persatuan bangsa dan pmerataan kesejahteran seluruh masyarakat Indonesia....
jadi, mohon agar teman2 bisa berfikir secara holistik dengan tidak hanya memandang berdasarkan besaran angka...tentu kita semua juga ingin agar semua moda transportasi di negeri ini maju.... dan dalam hal ini tidak ada yang di anak tirikan... semua kembali pada keterbatasan anggaran dan skala prioritas serta proyeksi pembangunan seluruh wilayah NKRI secara merata dan berkadilan
Nb: maaf saya bukan orang Humas Kemenkeu atau anak Ditjen Anggaran, atau apapun yg bersentuhan langsung dengan pembuatan rancangan APBN...saya cuman sebagai warga negara pengen meluruskan opini-opini yang berkembang aja
With my best Regards,
Akbar....Laskar Bangunkarta OOT bentar :
Kalo kita sadar semua tentang ini seharusnya juga pemerintah mbok ya berpikir ya berapa pajak kita yg kita bayarkan ke negara tapi membentang di kantong para mafia pajak dan terbengkalai gak karuan .... mau gak mau pasti kalo dah masalah dana semua unsur terlibat mas..... dipersorry bukan maksud hati hambo mencampurkan ke dunia lain di luar forum ini ... tapi ini nyata adanya dan saya rasa rakyat juga gak mau dipersalahkan karena mereka juga dah membayar sesuai dengan peraturan ..... belum korup di dep hub juga.... complicated deh ....
maaf saya juga bukan orang di parpol dan pemerintah, jadi kita sama-sama belajarlah pemerintah mengerti rakyat juga sebaliknya, Gak melulu rakyat yg harus disuruh mengerti pemerintah, dan menanggung bobolnya dana yg diakibatkan oleh sesuatu yg rakyat gak mengerti, sehingga kalo udah semua alat transportasi minta jatah "maintenance" termasuk PT Kereta Api...." selalu yg dijadikan cuma argumen retorika belaka dan angka-angka mistis dan pada akhirnya rakyat2 kita sendirilah yg jadi tumbal kecelakaan karena minimnya dana... ..... sedangkan mereka hanya bilang "ikut belasungkawa.." tanpa sadar bahwa mereka telah gagal dan itu merupakan bagian kinerja dan kegagalan mereka..........
"Kesalahan berbeda itu menunjukan adanya suatu kemajuan dalam suatu bidang tapi kal kesalahan sama terjadi itu berarti banyaknya orang bodoh yg bekerja dalam bidang itu "
: back: ah ...
|